
Happy reading :)
Jangan merasa benar, jika tidak tau yang sebenarnya. Boleh marah asalkan sudah tau apa kebenarannya.
♡♡♡
Senin yang begitu cerah, semua siswa siswi SMA Pelita sudah berdiri di lapangan. Semuanya akan mengikuti upacara bendera yang emang dilakukan setiap Senin bagi seluruh sekolah yang ada di Indonesia.
Kenzi dengan seragam serba rapinya, mulai masuk ke barisan. Banyak yang menatap heran ke arah Kenzi, tak biasanya ia serapi itu tapi ada juga sebagian siswi yang senyum - senyum sendiri melihat penampilan Kenzi yang seperti anak culun. Cute.
"Kenzi kamu di depan barisnya!" titah Bu Dwi yang menjadi pembina upacara saat ini. Kenzi menengok kiri kanan, karena ia ragu siapa yang di suruh oleh Bu Dwi tadi.
"Iya kamu Kenzi Amero, yang namanya Kenzi cuman kamu, gak ada yang lain. Kalaupun ada mungkin kamu yang memplagiatkan namanya!" Kenzi ingin memprotes tapi ia takut, saat melihat Naya yang diam - diam memperhatikannya. Jika ia akan protes bisa jadi rencana untuk terlihat baik di depan Naya akan sia - sia. Sekarang Kenzi ingin berubah, setidaknya sebagai minta maaf kepada Naya. Dengan mencoba hal kecil, dan jika sudah terbiasa dengan sikap baiknya pasti nantinya sikapnya akan berubah dengan sendiri.
Kenzi langsung berdiri di depan barisan, ia gugup saat dipandangi oleh semua orang, Kenzi menggaruk tengkuknya salah tingkah.
Anjayy kenapa semuanya liatin gue sih, kan gue jadi salting. Kenzi malu sendiri, dan melihat ke arah Naya yang hanya menampakkan tampang datar.
Axel yang berdiri di belakang Kenzi menyikut pinggang Kenzi sambil berbisik.
"Eh lo kesambet ya?" Kenzi mengerutkan dahinya tidak mengerti. Sejujurnya ia tidak mendengar apa yang diucapkan Axel.
"Lo ngomong apa sih?" tanya Kenzi sambil menaikkan alisnya.
"Lo kesambet apa?" ulang Axel.
"Ketembat?" sekarang Axel yang dibuat bingung, sepertinya Kenzi memang kemasukan. Ia menarik rambut belakang Kenzi keras membuat Kenzi mengaduh.
"Apa?" tanya Kenzi lagi, ia berdiri di area yang cukup rawan karena di depannya bediri para guru yang juga mengikuti upacara bendera jadi pandangan guru bebas untuk melihatnya.
"LO KESAMBET APA ANJIRR??!!" teriak Axel yang cukup keras, membuat semua orang menoleh kepadanya. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan menahan malu yang luar biasa.
"Mampos lo!!" teriak Kenzi di telinga Axel.
"Kamu yang teriak, aman?" tanya Bu Dwi.
"Aman sejahtera bu!!!" teriak Axel cukup keras membuat orang yang berada di dekatnya menutup telinga.
"Ohh kalau aman, sini kamu berdiri di depan gantiin saya!!" Axel keblablasan ia jadi panik sendiri karena merasa takut.
"Ga usah bu, saya disini aja. Tenang aja bu, saya gak akan selingkuh kok hati saya hanya untuk ibu seorang." Axel membuat simbol hati di tangannya, semuanya tertawa membuat Axel merutuki dirinya sendiri yang sungguh bodoh.
"Berani - beraninya kamu sama saya, kamu gak tau saya ha?!"
"Mana bisa saya tau bu, sedangkan pdkt aja kita belum," ucap Axel membuat wajah Bu Dwi merah padam menahan amarah.
"Gak usah pdkt, saya akan jadikan kamu suami ke tujuh saya sekarang!!" Bu Dwi menghadapkan tangannya ke depan dengan jari yang berjumlah tujuh, sesuai dengan pernyataannya tadi.
"Eh jangan bu, saya cuma bercanda."
Mati gue kalau benaran jadi suami dia. Malaan gue lebih cocok jadi anaknya daripada suaminya, gila juga nih guru.Bucin tingkat dewa. Axel mengelus dadanya seraya bersabar.
"Ya udah kamu diam jangan banyak bacot!" Axel hanya mangut mangut.
Upacara berjalan dengan baik walaupun sedikit ada kendala karena ulah Axel tadi. Semuanya kembali ke kelas, begitupun Kenzi yang sudah duduk tenang di kursi kebanggannya sembari menunggu guru datang.
"Woi kenapa lo berubah gini?" tanya Axel sambil memukul pundak Kenzi pelan. Kenzi hanya mengangkat bahu acuh.
"Bucin nih, cuman gara si Naya lo berubah kayak gini!gak asik lo!" tunjuk Prima ke wajah Kenzi, membuat Kenzi berdiam sejenak lalu menjawab ucapan Prima tadi.
"Urusannya sama lo apa?"
"Lo berubah, lo gak Kenzi! lo gak culun gini! masa karena cewe lo jadi culun!banci!" semua orang terdiam mendengar penuturan Prima yang mungkin menyakitkan hati tapi tidak bagi Kenzi yang menganggap itu hal biasa. Kenzi hanya menganggukan kepalanya.
"PRANKKKKK!!!" teriak Axel sambil tertawa. Tapi Prima sepertinya memang bilang soal tadi sesuai ungkapan hatinya.
"Ya elah bohong gue, gak ada prank. Gue takut nanti lo berdua bertengkar, gak baik sesama sahabat bertengkar cuman karena hal sepele." Kenan yang baru masuk kelas menatap heran ke arah sahabatnya yang menampilkan suasana yang cukup tegang. Axel langsung saja menghampiri Kenan menyuruh Kenan untuk menyuruh mereka berdua saling memaafkan.
♡♡♡
Axel memesan makanan mereka semua, Kenzi berjalan menuju meja yang ada Naya dan sahabatnya. Duduk di depan Naya yang asik menyantap makanannya.
Naya mendongak melihat Kenzi lalu menatap heran Kenzi, yang ditatap hanya cengengesan tak jelas. Kenzi menumpukan kepalanya dengan kedua tangannya lalu memandang Naya membuat Naya risih dan juga salah tingkah. Sahabat Naya yang lain tidak terganggu dengan kehadiran Kenzi, mereka masih asik saja menyantap makanan mereka keburu tidak habis saat bel berbunyi merasa rugi.
"Maafin gue." Naya hanya menatap Kenzi datar lalu mengangguk.
"Dimaafin gak?" tanya Kenzi memastikan.
"Iya."
"Serius?" Kenzi tampak antusias, Naya kembali mengangguk. Kenzi langsung bersorak heboh, membuat semua mata tertuju padanya.
"Okeh, nanti tunggu ya. Kita pulang bareng!" Kenzi mengerlingkan sebelah mata ke Naya lalu berjalan ke arah mejanya tadi.
Kita?
"Yuhu udah baikan nih cie." Yasmin mencolek pinggang Naya membuat dia kegelian.
"Aduhh sahabat gue bisa bucin ternyata." Alexa menggeleng - gelengkan kepalanya, melihat Naya yang juga bisa jatuh cinta ke orang, gak selalu melulu jatuh cinta sama pelajaran.
"Ya udahlah, kan itu saran kalian jadi gue ikutin. Balik ke kelas aja sekarang ya."
"Malu malu koechingg orenk lo."
♡♡♡
Bel pulang sekolah sudah berbunyi, kini Naya dan Kenzi sudah berada di parkiran. Kenzi langsung menjalankan motornya menuju rumah Naya. Saat di perjalanan mereka sama - sama canggung. Sampai rumah Naya pun masih canggung. Mereka tersadar saat Reyhan yang ingin membuka pagar untuk menjemput Naya, tapi saat melihat keluar sudah ada Naya dengan cowo membuat ia buru - buru keluar pagar untuk melihat dengan siapa adeknya pulang.
"Loh udah sampai di rumah aja Nay?" tanya Reyhan dengan mata yang memperhatikan Kenzi.
"Iya lah udah sampai di rumah, masa masih di jalan sih! Badan sama raga Naya aja udah disini, aneh." Reyhan hanya terkekeh.
"Dia siapa?" tanya Reyhan sambil menunjuk ke arah Kenzi.
"Teman."
"Teman apa deman."
"Saya teman Naya bang, gak tau nanti atau besok." Kenzi berjalan ke arah Reyhan lalu menyalami tangan Reyhan, buru - buru Reyhan menolak untuk disalami. Membuat Kenzi dan Naya merasa heran.
Bersambung ...
Maaf membuat kalian menunggu, eh ada gak sih yang nunggu cerita aku?😅 aku aja yang berharap mungkin ya:)
Jangan nunggu. Berat. Kamu gak akan kuat. Biar aku aja. 😂
Wahahaha
Sudah sudah
Bacot dariku jangan didengerin
Nanti ketularan gila aku
Yaudah see you👋
Jangan lupa kasih Vote n Komen zayeng
Follow my ig @serlyymp_
Dan jangan lupa juga follow akun @SerlyMP aku :)
Thanks❤