
Happy reading :)
Hanya orang munafik yang bilang kalau cinta itu gak harus memiliki :')
•••
Setelah menyanyikan lagu untuk Alexa, Axel begitu bahagia karena Alexa tidak lagi jutek kepadanya dan usahanya sungguh membuahkan hasil. Sekarang mereka sangat dekat sama - sama saling bertukar cerita, semua sahabat mereka juga ikut bahagia melihat sahabatnya bahagia.
Sekarang mereka semua berada di ruang makan rumah Naya, Mama Naya mengajak semuanya untuk makan bersama. Melihat rumahnya kedatangan tamu Mama Naya langsung saja memasak makanan yang enak dan banyak.
"Ayo dimakan, ambil aja kalau kalian mau jangan malu," ucap Mama Naya kepada semua teman Naya.
"Hehe iya tante," jawab Alexa.
"Yang benar tante?" tanya Prima antusias.
"Iya." mendengar jawaban dari Mama Naya, Prima langsung saja mengambil makanan dengan porsi banyak. Setiap masakan yang dibuat oleh Mama Naya diletakin ke atas piringnya.
"Bagus, ayo yang lain ambil juga sebanyak nak Prima jangan malu - malu. Biar badannya tambah gede, Kenzi kamu jangan ambil sedikit dong tambah lagi biar kenyang," tegur Mama Naya kepada Kenzi yang mengambil makanan paling sedikit, mungkin menjaga image ya si Kenzi.
"Eh Ken lo jangan sok malu deh, di rumah aja lo makan nasi setinggi gunung. Tuh jadi ditegur camerkan." tandas Axel yang memang benar jika di rumah Kenzi makan dengan porsi yang banyak.
"Gue udah makan tadi di rumah." bela Kenzi agar ia tak merasa malu.
"Apa nya udah makan, di rumah lo aja tadi gak ada makanan dan mama lo lagi pergi ke rumah temannya. Jangan ngeles deh lo." tambah Kenan membuat Kenzi malu setengah mati.
"Lo jangan jujur dong, malu kan gue," jawab Kenzi sambil cengengesan melihat Mama Naya yang geleng - geleng kepala melihat Kenzi yang sok jaga image.
"Ya udah Kenzi tambah lagi nasinya sekalian sambalnya biar kenyang, kalau bisa nanti tante bungkus buat dibawa pulang," jawab Mama Naya membuat Kenzi tambah malu.
"Prima juga ya tante, bungkusin buat dibawa pulang," ucap Prima karena orangtuanya lagi di luar kota dan adeknya yang biasa masak kalau orangtuanya ke luar kota pun sangat sibuk karena adeknya sudah kelas 3 SMP jadi sibuk untuk membahas soal UN.
"Eh kalian kira mama Naya jualan nasi bungkus minta dibungkusin terus," ucap Naya yang merasa mamanya seperti penjual nasi bungkus.
"Hehe maaf Nay," jawab Prima tak enak hati.
"Canda, boleh kok kalau kalian memang minta dibawa pulang hehe," jawab Naya.
"Anak mama pandai juga ngelucu," jawab Mama Naya sambil tertawa membuat orang yang ada di sana juga ikut tertawa.
"Aku gak ngelucu kok," jawab Naya yang merasa kalau dia tidak sedang ngelucu.
"Lah terus?."
"Cuman bilang aja." Mama Naya mangut - mangut mendengar jawaban Naya.
"Eh Alexa sama Yasmin kok cuman sedikit ambilnya, diet ya?" tanya Mama Naya pada Alexa dan Yasmin.
"Enggak tan," jawab mereka serentak.
"Kan tadi udah makan tan."
"Iya tan."
"Hehe iya ya." Alexa dan Yasmin memang sudah makan saat mereka sampai di sini dan itupun juga Mama Naya yang suruh.
"Ya udah ayo kita makan," ucap Mama Naya menyuruh mereka untuk segera makan. Semuanya langsung saja melahap makanan yang ada di depan mereka dengan tenang.
"Masakan tante enak bangettt," ucap Axel sambil mengangkat kedua jempolnya ke depan karena masakan Mama Naya yang sangat enak melebihi masakan restoran mahal.
"Masa sih?" tanya Mama Naya yang merasakan masakannya biasa - biasa aja.
"Serius tante," jawab Prima mengangkat tangannya membentuk peace.
"Makasih ya."
"Sama - sama tante."
♡♡♡
"Gimana kalau kita main truth or dare?" ajak Axel karena merasa waktu masih lama untuk bisa bermain di rumah Naya.
"Boleh juga tuh," jawab Yasmin.
"Ayok lah ketempat tadi." mereka sama - sama berjalan ke taman belakang yang berada di belakang rumah Naya dan langsung duduk di pondok yang sebelumnya mereka duduki.
"Kalian semua harus ikut," jawab Alexa menyuruh mereka untuk mengikuti permainan ini.
"Gue gak ikut ya," jawab Kenzi yang lagi malas untuk ikut permainan itu.
"Yah kok gitu, semuanya harus IKUT," jawab Axel menekankan kata ikut, mau tak mau Kenzi harus ikut karena percuma bakal dipaksa kalau gak ikut.
"Eh botol minuman lo tadi mana Ken?" tanya Axel.
"Gue gak ada beli minuman," jawab Kenzi yang merasa ia tak ada membeli minuman.
"Bukan lo tapi Kenan," balas Axel.
"Mangkanya punya nama jangan sama," balas Naya yang juga merasa kalau Axel tadi bertanya dengan Kenzi.
"Orangtua gue yang kasih nama, jadi kalau mau marah, marah aja sama orangtua gue," balas Kenan yang terus kesal jika dia dan Kenzi selalu melihat bersamaan jika dipanggil dengan panggilan Ken.
"Sans ae bro, sekarang lo dipanggil Nan dan lo dipanggil Ken. Ngerti?" ucap Prima, Kenzi dan Kenan hanya menaik turunkan kepalanya sebagai jawaban.
"Oke kita mulai, yang kena sesuai arah tutup botolnya," ucap Axel sambil memutar botol minuman itu, semuanya terdiam tak ingin dirinya yang mengenai tutup botol tersebut. Botol tersebut berhenti dan mengarah ke Prima, semuanya menatap Prima.
"Truth or dare?"
"Siapa yang mau kasih pertanyaan?" tanya Axel.
"Gue, Hmm otak lo kan mesum jadi gue mau nanya apa pernah lo ngomong yang itu sama cewek? apa pernah lo nyentuh itu cewek?" tanya Kenzi sambil tersenyum jahil.
"Jawab." paksa Kenan yang merasa kepo dan Prima hanya diam saja.
"Eh gila, semesum mesumnya gue. Gue gak pernah ngomong hal itu dan gak pernah nyentuh itu cewek, kalaupun gue nyentuh cewek itu pun kalau dia udah sah jadi istri gue," jawab Prima serius, yang cewek hanya diam mendengar tak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.
"Lo bohong," jawab Kenzi.
"Eh buset gue jujur kali."
"Oke deh, awas aja lo nyentuh cewek sebelum cewek itu jadi istri lo." suruh Kenan serius.
"Insya allah," jawab Prima sambil tersenyum jahil.
"Udah lah ada cewek nih," jawab Axel yang sok gak mau ikut pembicaraan mereka, padahal jika mereka bertiga Axel dengan Prima lah pemimpinnya tentang membahas itu.
"Sok lo dugong." Axel menghiraukan ucapan Prima, dia kembali memutar botol dan tepat mengenai Alexa.
"Truth or dare?"
"Gue kan berani, gue pilih dare."
"Haha oke gue mau kasih lo tantangan, berhubung gue ingin makan mangga gue tantang lo ... manjat tuh pohon mangga," ucap Yasmin sambil menunjuk pohon mangga yang berada tak jauh dari tempat mereka duduk dan tinggi pohon mangga itu pun setinggi setengah dari tiang listrik.
"Ha gila lo, kalau gue jatuh gimana?" tanya Alexa memastikan.
"Tadi bilangnya berani."
"Iya sih."
"Eh lo gak boleh gitu dong, masa cewek lo suruh manjat biar gue aja," ucap Axel yang tak ingin melihat Alexa yang manjat.
"Gak boleh," jawab Prima. Axel hanya menghela nafas, nyesel buat permainan ini jadinya Alexa mendapat tantangan yang sulit.
"Eh Alexa masih diam lagi, sono lo manjat tuh pohon mangga." desak Prima.
"Sabar ***," ucap Alexa kesal sambil berjalan ke pohon mangga tersebut, dia mulai memanjat pohon mangga tanpa hambatan karena memang dia ahli dalam memanjat, sejak kecil dia sering maling jambu tetangganya. Semuanya menatapnya takjub saat dia sudah turun dan memungut buah mangga yang sebelumnya ia lempar ke bawah dan langsung diberikannya pada Yasmin, Yasmin langsung tepuk tangan heboh melihat kepintaran Alexa dalam memanjat.
"Nih mangganya, senang kan lo," ucap Alexa jutek.
"Makasih loh." Yasmin langsung pergi ke dapur membuka kulit mangga tersebut dan memotongnya, langsung saja dia membawa potongan mangga tersebut pada teman - temannya.
"Kita lanjut lagi aja," jawab Naya. Axel kembali memutar botol tersebut dan tertuju pada Kenzi. Kenzi langsung saja mengalihkan perhatiannya pura - pura melihat langit.
"Eh Ken lo kena," jawab Kenan.
"Kena apa?" balas Kenzi pura - pura tidak tau.
"Kak Ken kena, truth or dare?" ucap Yasmin yang greget melihat tingkah laku Kenzi.
"Hmm or aja deh," balas Kenzi sambil tersenyum mengejek.
"Eh mau gue ikat leher lo di pohon mangga tadi ha?!" jawab Prima yang sama - sama greget melihat Kenzi. Kenzi hanya cengegesan mendengar ucapan mereka.
"Eh Kenzi lo jangan buat kami gila ya." timpal Kenan yang sudah pasrah melihat kelakuan Kenzi.
"Hehe." hanya cengengesan yang Kenzi balas. Semuanya sudah geleng - geleng kepala melihat kelakuan Kenzi yang mungkin dikira sudah gila.
"Serius *****," jawab Alexa sambil menampol kepala Kenzi, Kenzi langsung memegang kepala yang ditampol Alexa.
"Gak usah tampol juga," balas Kenzi marah.
"Hehe." Cengengesan Alexa membuat para temannya menatapnya heran kecuali Kenzi, karena yang tadi cengegesan Kenzi sekarang berpindah ke Alexa setelah Alexa menampol kepala Kenzi, apa tadi Kenzi kemasukan setan cengengesan dan sekarang berpindah ke tubuh Alexa.
Prima langsung membaca bacaan ayat kursi sambil memegang kepala Alexa. Alexa sendiri memberontak agar kepalanya tidak dipegangi semakin membuat temannya percaya bahwa Alexa memang kemasukan setan cengengesan. Saat Alexa berhasil menjauhkan tangan Prima dari kepalanya, dia langsung marah dan menampol kepala Prima.
"Apaan sih, lo kira gue kemasukan." Semua temannya menganggukan kepala membuat Alexa melototkan matanya pada semua temannya.
"Sudah, lanjutin permainan tadi aja," ucap Naya karena lelah permainan tadi belum dilanjutkan.
"Eh Ken, cepat pilih dong," balas Kenan.
"Dare aja deh," jawab Kenzi pasrah.
"Oke gue mau kasih lo tantangan ... " jawab Kenan sambil menggantungkan ucapannya.
Bersambung ...
Hai👋
Salam Kenal :)
Follow my ig @serlyymp_
Terus baca cerita aku, tunggu kelanjutannya oke.
Thanks❤
Salam Manis
Dari,
GeminiGirl❤