
Maaf kalau ada Typo.
_
_
_
Sebelumnya
" Aku tidak akan macam macam ke padamu palingan aku hanya akan memelukmu" ucap pak Demian lagi.
" Bapak yakin " Ucapku lagi.
" Iya Novita " Setelah mendengar itu aku pun memberanikan diri untuk mendekati ranjang dan tidur di sebelah nya .
pagi pukul 07:00
Aku terbangun karena nada dering Telpon pak Demian yang sangat berisik.
" Pak Bapak pak ...
bangun pak ini ada telpon dari mama " Ucapku
" Hmm Ke marikan hp nya " Ucap pak Demian.
" ini pak " setelah aku memberikan hp pak Demian aku Menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri karja badanku sudah lengket seharian tidak Mandi.
30 Menit Kemudian aku tidak keluar dari kamar mandi karna lupa kalau aku tidak membawa baju ganti.
" Pak pak ...pa Demian apa bapak punya baju perempuan " Ucapku.
" Tunggu sebentar " Pak Demian mengambil baju dan memberikannya ke padaku setelah itu aku pun berganti pakaian dan saat aku keluar dari kamar Mandi.
" Maafkan aku tapi sepertinya kamu harus ikut ke rumahku sekarang juga " Ucap pak Demian penuh pengesahan dan wajah yang terlihat pucat.
" Ada Apa Memangnya pak " Tanyaku pada pak Demian.
" Alhan sakit dan dia terus memanggil nama mu katanya dia tidak mau makan kalau bukan kamu yang menyuapi nya" ucap pak Demian lagi dan sukses membuat ku khawatir dan juga panik.
Tak lama pak Demian pun keluar dari apartemen dan masuk ke mobil aku juga ikut masuk ke mobil .
30 Menit berlalu kami pun sampai di rumah keluarga Wijaya, aku langsung Keluar dari mobil dan berjalan masuk ke rumah, seolah-olah aku tau di mana kamar nya alhan ? Biarlah yang terpenting saat ini masuk dan tanyakan saja pada pelayanan di mana kamar alhan.
" Permisi di mana kamarnya alhan " Ucapku pada salah satu pelayan dan benar sana pelayanan itu memandangi ku kebingungan.
" Naik saja lurus belok kiri kamar nomor 2 itu kamar den alhan " Ucap pelayan itu sambil menunjuk jalannya.
" Terimakasih " Tampa berpikir panjang aku langsung berlari menaiki tanggal dan langsung menuju kamar alhan.
Sesampainya di kamar alhan ku dapati anak ku yang imut dan periang itu sedang lemah tak berdaya di atas kasurnya. Perlahan aku berjalan mendekati kasur .
" Sayang kamu kenapa bisa seperti ini " Ucapku sambil membelai rambutnya.
" Mama Mama di sini " alhan langsung bangun dari tidurnya dan memelukku erat.
" Sayang Kamu sudah makan " Tanyaku padanya.
" Belum aku menunggu mama untuk menyuapiku makan " Ucapnya sambil tersenyum ya tuhan anak ku ini kenapa masih bisa tersenyum di saat sedang sakit begini.
" Mau Makan Biar mama suap kan " Tanyaku padanya sambil mencium puncak kepala nya lamas.
" Iya Ma " Ucapnya.
" pelayan bawakan makanan Alhan kemari ucap Tante Kamel pada salah satu pelayannya.
" Ayo Buka mulutmu sayang " Ucap ku pada alhan dan anak itu mengangguk patuh sambil tersenyum menatap ku.
kini aku sudah selesai memberi makan dia dan menidurkan nya, saat aku mencari hp ku untuk menghubungi mama dan papa eh aku baru sadar kalau aku meninggalkan tas dan juga hp ku di apartemen pak Demian.
" Pak Bisa saya pinjam handphone bapak " Tanyaku.
" Untuk apa " Tanyanya.
" Menelpon mama dan papa aku tidak mau mereka khawatir karna aku semalam tidak pulang " ucapku lagi dan mata Tante Kamel melotot menatap pak Demian seperti menggintro gasi pak demian.
" ini " Ucap pak Demian seadanya.