Married With Senior

Married With Senior
06. Pulang Bareng (b)



Happy reading :)


Sebelum menjatuhkan hati,


seseorang butuh tahu diri.


Sebab terjun bebas itu sakit


Nanti hatimu retak, hancur berkeping - keping.


Kenzi dan Naya sudah berjalan di koridor sekolah, sehabis bel pulang berbunyi Kenzi langsung menuju ke kelas Naya untuk mengajak Naya pulang bersama dengannya.


Naya berdiri di depan gerbang sekolah untuk menunggu Kenzi yang sedang mengeluarkan motor sportnya dari parkiran sekolah, selang beberapa waktu Kenzi datang dengan motor sportnya dan langsung menyodorkan helm ke Naya, saat bel istirahat berbunyi Kenzi melanjutkan bolosnya ia membolos dengan meloncat di tembok belakang sekolah, jalan pintas terbaik untuk membolos.


Sedangkan sahabatnya ia larang untuk membolos jadinya sahabatnya masuk ke kelas dan mengizinkan Kenzi ke guru yang mengajar di kelas mereka dengan alasan Kenzi sakit perut sebenarnya Kenzi bolos hanya untuk membeli helm baru untuk Naya.


Naya bingung untuk menaiki motor Kenzi karena motor Kenzi terlalu tinggi dia tidak tau harus memegang apa untuk naik, Kenzi yang peka langsung menyodorkan tangannya supaya Naya tidak susah untuk menaiki motornya, Naya langsung menyambut tangan Kenzi dan langsung naik ke motor sport Kenzi.


Kenzi langsung melajukan motornya dengan kecepatan rata - rata. Di perjalanan mereka tidak membahas ataupun berbicara, suasananya begitu hening hanya bunyi suara kendaraan lain yang terdengar. Mereka berdua sama - sama tidak tau topik untuk yang akan mereka bahas, sampai Naya lah yang memulai obrolan.


"Ini helm punya siapa kak?" tanya Naya kepada Kenzi karena yang Naya lihat helm ini masih baru dan berwarna pink, gak mungkin kan kalau helm ini punya Kenzi.


"Itu gue baru beli tadi."


"Tadi?"


"Iya pas bel istirahat selesai, gue langsung beli helm itu."


"Kak Ken bolos ya?" tanya Naya.


"Hehe iya," jawab Kenzi sambil terkekeh pelan.


"Ih Kak Ken kok bolos sih emang dibolehin keluar sama penjaga gerbang?"


"Enggak."


"Terus kok bisa keluar?"


"Gue loncat tembok belakang sekolah."


"Ihh gak boleh bolos saat masih jam pelajaran sekolah, lain kali jangan bolos lagi kak. Kakak kan udah kelas XII harus rajin belajarnya, kalau nanti kakak gak lulus gimana kan kasian masa ulang lagi sekolahnya," ucap Naya panjang lebar.


"Gak apa Nay, sekarang nakalnya nanti kalau udah mau ujian baru taubat, hehe."


"Ya seterah kakak, yang penting jangan sering bolos lagi."


"Siap Nay, eh ya Nay mampir ke cafe dulu ya gue mau ngisi perut, lo mau kan?"


"Iya boleh."


Kenzi membawa Naya ke cafe yang lagi trend yang ramai dikunjungi oleh anak muda jaman sekarang, dengan nuansa cafe yang indah dipenuhi dengan pajangan serta hiasan cafe yang sangat cantik dan menarik.


Kenzi membawa Naya duduk di tempat yang paling pojok karena memang tempat itu yang kosong yang lainnya sudah dipenuhi oleh pengunjung cafe lainnya.


Cafe ini baru dibuka seminggu yang lalu jadi banyak pengunjung yang ingin mengunjungi cafe ini apalagi cafe ini memberi diskon yang lumayan  bisa untuk menghemat uang, banyak anak remaja yang mengunjungi cafe ini karena memang cafe ini khusus untuk anak muda yang suka hangout bareng teman atau sahabat. Mereka memesan makanan masing - masing.


Setelah pelayan yang mencatat pesanan mereka tadi pergi, Kenzi langsung mengucapkan selamat kepada Naya karena sudah dapat memenangi olimpiade matematika yang sudah diikuti oleh Naya tersebut.


"Naya selamat ya, udah menangi olimpiade yang lo ikuti itu. Mangkanya gue ajak lo kesini sebagai hadiah atas apa yang udah lo gapai."


"Hmm makasih ya kak, gak usah repot - repot juga bawa aku kesini kasih aku hadiah, ucapan selamat aja udah gapapa kok," ucap Naya tak enak hati karena Kenzi harus repot - repot untuk membawanya ke sini.


"Gapapa kok Nay, lagian gue juga senang bisa ajak lo ke sini apalagi bisa dekat sama lo bisa kenal lebih jauh lagi dengan lo."


"Ohh gitu." pesanan mereka sudah datang, mereka langsung memakannya dengan hening tanpa ada yang mau memulai obrolan terlebih dahulu.


Setelah makanan mereka habis, mereka langsung keluar dari cafe tersebut. Kenzi langsung membawa motornya di jalan raya, Naya tidak perlu repot - repot untuk memberi tau arah jalan menuju rumahnya karena Kenzi sudah pernah mengantarkan Naya sampai rumah saat mereka berkenalan di taman dekat komplek perumahan Naya.


Sebelum mengantarkan Naya menuju rumahnya, Kenzi mengajak Naya ke taman yang sebelumnya sudah pernah mereka datangi, taman yang berada di dekat komplek perumahan Naya. Kenzi memarkirkan motor sportnya di parkiran yang sudah disediakan di taman tersebut.


Mereka berjalan beriringan memasuki kawasan taman tersebut, Kenzi mengajak Naya untuk duduk di bangku kosong yang ada di taman itu, masih hening tak ada yang ingin memulai obrolan baik itu Kenzi ataupun Naya, mereka sibuk memperhatikan anak kecil yang sedang bermain di taman tersebut, anak kecil itu begitu bahagia. Cukup lama dalam keheningan, Naya lah yang memulai obrolan.


"Kita ngapain ke sini kak ?" tanya Naya yang bingung karena Kenzi mengajaknya ke taman ini tapi tidak ada yang mereka lakukan hanya untuk melihat anak kecil yang lagi bermain.


"Gue kepingin aja," jawab Kenzi sambil menoleh ke arah Naya, Naya hanya diam saja setelah mendengar jawaban Kenzi. Mereka kembali sibuk dengan dunia masing - masing, hening terjadi diantara mereka mungkin karena tidak tahu topik apa untuk mereka bahas.


"Kak Ken, ada pedagang ice cream beli yuk, aku mau ice cream rasa vanilla, ayuk kak Ken," ajak Naya kepada Kenzi setelah melihat ada pedagang ice cream yang sedang berjualan. Kenzi langsung menoleh ke pedagang ice cream tersebut.


"Boleh, biar gue aja yang beli. Lo tunggu disini aja," ucap Kenzi, ia langsung menuju ke tempat penjual ice cream tersebut dan langsung memesan dua ice cream pesanannya dan pesanan untuk Naya yang rasa vanilla. Sedangkan Naya sibuk memperhatikan Kenzi yang sedang memesan ice cream tersebut.


Saat ice cream pesanan mereka selesai, Kenzi langsung membawa ice cream tersebut dan langsung memberinya kepada Naya yang langsung diterima oleh Naya dan langsung memakannya. Mereka sama - sama sibuk menghabiskan ice cream tersebut, setelah ice cream tersebut habis Kenzi membuka obrolan dengan Naya.


"Hmm Nay," ucap Kenzi.


"Ada apa kak?" tanya Naya.


"Gue mau nanya, boleh?" tanya balik Kenzi yang langsung dianggukan kepala oleh Naya sebagai jawaban.


"Lo punya mantan?" tanya Kenzi lagi.


"Punya."


"Hmm berapa?"


"Satu."


"Satu?" tanya Kenzi tak percaya, Naya langsung menganggukkan kepalanya.


"Jadi dia berharga ya buat lo, kenapa bisa putus?"


"Karena dia udah sakiti aku, aku pikir dia yang terbaik tapi apa dia yang sakiti aku secara halus hanya untuk membalas dendamnya," ucap Naya sambil menatap lurus ke depan.


"Dendam?"


"Hmm iya kak."


"Lo masih sayang dia?" tanya Kenzi lagi.


"Iya." Kenzi langsung terdiam setelah mendengar ucapan Naya.


Gue yang akan buat hidup lo bahagia lagi Nay, gue janji gue yang terakhir di hidup lo, walaupun gue brengsek sering mempermainkan hati cewek, tapi gue yakin lo yang akan ngerubah gue jadi baik, gue akan dapetin lo untuk jadi milik gue. Kenzi membatin.


"Ohh gitu, lo gak mau buka hati untuk orang lain?"


"Aku belum bisa kak, aku mau menghilangkan rasa sakit yang ada dihati aku dulu," ucap Naya, Kenzi hanya menganggukkan kepala. Mereka sama - sama kembali diam.


"Nay balik yuk, udah mau sore," ajak Kenzi. Mereka jalan beriringan menuju parkiran, Kenzi langsung membawa motornya menuju rumah Naya yang tidak jauh dari taman tadi.


Naya masih terdiam masih memikirkan mantan pacarnya yang sangat dia sayang, ya begitu sayangnya dia ke mantan pacarnya itu yang jelas - jelas sudah membuat hatinya terluka. Saat sampai di depan rumahnya Naya masih saja termenung sampai tak menyadari bahwa dia telah sampai, sampai Kenzi mengagetkannya barulah dia tersadar dari lamunannya.


"Nay," teriak Kenzi di hadapan Naya.


"Eh."


"Udah sampai nih, lo gak mau turun apa lo mau ikut gue ke rumah gue tidur di rumah gue aja, ha?!."


"En ... ngak," ucap Naya terbata - bata, dia langsung turun dari motor Kenzi.


"Makasih ya kak," ucap Naya yang langsung dibalas anggukan kepala oleh Kenzi.


"Ya udah gue balik dulu."


"Hati - hati kak," teriak Naya sambil melambaikan tangannya ke arah Kenzi yang sudah melajukan motornya. Naya langsung masuk ke rumahnya, saat di ruang tamu suara abangnya langsung mengintrogasinya.


"Darimana lo dek, kok baru pulang? tuh cowok tadi siapa lo?" tanya Reyhan kepada Naya. Reyhan tadi sempat mengintip ke jendela luar dan melihat adiknya diantarkan oleh seorang cowok.


"Gak bisa nanyanya satu - satu, pusing gue mau dijawab yang mana dulu."


"Jawab aja, ribet amat lo." Naya langsung memutarkan bola matanya.


"Tuh cowok cuman teman gue," jawab Naya.


"Teman apa pacar, hayo," ucap Reyhan mengusili adeknya itu.


"Teman gue bilang."  Naya marah, abangnya selalu saja mengusilinya.


"Yaa, udah marah aja, gue baru nanya itu loh," jawab Reyhan sambil tertawa. "Ya udah sana loh mandi, bau tau," lanjut Reyhan. Naya hanya memutar bola mata malas dan langsung berlari menuju lantai dua tempat kamarnya berada Naya langsung membersihkan dirinya.


Gue akan buat lo lupain mantan lo itu, karena gue yang akan membuat lo bahagia sampai kapan pun karena lo yang pertama mengisi hati gue. Batin seseorang.


Bersambung ...


Hello salam kenal :)


Ini cerita pertama aku, kepikiran aja ingin buat cerita buat ngisi waktu kosong, haha. Ternyata senang loh bisa buat cerita walaupun imajinasi yang penting kreatif :')


Follow ig aku @serlyymp_


Bakalan di follback kok, tenang aja 👌


Asalkan kalian dm :') kalau gak dm gak aku follback wkwk.


Follow juga akun wp aku SerlyMP


Terimakasih❤


Salam Manis


        Dari,


GeminiGirl❤