Married With Senior

Married With Senior
30. Kemenangan



Happy reading :)


Hampir 2000 kata, wow


Pagi yang cerah secerah hati Kenzi yang sudah mengetahui kemenangan Naya mengikuti lomba kemarin. Ia berniat untuk membolos saat ini, karena merasa tidak sabar akan traktiran Naya.


Sebenarnya pengumuman belum dikasih tau di mading ataupun diumumkan secara langsung. Yang namanya Kenzi sudah pasti mempunyai seribu jurusan, dengan cara pura - pura curhat kepada Pak Basri karena Pak Basri lah yang mengatur tentang lomba olimpiade dan pengumuman pemenang juga Pak Basri yang lebih tau dahulu.


Dengan mengucapkan selamat atas kelahiran anak Pak Basri yang ucul. Dan juga curhat tentang bagaimana ia juga ingin mengikuti lomba yang seperti kemarin.


"Pak, kalau bisa daftarin saya kalau ada olimpiade lagi," ucap Kenzi sambil menatap Pak Basri yang sibuk memandang foto anaknya yang baru lahir kemarin.


"Kamu kalau ngomong enak ya, mana mungkin saya ikutin kamu ke olimpiade yang pesertanya sudah dipastikan memiliki otak cerdas."


"Saya kan cerdas pak!" seru Kenzi tak terima.


"Orang kayak kamu mana cerdas, oh iya saya lupa cerdas dalam membolos nomor satu!" ucap Pak Basri sambil menampilkan jari satu.


"Itu bapak tau, ngomong - ngomong tentang bolos. Nanti saya mau bolos loh pak," kata Kenzi sambil senyum ke Pak Basri.


"Ya udah bolos aja, emang gue pikirin." Pak Basri bodo amat dengan Kenzi, sekarang ia lagi senang senangnya melihat foto anaknya yang ada di ponselnya.


"Bapak sebagai guru harus melarang muridnya bolos pak, kalau bapak gak ngelarang berarti bapak gak cocok jadi guru." Pak Basri langsung memukul meja sampai membuat Kenzi kaget, terlihat dari tampang Pak Basri yang menahan marah.


****** gue. Batin Kenzi.


"Maunya sih gitu saya sebenarnya gak mau jadi guru, saya maunya jadi bidan tapi takdir saya bawa saya ke sini ya gimana lagi." Pak Basri terlihat agak tidak bersemangat mengucapkan kalimat itu, mungkin merasa tidak terima dengan pekerjaannya sekarang ini.


Eh kampret, cowo


tapi mau jadi bidan menang banyak nih kalau gitu. Apa gue jadi bidan aja ya. Kenzi membatin dan juga bertanya pada dirinya sendiri.


"Bapak jangan salahin takdir, mungkin memang ini yang terbaik untuk bapak." Pak Basri hanya menganggukkan kepalanya.


"Kalau kamu mau bolos, temanin aja saya di sini." Kenzi melihat jijik ke arah Pak Basri yang merasa kenapa juga menemani Pak Basri nanti dikira tidak aman lagi.


"Ogah ah pak, masa saya temani bapak nanti saya dikira apa lagi," ucap Kenzi sambil mengeliukkan badannya merasa jijik.


"Ntar saya kesepian kalau gak ada kamu."


"Resiko bapak itu, saya pamit dulu pak. Dadah pak." Kenzi melambaikan tangannya sambil berlari terbirit birit keluar dari ruang guru tersebut.


"Bisa gak waras gue kalau lama - lama dekat bapak gila." gumam Kenzi sambil berjalan ke arah Kantin.


Sebenarnya bel masuk sudah berbunyi, tapi kalian tau kan apa yang dibilang Kenzi kepada Pak Basri tadi kalau ia mau bolos?


Ya begitu ia benar ingin mau bolos tanpa sepengetahuan siapa pun. Termasuk tanpa sepengetahuan temannya, tapi tanpa dibilang pun sudah dipastikan temannya bakal tau kalau Kenzi bolos.


Kenzi memesan siomay dan es jeruk lalu duduk di meja kantin paling pojok. Kenzi makan sambil memainkan ponselnya.


Saat makan lagi, ponsel Kenzi berbunyi menandakan ada panggilan masuk.


Hallo


Iya kenapa


Kemana lo bos?


Tanya Axel sambil berbisik bisik mungkin karena guru yang mengajar di kelas mereka sudah masuk.


Kantin


Lah gak masuk kelas lo?


Kalau masuk kelas udah dari tadi gue masuk kali


Lo bolos ya?


Udah tau gue gak masuk kelas, berarti bolos lah. Udah menurun aja otak lo!


Kok ngak ngajak ngajak sih bolosnya!!


Axel tampak kesal karena ia berbicara agak teriak.


Apa kamu ingin bolos Axel?


Enggak buk, ini saya lagi baca buku yang judulnya cara bolos yang baik dalam jam pelajaran.


Terdengar suara tawa. Kenzi juga ikut tertawa melihat kebodohan Axel.


Gitu aja pake ngeles, kalau berani sini samperin


Gak ah, gue mau jadi anak teladan dulu sejam nanti baru gue susul. Gue matiin dulu ya, berbahagia lah bosQu


Alay


Telpon langsung diputuskan oleh Axel. Kenzi melanjutkan makan yang sempat terhenti karena Axel yang bodoh menelponnya.


Setelah selesai makan, Kenzi berjalan ke uks berniat ingin tidur.


¤¤¤


Naya yang lagi membahas soal yang diberikan guru terhenti saat namanya disuruh ke ruang guru dan juga nama nama yang ikut olimpiade kemarin.


Naya meminta izin kepada guru yang mengajar di kelasnya untuk diberi izin ke ruang guru. Saat guru tersebut sudah memberi izin, Naya langsung berjalan ke ruang guru.


Dia berjalan sambil bernyanyi pelan dan menjetikkan jarinya. Dia merasa bahagia hari ini, mungkin karena dia sudah memiliki feeling bahwa dia menang mengikuti lomba olimpiade kemarin.


Saat ingin membuka pintu ruang guru, Naya melihat cowo seperti Kenzi yang masuk ke uks.


Masa iya Kenzi, ah orang lain mungkin. Batin Naya yang menganggap orang yang masuk ke uks adalah orang lain.


Padahal yang masuk ke uks itu memang Kenzi yang berniat untuk tidur. Bolos tapi ke uks apalagi untuk tidur, datang ke uks pura - pura sakit padahal mah alasan aja.


"Pak Basri ada apa ya?" tanya Naya ke Pak Basri yang sibuk membagi uang ke dalam amplop.


"Oh ya Naya, kamu kan kemarin ikut olimpiade dan alhamdulillah kamu menang lagi dan juga teman kamu yang lain juga menang," ucap Pak Basri sambil tersenyum bahagia melihat anak muridnya yang satu ini, yang bisa mengharumkan nama sekolah.


"Iya pak? alhamdulillah." Naya bersyukur karena tidak sia - sia mengikuti olimpiade seperti itu.


"Ini royalti atas kemenangan kamu dan juga ada tambahan dari sekolah, selamat ya kalau bisa pertahankan kecerdasan kamu ini." Pak Basri menyerahkan amplop putih yang berisi uang. Naya mengambil amplop tersebut.


"Terima kasih banyak pak, uangnya saya terima ya pak," ucap Naya sambil tersenyum ke Pak Basri.


"Iya, ya udah silahkan balik ke kelas lagi belajar. Oh iya yang bawa mobil kemarin si Kenzi katanya tadi ke bapak mau bolos, cowo nakal kaya gitu kalau bisa kamu jangan sampai mau pacaran sama dia ya."


Eh bapak gak tau aja, kalau saya udah mulai suka sama dia, ucap Naya dalam hati.


Kita lagi pedekate bapak!! ingin sekali Naya teriak tak terima karena Pak Basri memburukkan Kenzi tapi sama saja dia melawan guru jadinya dia hanya senyum saja membalas ucapan Pak Basri.


"Saya pamit dulu pak, assalamualaikum." pamit Naya sambil menyalami tangan Pak Basri.


Naya berjalan keluar dari ruang guru, saat di pintu dia bertemu dengan teman yang lain yang juga mengikuti olimpiade.


"Eh udah ada di sini aja lo Nay, tadi kami jemput tapi guru lo bilang lo udah duluan. Gercep banget," ucap Sandi sambil terkekeh. Juga Naya ikut terkekeh.


"Gue sangka kalian pergi sendiri sendiri, taunya pergi sama - sama. Ya udah lah, gue juga ambil royaltinya dan alhamdulillah kita menang. Gue pamit dulu ya," ucap Naya sambil berjalan melalui mereka.


"Apa benar ya yang tadi itu Kenzi, dia sakit atau bolos tapi kalau bolos ngapain ke uks?" tanya Naya pada dirinya sendiri.


"Gue cek aja ke uks ya," ucap Naya lagi pada dirinya sendiri. Dia berjalan ke uks yang memang tidak jauh dari ruang guru tadi.


Naya masuk dan melihat ke dalam uks. Semua tirai ditutup, Naya jadi ragu untuk membuka tirai itu, takutnya orang lain yang tidur bukan Kenzi. Dengan segala keberanian, dia membuka tirai pertama menghasilkan bunyi yang cukup keras membuat yang tidur di brankas itu jadi bangun.


Naya terkejut melihat cowo yang di hadapannya ini tidak menggunakan baju, lalu ia segera menutup matanya dengan tangan lalu berteriak histeris.


"Eh kenapa gak pakai baju?" tanya Naya yang masih menutup matanya dengan tangan.


Cowo itu berjalan ke arah Naya, lalu menutup tirai yang tersibak tadi. Senyum jahil terpatri di wajah sang cowo.


"Udah pakai baju belum? Kenapa bunyi tirai di tutup, lo tutup ya tirainya?" tanya Naya yang was was.


"Udah pakai baju gue, buka dong matanya."


"Kenziiii!!pakai baju lo apa, ini di sekolah ya nanti dikira yang enggak enggak lagi!!" teriak Naya histeris sambil kembali menutup matanya.


"Iya iya, ini gue lagi pakai bajunya. Udah, buka mata lo!" suruh Kenzi.


"Udah pakai baju belum?" tanya Naya memastikan, nanti kalau Kenzi belum pake baju kan Naya juga yang susah.


"Udah ah, buruan buka!" kesal Kenzi.


"Buka apaan *****?!" teriak Prima yang menyibak tirai tadi.


"Kalian mau berbuat mesum ya?" lanjutnya.


"Iya dan lo ganggu aja! Sono pergi!" usir Kenzi yang terganggu dengan kehadiran Prima.


"Astagfirullah, ini sekolah gak untuk berbuat mesum. Ish ish anak jaman sekarang sungguh keterlaluan." Prima geleng - geleng kepala sambil berdecak.


"Mirip lo yang alim aja."


"Sana kalian pergi, gue lagi sakit mau istirahat tapi disuguhkan dengan pendengeran yang tidak enak, astagfirullah." Prima mengelus dadanya sambil beristighfar berulang kali.


Kenzi langsung menarik tangan Naya keluar dari uks.


"Lo gak belajar?" tanya Kenzi kepada Naya yang lagi duduk di kursi depan uks.


"Lo sendiri gak belajar? Oh iya lupa, lo kan bolos," ucap Naya sambil memutarkan bola matanya jengah.


"Siapa bilang?"


"Pak Basri."


"*****, tu bapak ember bocor juga," ucap Kenzi sambil cengegesan ke Naya.


"Gue balik kelas dulu." pamit Naya beranjak dari tempat duduk.


"Jangan ngambek," ucap Kenzi yang lagi menahan tangan Naya agar tidak pergi.


"Enggak."


"Jangan ngambek nanti cantiknya hilang." Kenzi menaikkan sudut bibir Naya agar berbentuk tersenyum.


"Dibilang enggak tadi, gue gak ngambek kalau lo balik ke kelas sekarang." suruh Naya membuat Kenzi berpikir lalu mengangguk.


"Untuk gadis Kenzi, apa yang enggak sih."


Mereka berjalan beriringan menuju kelas masing - masing. Sambil berbicara, Kenzi yang meminta traktiran kepada Naya sesuai janji kemarin.


¤¤¤


Bel pulang sudah berbunyi, kini Kenzi dan teman - temannya berjalan menuju kelas Naya.


Saat sampai di kelas Naya, Naya dan temannya juga baru keluar dari kelas.


"Udah Nay, jadikan traktir gue?" tanya Kenzi saat sudah berhadapan dengan Naya.


"Apa?! Lo traktir Kenzi Nay? Terus kami gak lo traktir?" tanya Yasmin histeris.


"Traktir lah, tapi gak sekarang, besok aja ya," ucap Naya sambil tersenyum.


"Gak adil Nay, masa Kenzi aja lo traktir. Kami juga mau lah," ucap Axel sambil menunjuk ke semua temannya. Naya hanya melihat ke arah Kenzi yang sepertinya menahan marah. Lalu bertanya pendapat Kenzi apa setuju teman - temannya ikut.


"Terserah lo aja Nay," jawab Kenzi acuh. Kenan yang melihat ekspresi Kenzi yang kurang setuju dengan mereka yang ikut, angkat bicara.


"Gak usah Nay, tapi kalau lo mau traktir. Besok aja samaan dengan teman lo," ucap Kenan agar nanti gak terjadi pertengkaran.


"Gapapa, semuanya ikut aja," ucap Kenzi sambil berjalan duluan.


*****, percuma gue bahagia dari tadi pagi senyum - senyum sendiri mengkhayal gimana nanti gue jalan berdua sama Naya, tapi yang ada rame - rame sama teman *******. Batin Kenzi yang kesal.


Tapi bagaimanapun, ia tetap menahannya. Ia tak boleh egois, senang ia senang juga temannya, susah senang bersama itu baru pertemanan yang sejati.


Bersambung ...


Partnya lumayan panjang :)


Suka gak sama ceritanya?


Jangan lupa kasih vote dan komen readers yang tersembunyi


Follow ig aku @serlyymp_


Dan akun wp aku ini :)


Salam Manis


       Dari


GeminiGirl❤