Married With Senior

Married With Senior
15. Misi Pertama Berhasil



Happy reading :)


Cinta hadir karena terbiasa.


"Kenan sama Axel, gue sama Prima kalau Prima gak bareng gue dia sama siapa?" Kenzi seperti menimbang - nimbang siapa yang akan ia antarkan pulang, karena jika ia memilih Naya bagaimana dengan Prima yang dari awal pergi bersamanya.


"Lo antar Naya aja, kalau gue mah gampang gak usah dipikirin," jawab Prima.


"Lo nanti pulang naik apa?"


"Gue bisa naik taksi atau pesan ojek online."


"Nanti lo kenapa - napa lagi."


"Eh ***, lo pikir gue ini cewek yang gak boleh pergi sendiri, gue cowok kali jadi gak usah pikirin gue kalaupun gue diculik, penculik itu yang bakal gue culik dan gue mutilasi."


"Serem amat lo kak," ucap Yasmin sambil bergedik ngeri setelah mendengar ucapan Prima.


"Dia emang psyco," ucap Axel sambil menunjuk ke Prima.


"Mana ada *****, gue gak sejahat itu kalaupun gue diculik paling - paling gue teriak minta tolong."


"Banci lo," jawab Kenan yang sedari tadi hanya diam.


"Emang lo berani lawan penculik itu, kalau dia bawa senjata tajam gimana?" tanya Prima sambil menghayal atas ucapannya tadi dan langsung bergedik ngeri.


"Kenapa jadi cerita penculik sih, ini gimana Naya nya. Kak Ken mau antar gak, kalaupun enggak biar Naya aja yang naik ojek online," ucap Alexa yang sudah pusing mendengar perdebatan mereka.


"Heh biar gue antar, gak baik cewek pulang malam - malam sendiri, gak tau nanti apa yang terjadi di luar sana kalau cewek pulang sendiri malam - malam," ucap Kenzi yang mau mengantarkan Naya pulang.


"Gitu dong, Kak Prima lo naik ojek online aja biar gue yang pesanin," ucap Alexa senang karena misinya hari ini berhasil.


"Iya, gue ambil tas gue dulu di belakang."


"Tas gue bawain juga Prim," ucap Axel.


"Tas gue juga Prim, jangan lupa," ucap Kenan sambil menunjuk dirinya.


"Kalian pada **** ya, kasihan anak orang disuruh - suruh dia bukan pembantu. Ambil sendiri, ayo," ucap Kenzi yang memang memiliki rasa iba pada Prima.


"Iya - iya."


•••


Setelah mereka mengambil tas di balik panggung, mereka kembali ke tempat mereka berbicara tadi.


"Alexa lo udah pesanin gue ojek online?" tanya Prima saat sampai.


"Udah, lo tinggal tunggu aja."


"Gue pulang dulu ya, udah dijemput." ucap Yasmin sambil melambaikan tangan kepada mereka semua.


"Hati - hati Yasmin," ucap Naya yang hanya diangguki kepala oleh Yasmin.


"Tunggu diluar aja yuk," ajak Alexa kepada yang lain. Mereka berjalan keluar dari cafe tersebut sambil menunggu jemputan Alexa dan ojek online Prima.


Selang beberapa menit, ojek online Prima datang dan langsung saja ia naik dan pamit kepada semua.


"Eh Kak, lo antarin Naya aja, gak usah nungguin gue masalahnya jemputan gue udah hampir sampai," ucap Alexa kepada Kenzi.


"Oke, gue ambil motor dulu. Nay lo tungguin disini aja ya." Naya hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Eh kalian gak pulang?" tanya Alexa kepada Kenan dan Axel.


"Gue nungguin lo dulu," jawab Axel sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Ngak usah, tuh jemputan gue udah datang. Kalau gitu gue pergi dulu ya, bilangin juga ke Kak Kenzi gue duluan. Naya gue duluan ya, dadah," ucap Alexa menaiki motor jemputannya sambil melambaikan tangan, Naya dan Axel juga melambaikan tangan terkecuali dengan Kenan yang hanya melihat datar.


"Nay, lo hati - hati ya, Kenzi bahaya loh," bisik Axel kepada Naya, membuat Naya berkenyit heran.


"Maksud Kak Axel?"


"Hati - hati aja."


"Yang jelas dong, gue jadi takut nih. Gue naik ojek online aja deh." Axel tertawa melihat wajah ketakutan Naya yang emang seperti orang takut.


"Gue canda Nay, tapi lo hati - hati aja."


"Ih apaan sih, gak jelas deh lo kak."


"Hati - hati jatuh cinta maksudnya." Axel tertawa puas melihat wajah Naya yang merah padam seperti orang yang ingin mau marah tapi ditahan.


"Gak lucu."


"Hati - hati musuh Kenzi banyak." sekarang Kenan yang bicara, sebelum tadinya hanya seperti patung penunggu pelanggan.


"Ya gitu."


Kenzi datang sambil membawa motor sportnya, berhenti di depan Naya dan langsung menyuruh Naya naik.


Naya naik ke motor Naya, Kenzi menyodorkan helm yang sedari tadi dia pegang.


"Pakai." suruh Kenzi.


"Terus Kak Ken gak pakai helm?"


"Enggak, buat lo aja biar aman."


"Cuwit cuwit aduh romantisnya babang ini, jadi pengen diromantiskan juga." goda Axel yang melihat adegan romantis Kenzi kepada Naya.


"Kak Ken aja yang makai." Naya memasangkan helm tersebut ke kepala Kenzi.


"Anjay gue diromantisin ini, jadi senang gue," ucap Kenzi sambil melirik ke arah Axel yang sudah kepanasan karena iri.


"Lo sama Naya pergi aja deh, cape dengar lo sama Axel berantem terus gak pernah berhenti." cegah Kenan yang selalu menjadi pendengar perdebatan mereka berdua.


"Gue pergi duluan ya, kalau lo sampai duluan di rumah gue langsung aja ke kamar gue," ucap Kenzi.


"Emang lo mau kemana?"


"Gak kemana - mana."


"Lah terus?"


"Siapa tau Tuhan ambil nyawa gue pas di jalan."


"Astaga, Kak Ken ngomong apaan sih," ucap Naya sambil memukul belakang helm yang dipakai Kenzi sampai membuatnya meringis sakit.


Kenan dan Axel tertawa keras melihat penderitaan sahabatnya, Axel mengelus dada sambil berkata sabar kepada Kenzi.


"Kasihan," ucap Kenan sambil melihat kepergian Kenzi dan Naya.


Di perjalanan Kenzi mengajak Naya untuk makan, tapi Naya menolak karena dia saat di cafe tadi sudah makan. Tapi Kenzi mempunyai seribu cara agar waktunya bisa lama dengan Naya, dia membuat alasan belum makan agar Naya mau diajak makan olehnya. Usahanya tidak sia - sia, Naya mengiyakan ajakannya.


Sekarang mereka berada di salah satu tempat jualan makanan, Kenzi mengajak Naya ke tempat pedagang tepi jalan, ia tertuju pada sate padang, salah satu makanan favoritnya. Memang ayahnya adalah orang Padang dan ibunya orang Bali, tapi karena orangtuanya membangun rumah di Jakarta, jadi dia dari kecil sudah di Jakarta.


"Nay, lo mau pesan gak?"


"Satu porsi aja kak," jawab Naya yang seketika perutnya jadi lapar setelah mencium aroma dari sate tersebut, Kenzi langsung memesan sate tersebut dua porsi. Ia kembali duduk tepat di depan Naya.


Ia terus memandang Naya yang bertopang dagu sambil melihat ke pelanggan lain. Membuat Naya salah tingkah atas tatapan yang Kenzi berikan.


"Jangan liatin kek gitu kak" ucap Naya yang sedari tadi salah tingkah.


"Kenapa?"


"Gapapa."


"Lo salah tingkah."


"Enggak."


"Iya."


"Enggak."


"Iya."


"Enggak."


"Kenapa jadi enggak iya enggak iya, eh Nay lo tau gak persamaan lo sama sate ini?" tanya Kenzi kepada Naya.


Bersambung ...


Hai👋


Salam Kenal❤


Follow ig aku @serlyymp_


Follback dm aja👌


Salam Manis


      Dari,


GeminiGirl❤