
Happy reading :)
**Jika kata maaf ada, tolong jangan lagi melakukan kesalahan yang sama.
-Naya Alzata Mahda**-
Kenzi masih sibuk berkelahi, ia tidak peduli dengan sekitar, fokusnya hanya kepada lawan. Membuat ia tidak sadar, bahwa Naya tadi melihatnya. Kenzi pantang menyerah untuk berkelahi, karena berkelahi sudah dianggap hobi baginya. Jika ada yang menantang dengan senang hati akan ia sambut. Dengan tangan kosong pun akan ia lawan, melupakan apa akibat dari itu semua. Bisa saja kan, ia terkena luka parah atau mati di tempat.
Sudah satu jam mereka berkelahi, sampai lawannya pun minta ampun karena merasa sudah kalah, mereka tak sanggup lagi melawan kelompok Kenzi yang begitu hebat berkelahi.
"Ngaku kalah juga kan lo, banci!" tunjuk Axel kepada semua lawannya.
"Alah cih, jangan sok jadi pahlawan deh. Karena yang pahlawan itu kita - kita, ya ngak bro," ucap Prima sambil memukul bahu temannya.
"Jangan ngaku lo, kampret. Pahlawan apa yang berkelahi kayak gini, pahlawan itu yang membela negara ******!" ucap Radit yang merupakan ketua dari lawan mereka.
"Berani lo bilang kami ******?" tanya Prima.
"****** *****!" teriak Radit tepat di telinga Prima, Prima langsung saja menjambak rambut Radit, lalu ia putar - putarkan membuat Radit menahan sakit karena merasa rambutnya ingin putus.
"*****, pusing nih gue. Berhenti dong!" Radit menepuk - nepuk tangan Prima, semakin membuat Prima menjadi - jadi memutarkan kepala Radit. Semua orang tertawa termasuk teman Radit pun menertawakannya.
"Nih gue lepasin, kasihan gue liat lo. Udah kalah, banyak bacot lagi, ada ya orang kayak lo. Mati aja lo!" dorong Prima membuat Radit tersungkur.
"Iya ada, gue orangnya. Kalian juga gak bantuin gue, malah diketawain. Teman laknat kalian semua!" Radit geleng - geleng kepala melihat temannya yang hanya menertawakan penderitaannya.
"Sono, pergi kalian!" usir Kenzi, lalu berjalan ke tempat motornya. Diikuti oleh temannya.
"Pergi ush ush." Prima melayangkan tendangannya kepada lawan, membuat semuanya kabur.
"Ya udah, ayo kita cabut!" titah Kenzi.
"Gak ngumpul dulu kita nih?" tanya Kenan kepada semuanya.
"Boljug tuh, kemana?" tanya Kenzi.
"Ke hati babang Kenzi aja." Axel mengerlingkan matanya ke Kenzi, membuat Kenzi merasa jijik.
"Ke rumah lo aja Ken, sekalian makan gratis. Mencicipi makanan Tante Ratna tercantik." usul Axel sambil tertawa melihat wajah masam Kenzi.
"*** lo yang gratis cepetan, ya udah ayo." Kenzi terlebih dahulu mengendarai motornya, disusul oleh teman - temannya yang lain.
•••
Di sekolah, Kenzi dan teman - teman sudah berada di kelas, duduk dengan tertib seperti murid yang rajin tapi itu semua hanya pencitraan karena kepala sekolah SMA Pelita sedang masuk ke kelas mereka, dan sedang memberi penjelasan kepada murid - muridnya bahwa SMA Pelita akan mengadakan lomba.
Kenzi mendengarkan seperti anak kecil polos yang sungguh - sungguh mendengarkan penjelasan tersebut, entah benar pencitraan atau benar tertarik dengan lomba yang akan diadakan. Saat kepala sekolah selesai menjelaskan dan pamit, keluar dari kelas Kenzi. Kenzi langsung mengambil sapu, lalu berdiri di depan kelas. Temannya yang lain mengerti maksud Kenzi, langsung juga mengambil properti, seperti ember yang sengaja dimaling dari wc dan disimpan di kelas meraka, dan botol bekas.
Mereka memulai aksinya, bernyanyi sekencang - kencangnya. Prima memukul ember dengan sekeras - kerasnya dan brutal, Axel memukulkan botol, Kenan memukul papan tulis, dan Kenzi menjadi vokalis sambil memegang sapu layaknya gitar.
Apa salah dan dosaku sayang
Cinta suciku kau buang - buang
Lihat jurus yang kan ku berikan
Jaran goyang jaran goyang
Ihiyyyy
Jurusnya sangat ampuh teruji terpecaya
Tanpa anjuran dokter tanpa harus puter - puter
Kenzi memutarkan tubuhnya sesuai dengan lirik lagu yang ia nyanyikan. Semua temannya menvideokan dan juga ada yang tertawa terbahak - bahak.
"Assalamualaikum," ucap guru yang baru masuk ke kelas Kenzi, semuanya kaget dan langsung balik ke tempat duduk masing - masing. Beda hal dengan Kenzi yang masih melanjutkan aksinya, tidak mempedulikan guru yang akan mengajar pelajaran.
"Ibu!!!" balas Kenzi sambil teriak.
"Cape saya sama kamu!"
"Apaan sih bu, kita aja gak ada kejar - kejaran, kenapa ibu cape? lagian saya juga gak mau kejar ibu, takut ibu nanti pingsan kan udah tua jadi ribet."
"Keluar kamu!!"
"Ibu aja yang keluar, ini kelas saya ya, ngapain ibu ngusir saya," balas Kenzi.
"Baik, saya yang akan keluar. Kalian semua akan saya merahkan nilai kalian, jangan harap ngemis - ngemis nilai ke saya!!" guru tersebut keluar dari kelas Kenzi, setelah keluar Kenzi mengulang aksinya tersebut, tapi semua temannya hanya diam menatapnya bagaikan singa yang ingin memakan mangsanya. Membuat Kenzi celengak celenguk, karena sudah merasa bersalah.
"Iya iya. Gue mau minta maaf sama bu Asma, liatinnya biasa aja, tuh mata gak usah besarin ntar keluar terus ngelinding deh." Kenzi keluar mengejar guru tadi, karena pastinya ia juga tidak mau nilainya merah.
•••
Bel pulang sudah berbunyi, Kenzi menghampiri kelas Naya bermaksud mengajak pulang bareng. Tapi saat Naya sudah berada di dekatnya, Naya melewati Kenzi begitu saja. Yasmin dan Alexa hanya geleng kepala karena tidak tau dengan Naya yang sudah dari pagi seperti kehilangan mood.
Kenzi mengejar Naya dengan memegang pergelangan tangan Naya, tapi Naya langsung menepisnya. Kenzi mencoba lagi, lalu memegang tangan Naya seerat - eratnya biar tidak dilepaskan lagi.
"Kenapa lo?" tanya Kenzi heran melihat wajah Naya yang cemberut saja.
"Gue mau pulang!" bentak Naya sambil melepaskan tangannya, tapi Kenzi semakin mengeratkan pegangannya pada tangan Naya.
"Kenapa sih?"
"Lo gak sadar dengan ucapan lo sendiri? asal lo tau, kepercayaan terletak pada omongan, tapi kalau omongan lo cuman omong kosong aja, gue percaya aja gitu?!"
"Yang lo omongin apa sih!" Naya berhasil melepaskan tangannya, lalu berlari menuju toilet karena matanya ingin mengeluarkan air. Sudah sedari tadi dia menahan agar tak menangis, tapi rasa sesak di dadanya membuatnya ingin melepaskan air matanya.
"Naya kenapa?" tanya Kenzi kepada Yasmin dan Alexa, Alexa langsung geleng - geleng kepala karena tidak tau apa yang terjadi dengan Naya. Sedangkan Yasmin merasa apa yang dia pikirkan inilah penyebab Naya marah. Kenzi melihat Yasmin panjang, karena merasa Yasmin tau penyebabnya.
"Kak Kenzi kemaren berantem ya?" tanya Yasmin pada Kenzi, lalu Kenzi mengiyakan pertanyaan Yasmin.
"Mungkin karena itu Naya marah, karena gue sama dia kemaren lewat tempat kalian berantem, terus dia lihat Kak Ken dan mukanya pas lihat Kak Ken berantem astagfirullah seramnya, gue aja sampai takut." jelas Yasmin karena sudah merasa inilah penyebabnya.
Kenzi langsung berlari menuju toilet untuk memberi penjelasan dan juga minta maaf pastinya. Yasmin dan Alexa juga mengikut dari belakang. Saat masih di pertengahan jalan, ia melihat Naya yang berjalan berlawanan arah, langsung saja Kenzi menghampiri Naya.
"Maafin gue Nay, gue gak bisa jaga ucapan gue. Gue masih melanggar apa yang seharusnya gak gue lakuin. Untuk kali ini aja, beri gue maaf lo Nay." Kenzi memohon - mohon kepada Naya, Alexa yang melihat merasa iba dan juga baper karena Kenzi benar - benar tulus untuk meminta maaf walaupun maaf pun pasti masih bisa dilanggar.
Naya terdiam, merasa bimbang apa yang harus dia lakukan. Tidak mungkin dia tidak memberi maaf kepada Kenzi, karena Tuhan pun akan memberi maaf pada hambanya yang berbuat kesalahan.
Naya tidak menjawab, dia langsung berlari menuju gerbang dan mengeluarkan air mata lagi. Kenzi menjambak rambutnya, lalu memukul tembok yang ada di depannya, terlihat dari raut wajahnya yang sangat marah. Yasmin langsung saja menarik tangan Alexa menjauh dari Kenzi karena takut kena sasaran amuk Kenzi.
Saat sudah berada di depan Naya, Yasmin langsung saja memeluk Naya yang menangis. Alexa yang melihat itu, juga langsung memeluk mereka.
"Gue tau gimana hati lo, tapi apa yang mau lo lakuin ikutin kata hati lo, walaupun lo kecewa setidaknya lo belum kecewa besar. Kalau emang minta maaf bisa ngerubah semuanya, lebih baik lo maafin dia. Karena seberapa besar lo coba untuk membenci dia yang malah timbul kecintaan lo pada dia yang lebih besar dari apa yang lo bayangin." Yasmin menenangkan Naya dan juga memberi nasehat. Naya hanya bisa menangis tidak tau membalas dan berbuat apa.
"Benar kata Yasmin, ikuti apa kata hati lo. Jangan sampai gegabah, pikirin baik - baik karena kalau lo salah sedikit semuanya akan berdampak besar." Alexa juga ikut menenangkan sahabatnya yang lagi sedih, karena itulah seorang sahabat mengingatkan sahabatnya.
"Kalau menurut gue, lo beri maaf kepada Kak Ken," ucapan terakhir Yasmin dia pikir baik - baik oleh Naya.
"Gue pikirin dulu."
•••
Bersambung ...
Tetap di lapak aku, jangan selingkuh dan jangan berpaling ❤
Follow ig @serlyymp_
Salam manis dari geminigirl❤