
Happy reading :)
Disadari atau tidak, diungkapkan atau tidak, cinta tetaplah cinta.
•••
Kenzi dan sahabatnya sedang di perjalanan menuju ke rumah Naya. Sebelumnya mereka membeli cemilan di minimarket itupun atas permintaan Axel.
Axel begitu antusias karena ia akan bertemu dengan Alexa, kesempatan ini ia pergunakan baik - baik untuk mendekati Alexa agar bisa suka kepadanya.
Mereka akan menghabiskan waktu di rumah Naya hari ini walaupun sekarang sudah sore.
"Eh Ken, lo gak lupa kan bawa gitar?" tanya Axel memastikan karena nanti ia ingin menyanyi untuk Alexa.
"Ada dibegasi mobil gue," jawab Kenzi, Axel langsung mengangkat kedua jempol tangannya. Sedangkan sahabatnya yang lain hanya geleng - geleng kepala melihat tingkah laku Axel yang begitu antusias.
"Bahagia amat lo." ledek Prima.
"Iya lah, lagi proses pdkt ini," jawab Axel sambil tersenyum lima jari.
"Pdkt lo bilang, mana mau Alexa sama cowok stres kayak lo," balas Prima.
"Heh liat aja, Alexa bakalan suka sama gue karena lo tau sendiri lah tampang gue kan sebelas dua belas sama artis Filiphin," ucap Axel berbangga diri.
"Yeh kalo menurut gue lo mirip banci Thailand asal lo tau," jawab Prima jengkel.
"Heh bilang aja lo iri liat muka gue yang lebih ganteng daripada lo," ucap Axel marah.
"Diam lo berdua, yang ganteng itu gue jadi kalian berdua yang masih dibawah rata - rata diam aja deh," ucap Kenan menyudahi pertengkaran mereka berdua.
"Enak aja, gue ya yang paling ganteng disini." sahut Kenzi tak terima, karena ia merasa bahwa dirinya lah yang paling ganteng diantara mereka.
"Iyain aja," ucap ketiga sahabat Kenzi kompak.
"Dimana sih rumahnya si Naya, daritadi gak nyampe - nyampe." keluh Prima karena sudah 20 menit perjalanan tapi belum juga sampai ke rumah Naya.
"Sabar dong, emang siapa sih yang mau lo lihat doi aja gak punya. Kasihan gue lihat lo," ucap Kenzi yang mempunyai mulut pedas.
"Benar tuh kata Kenzi, cari pacar sono," ucap Axel memanasi Prima.
"Eh lo jangan sok deh, punya pacar kagak tapi gaya lo sok udah punya pacar aja," balas Prima sinis.
"Ya udah kalian cepat cari pacar daripada nanti kalian kelumutan," balas Kenan jutek, karena ia lelah dengan temannya yang selalu memperdebatkan hal yang tidak penting.
"Kenzi lo bawa mobil kok kayak siput sih, lamban." protes Prima yang sepertinya tidak sabar untuk sampai ke rumah Naya.
"Eh Prima lo daritadi bacot aja ya, gue turunin lo di sini, mau lo ha?!" kesal Kenzi.
"Turunin aja," jawab Prima enteng.
"Oke." Kenzi menepikan mobilnya berniat untuk menuruni Prima di sini, tapi Prima tak kunjung turun dari mobilnya.
"Turun lo Prim," ucap Axel.
"Prima lo gak turun?" tanya Kenan.
"Kenapa lo masih diam di sini?" tanya Kenzi.
"Kalian pada tega turunin gue di sini?" tanya Prima miris.
"Tapi lo mau turun, gimana sih."
"Gue canda kali, yaudah jalanin lagi nih mobil," ucap Prima karena ia takut jika sahabatnya ini memang niat untuk menuruninya disini.
"Jangan ngebacot lagi lo." ingat Kenzi kepada Prima.
"Iya iya." Prima hanya memutar bola matanya. Kenzi kembali melajukan mobilnya, padahal untuk menuju rumah Naya hanya sekitar 5 langkah. Prima langsung terkejut karena rumah Naya dari tempat yang disuruh Kenzi menurunkannya sangatlah dekat. Kenzi tertawa melihat wajah terkejutnya Prima. Semuanya turun dari mobil dan langsung berdiri di depan pagar rumah Naya.
"Assalamualaikum," ucap mereka serentak.
"Waalaikumsalam," jawab Naya yang membuka pagar rumahnya. Ia langsung menyuruh Kenzi dan sahabat Kenzi untuk masuk. Mereka langsung masuk ke dalam rumah Naya dan langsung menyalami tangan Mama Naya yang kebetulan sudah tau kalau Kenzi dan sahabatnya berkunjung ke rumahnya.
Naya menyuruh mereka untuk ke taman belakang rumahnya yang kebetulan sahabat Naya sudah berada di situ. Mereka langsung duduk di tempat seperti pondok tapi sangat bagus, di sekililingnya banyak bunga yang berwarna warni kalau dilihat sangat indah, taman belakang rumah Naya begitu luas dan juga memiliki lapangan untuk memainkan basket.
"Hai semua," sapa Axel kepada sahabat Naya.
"Hai kak," jawab Yasmin sambil tersenyum sedangkan Alexa hanya diam saja, ia tidak senang jika Axel ada di sini.
"Ayo duduk disini kak." teriak Naya menyuruh mereka untuk duduk bersama di pondok yang cukup besar itu.
"Iya." teriak Kenan.
"Gue bawa cemilan nih," ucap Axel sambil mengeluarkan cemilan dari kantong kresek yang dia beli tadi.
"Gak usah repot - repot kak, disini juga ada kue kok. Itu Bi Kasinah lagi bawaain," ucap Naya sambil menunjuk Bi Kasinah yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah Naya.
"Iya tuh si Axel, masa ya dia bilang kalau lo gak bakal kasih kami makan," ucap Prima memanasi keadaan.
"Eh anying lo jangan bilang dong, malu kan gue," ucap Axel sambil menggaruk tengkuknya karena malu.
"Sans ae kak, gapapa kok," ucap Naya santai karena tak akan mempersalahkan yang tidak penting.
"Iya katanya dia mau pdkt sama Alexa," balas Prima cepat.
"Ya ampun kenapa gue di sini dipermalukan ya," ucap Axel miris. Semuanya tertawa mendengar ucapan Axel termasuk Alexa.
"Gue boleh minum Nay," ucap Kenzi sambil mengambil minuman yang sudah disediakan.
"Boleh kak."
"Alexa," panggil Axel pada Alexa.
"Apa," balas Alexa ketus, Axel saja sampai mengelus dadanya untuk sabar.
"Jangan jutek dong Xa." gemas Yasmin pada sahabatnya yang satu itu.
"Eh Ken mana gitar?" tanya Axel karena ia ingin menyanyikan satu lagu untuk Alexa.
"Itu?" jawab Kenzi dengan dagu yang ia arahkan ke gitar. Axel langsung saja mengambil gitar tersebut dan berdiri di depan mereka semua.
"Ekhem ekhem, di sini gue mau nyanyiin satu lagu untuk Alexa, wanita yang baru hadir dalam hidup gue tapi membuat gue langsung suka dengannya walaupun jutek tapi itu yang membuat gue tambah suka sama lo. Ya udah gue mulai ya."
Sebelumnya Axel mengambil kursi yang memang sudah ada di situ dan dia duduk di kursi tersebut di depan mereka semua. Axel mulai memetik gitarnya, matanya tertuju pada Alexa yang juga sedang menatapnya.
Sesungguhnya dan akulah pemilik hatimu
Kau kan rasa cinta yang terdalam
Bersamaku kamu bisa bahagia selamanya
Sepantasnya dirimu seutuhnya untukku
Sempurnamu bila bersamaku
Dan denganku kita kan bahagia selamanya
Sumpah ku mencintaimu, sungguh ku gila karenamu
Sumpah mati hatiku untukmu, tak ada yang lain
Mati rasaku tanpamu, henti nafasku karenamu
Sumpah mati aku cinta
Sepantasnya dirimu seutuhnya untukku (untukku)
Sempurnamu bila bersamaku
Dan denganku kita kan bahagia selamanya
Sumpah ku, sungguh ku
Sumpah mati hatiku untukmu, tak ada yang lain
Mati rasaku tanpamu, henti nafasku karenamu
Sumpah mati aku cinta oooh
Sumpah ku mencintaimu, sungguh ku gila karenamu
Sumpah mati hatiku untukmu, tak ada yang lain
Mati rasaku tanpamu, henti nafasku karenamu
(sumpah mati aku cinta) sumpah mati aku cinta
Sumpah mati ku cinta, sungguh cinta
Seventeen - sumpah ku mencintaimu
Semuanya kagum mendengar suara Axel yang merdu, apalagi menyanyikan dengan begitu menghayati sangat mendapatkan feelnya. Alexa begitu terharu karena dinyanyikan dengan lagu yang sungguh indah, setelah Axel menyanyi Alexa tersenyum pada Axel yang langsung dibalas Axel dengan senyumannya.
Bersambung ...
Hai👋
Salam kenal :)
Dengerin juga ya lagunya, sumpah itu lagu bagus banget gak bosen dengerinnya😂
Follow my ig @serlyymp_
Thanks❤
Salam Manis
Dari,
GeminiGirl❤