
Happy reading :)
Cinta bisa memperbudakmu! Cinta bisa membuatmu bodoh! Dan cinta juga bisa membuatmu lupa dengan dirimu sendiri!
¤¤¤
Naya sedang melamun sambil tidur di kasurnya, dia mengingat bagaimana dulu pendekatannya dengan Daniel, mantannya.
"Naya, kamu dengan Daniel akan mengikuti lomba Sains ya. Kami harap kamu dengan Daniel bisa belajar bersama dan dapat memenangkannya," ucap guru yang ada di hadapan Naya, Bu Lita.
"Assalamualaikum," ucap seseorang yang baru masuk di ruang guru sambil mengambil nafas, terlihat dari wajahnya yang berkeringat, sepertinya ia habis berlari.
"Waalaikumsalam," ucap Buk Lita dan Naya bersamaan.
"Maaf baru datang buk," ucap cowo tersebut yang bernama George Daniel yang biasa dipanggil Daniel.
"Iya gapapa, kamu udah tau kan. Ngapain saya panggil ke sini dengan Naya?" tanya Buk Lita sambil menaikkan alisnya sebelah. Daniel mengangguk tanda tau.
"Baik, semoga kalian menang lagi."
"Semoga bu," ucap Naya sedangkan Daniel hanya tersenyum.
Mereka berdua jalan keluar dari ruangan guru. Ingin menuju ke kelas masing - masing. Naya di kelas 9 A sedangkan Daniel di kelas 9 B, kelas mereka bersebelahan.
"Lombanya kan minggu depan, jadi minggu ini kita harus belajar bareng biar bisa menjawab soal yang di kasih," ucap Daniel. Naya hanya menganggukkan kepalanya.
"Tempatnya kayak biasa kan? Di cafe dekat rumah aku?" tanya Naya.
"Iya, kayak biasa. Udah sampe nih, masuk gih." suruh Daniel setelah mengacak rambut Naya.
"Berantakan ih." kesal Naya sambil merapikan rambutnya.
"Aku masuk dulu ya," ucap Naya sambil masuk ke kelasnya setelah Daniel menganggukkan kepala sebagai jawaban.
Ya, mereka Naya dan Daniel. Mereka belum pacaran, tapi mereka masih temanan. Belum tau besok, lusa atau ke depannya. Tapi, Naya nyaman dengan Daniel. Mungkin dia sudah mempunyai rasa dengan Daniel. Bagaimana tidak? diperlakukan seperti itu, pasti kalian cewe akan baper sama hal nya dengan Naya. Naya baper dengan perlakuan Daniel padanya.
Naya juga mendengar bahwa Daniel juga mempunyai rasa padanya. Jadi, dia rasa cintanya akan terbalaskan.
~
Sudah beberapa bulan ini, kedekatan mereka makin terlihat. Banyak orang mengira mereka sudah pacaran, tapi Naya selalu mengatakan kalau mereka belum pacaran karena memang itu kenyataannya, Daniel belum menembaknya atau mengajak Naya jadi pacarnya. Setiap hari, Daniel mengantarkan Naya pulang dengan motor maticnya, Naya tak pernah menolak karena itu membuat dia bahagia.
Sampai dimana, dua bulan dia menjalani teman tapi mesra dengan Daniel. Dan waktu dimana Naya menunggu itu, Daniel mengajak Naya jadi pacarnya. Naya tentu tidak menolak, yang ada dia bahagia dengan ajakan Daniel itu.
~
Sebenarnya Daniel tidak pintar seperti Naya, tapi dia memiliki trik supaya nilainya tinggi dan karena itu ia selalu mendapatkan nilai yang tinggi. Dan juga, lomba - lomba yang diikutinya dengan Naya tidak semurninya ia kerjakan. Paling - paling cuman lima buah soal paling banyak ia kerjakan biar gak disangka ia hanya numpang nama saja. Dan selebih soalnya, Naya yang mengerjakan.
Naya gak mempersalahkan itu semua, toh yang penting Daniel ada beberapa soal yang ia kerjakan.
Saat pacaran, Daniel selalu menyuruh Naya untuk membuat pr nya. Untuk mengisi lembar lks yang berpuluh puluh halaman itu. Dan juga, menyuruh Naya izin keluar kelas saat Daniel ada ulangan. Daniel selalu membawa lembar jawaban ulangannya keluar saat izin dan diberikan kepada Naya dan selalu Naya yang menjawab.
Sehingga nilai Daniel tinggi, dan belum sampai itu, Daniel selalu menganggu Naya saat belajar, menyuruh Naya keluar lalu mengajak Naya mengobrol berdua di taman belakang sekolah. Sampai membuat Naya sering bolos dalam jam pelajaran, sedangkan Daniel? Ia selalu izin terlebih dahulu dengan alasan yang bermacam macam ia beri. Naya juga izin tapi hanya izin ke toilet tapi gak berbalik lagi ke kelas, membuat dia dicap bolos.
Naya juga sudah terkenal nakal di sekolahnya, bahkan nilainya sudah turun. Tapi dia belum menyadari itu semua, karena masih sibuk dengan Daniel. Tapi ini yang dimaksud Daniel, ini kesempatan dia untu membuat menjatuhkan nama Naya dan benar itu sudah terjadi.
~
Mereka bertanya seputar hubungan Daniel dengan Naya.
"Gimana hubungan lo dengan Naya?" tanya salah satu teman Daniel yang lagi menghisap rokok. Mereka santai saja melakukan hal nakal apapun jika berada di taman belakang sekolah ini, karena jarang guru - guru yang datang ke sini.
"Baik," jawab Daniel sambil menghembuskan asap rokok ke udara.
"Lama - lama nama lo baik dikenal di sekolah nih," ejek satu teman Daniel yang lagi memakan kuaci.
"Iya dong, Daniel gitu loh," ucap Daniel sambil menepuk dadanya tanda bangga.
" Tapi pacar lo udah dicap buruk tau."
"Bagus kalau gitu," jawab Daniel santai.
"Lo benaran suka gak sih sama Naya?"
"Gila aja gue benaran suka sama dia, gue gak sebanding sama orang pintar. Tapi gue lebih sebanding dengan orang licik," ucap Daniel sambil tersenyum miring.
"Maksud lo, lo gak ada perasaan sama Naya? Lah terus ngapain lo pacaran sama dia?"
"Gak ada lah, males banget gue kasih hati gue ke cewe bodoh kayak dia. Gue pacarin dia hanya untuk buat namanya buruk di sekolah ini, dan buat nilainya lebih rendah dari gue. Lah, licik kan gue? Lihat aja sekarang nama gue terus dibanggakan guru dan jangan lupa nama gue ditingkat atas murid terpintar di sekolah ini. Tapi ya, gue ga mau bilang diri gue pintar, gue lebih senang bilang diri gue licik. Karena itu kenyataannya." Daniel tersenyum licik.
Prang
Terdengar seperti vas bunga jatuh, dan benar tak jauh dari tempat Daniel dan teman - temannya. Ada Naya yang lagi berdiri mematung. Daniel dan teman - temannya terkejut, setelah itu santai saja, karena melihat wajah Daniel yang santai jadi mereka juga ikut santai.
Naya berjalan ke arah Daniel, lalu mengucapkan kata yang mungkin tak mau orang ucapkan dalam sebuah hubungan.
"Lo licik! Dan gue pintar! Maka dari itu, gue pergunain pintar gue buat putusin lo! Sekarang gue baru tau kebusukan lo! Dan gue mau Putus!" ucap Naya sambil berlari.
"Bagus kalau gitu, emang dari dulu gue mau putus dari lo! Tapi gue masih punya hati untuk buat lo lebih ingin sakit hati lagi!" teriak Daniel sambil tertawa jahat.
~
Naya benci dengan Daniel setelah kejadian dimana dia mendengar ucapan yang licik dari mulut Daniel.
Setelah itu semua, Naya bangkit. Dia memulai memperbaiki sedikit demi sedikit. Nama baiknya kembali setelah lama hilang karena dicap buruk. Nilainya rata - rata banyak sempurna karena banyak nilainya di atas 95. Membuat dia kembali dikenal anak baik dan anak yang dibanggakan di sekolah.
Naya sudah tertidur saja, setelah mengingat masa lalunya dengan Daniel, mantan yang membuat luka dalam pada dirinya.
Bersambung ...
Satu kata, buat DANIEL?
Gimana menurut kalian si Daniel kang licik ini? Kalau ada orang kek begini, mau diapain? Dihempas ke laut aja? Atau digorok pake cangkul? Wkwk
Follow ig aku @serlyymp_
Salam manis
Dari
Geminigirl❤