
Aku tuh suka semangat nulisnya kalau baca komentar komentar dari kalian 😊😇
~~
" Jadi Demian bilang aku ngga boleh ke kantor dan harus istirahat di rumah " tanyaku lagi pada mbak lala.
" Iya nyonya, Nyonya mau makan apa biar aku Masakin " tanya Mbak Lala.
" Tidak perlu "
Tanpa perduli dengan larangan Demian agar tidak ke kantor nya aku memutuskan untuk ke kantor Demian dengan kondisi yang masih lemah.
aku memilih untuk menaiki taksi ke kantor Demian sebelum,
" Kemana nona "
" Jalan xx "
__
SMS masuk bertubi tubi dari Dr Daniel, Karena bosan mendengar notifikasinya aku pun membaca pesan" Dari Dr Daniel.
dr.daniel.
Sudah bangun..
jangan lupa minum obatnya.
dan jangan lupa membeli susu untuk wanita hamil.
kenapa tidak memberi tahukan pada Demian.
Mau aku bantu beritahukan .
Novita.
Baiklah dokter, Bisa Minta tolong jangan beritahukan kepada demian ada sesuatu yang ingin aku pastikan.
dr.daniel
Oke Kamu di mana
Novita
Di jalan mau kekantor Demian
dr.daniel
Kenapa harus ke kantor Demian kamu belum sembuh cairan infusnya juga pasti belum kamu habiskan kan
Novita
aku hanya merindukan Demian.
Dr.Daniel pov.
" Dasar keras kepala aku kan sudah bilang jangan banyak gerak dulu kenapa juga dia mau ke kantornya Demian sebenarnya ada apa dengan mereka berdua " ucap ku kes Novita memang tidak pernah mendengar ku.
" Baiklah biar ku kirimkan SMS Untuk nya lagi "
dr.danie
Kenapa harus ke kantor Demian kamu belum sembuh cairan infusnya juga pasti belum kamu habiskan kan
Novita
Aku hanya merindukan Demian.
" pak putar balik ke kantornya Demian Sekarang juga "
Author POV
Entah apa yang mau di lakukan dokter Daniel di kantornya Demian yang pastinya dia ingin memastikan novita Sampai ke kantor nya Demian dengan ke adaan selamat karena mengingat kondisi yang lemah paskah di nyatakan hamil Daniel takut terjadi sesuatu pada novita dan janinnya.
Novita telah sampai di kantornya Demian, setelah membayar ongkos taksi Novita langsung bergegas masuk ke dalam kantornya Demian, Novita memutuskan untuk menaiki tangga karena takut tidak sempat memergoki Demian dengan orang yang mau dia temui entah itu wanita atau pria.
Bayangkan saja kantor Demian berada di lantai 5 orang hamil yang keadaannya masih sangat lemah menaiki tangga darurat sampai ke lantai 5 ngga mampus tuh ...
Novita tidak memperdulikan rasa sakit yang dia rasakan yang dia inginkan Sekarang adalah cepat sampai ke ruangan suaminya itu.
Sesampainya di depan pintu ruangan Demian. Novita bertemu dengan sekretaris demian.
" Nyonya ada perlu apa ke mari " tanya sekertaris Demian
" Apakah Demian ada di dalam "
" Iya nyonya mau saya buatkan minum "
" Tidak perlu "
" Apakah anda sakit anda terlihat pucat sekali mau saya panggil kan pak Demian"
" Tidak perlu biarkan saya saja yang masuk ke dalam dan menemui Demian Sendri "
" Tapi"
" Tidak ada tapi-tapian "
Novita masuk ke dalam ruangan Demian pada saat di dalam dia mendapati Demian yang sedang berpelukan dengan seorang gadis.
Novita pov
" Bukan kah itu wanita tempo hari yang di cafe dekat kantornya Alex, apa apaan mereka berdua "
aku berjalan mendekati mereka ingin rasanya aku menampar wajah Demian dan juga wanita itu berani sekali mereka berpelukan tanpa memedulikan keberadaan ku.
" Aku hamil "
blesss bagai di tusuk pisau aku langsung diam dan mematung mendengar apa yang di katakan wanita itu jadi selama ini Demian mengkhianati ku aku sudah tertipu olehnya .
" Oh tuhan kamu tidak bercanda kan jadi harapan kita akhirn terwujud selama yah " ucap Demian padanya dan langsung memeluknya erat aku yang sudah tidak tahan menyaksikan adegan ini langsung memutuskan untuk keluar dari ruangan Demian.
__
" Bos nyonya pingsan di depan " ucap sekretaris Demian dan dengan segera Demian langsung melepaskan pelukannya dan keluar dengan buru-buru.
Bagaimana menurut kalian haruskah mereka.
1.Bercerai
biarkan Demian menikahi wanita itu
Masukkan pendapat kalian sendiri