
Maaf kalau ada Typo.
_
_
_
Sebelumnya.
" Pak Bisa saya pinjam handphone bapak " Tanyaku.
" Untuk apa " Tanyanya.
" Menelpon mama dan papa aku tidak mau mereka khawatir karna aku semalam tidak pulang " ucapku lagi dan mata Tante Kamel melotot menatap pak Demian seperti menggintro gasi pak demian.
" ini " Ucap pak Demian seadanya,
Telpon.
Novita : Hallo Ma
Mama : Novita, Sayang kamu ke mana aja kok ngga pulang mama telpon telpon ngga di angkat SMS ngga di bales kamu ke mana sih papa kamu hampir buat pengumuman nyariin kamu.
Novita: Astaga ma jangan lah Hp aku ketinggalan di apartemen nya pak Demian
Mama : Eh mama baru sadar Lo kalau ini nomornya pak Demian kamu sekarang di mana.
Novita : Di Rumahnya pak Demian
Mama : Ngapain di situ nak
Novita : Alhan sakit ma
Mama : Apa Alhan sakit
Novita : Iya Ma
Mama : Mama sama papa akan ke sana dan juga mama bakalan bawain baju ganti buat kamu
Novita : Iya ma makasi.
Setelah Mematikan sambungan telponnya aku pun berpikir bahwa sikap mama sama papa aneh kok mereka sepertinya perduli Bangat sama alhan dan kayak khawatir gitu denger alhan sakit apa ada sesuatu yang ngga aku tau.
" Ah Sudahlah kenapa juga aku memikirkannya bukanya aku kemarin yang bilang ke mama kalau alhan itu anak aku sekarang dasar Novita kamu ini sudah pikun yah ". saat aku sedang berbicara sendiri tiba-tiba saja pa Demian datang menghampiri ku.
" Ah iya pak ini hpnya bapa " Memberikan hp Kepada pak demian. " Terimakasih pak ", Ucapku lagi.
" Iya Sama-sama apa papa dan mama marah " tanya pak Demian.
" Ah Tidak pak mereka akan segera ke sini mau ngelihat keadaan alhan sambil bawain baju ganti buat saya pak " Kataku lagi.
" Ah iya ayo kita sarapan dulu kamu pasti lapar kan " Tanya pak Demian lagi.
" iya pak " Aku pun mengikuti pak Demian ke dapur, sesampainya di dapur Sudah ada Nasih goreng dan pak Demian langsung menyuruh ku untuk makan.
Setelah selesai makan aku membereskan meja dan hendak mencuci piring.
" mau ke mana kamu " Tanya pak Demian yang melihat ku membawa piring dan gelas bekas makan kami ke dapur.
" Mau cuci piring pak " Kata ku.
" Taru saja di sini biar nanti di cuci sama pelayan" Kata pak Demian.
" Tapi pak " Belum sempat ku selesai bicaraku sudah di potong olehnya.
" saya bilang Taru novita apa kamu tidak dengar" Bentak nya pada ku .
" ah baik pak " aku pun menaruh kembali piring itu di meja, setelah menaruh piring di meja makan pak semua menarik tanganku dan membawaku pergi dari dapur ke kamarnya.
" Kamu Itu Bukan Pembantu Di Sini Jadi Jangan Melakukan pekerjaan rumah ini mengerti " Ucapnya.
" Ah Iiiya pak mengerti" Ucapku gugup.
" Baiklah Ayo kita ke bawa sepertinya mama sama papa sudah datang " Pak Demian pun berjalan meninggalkan mendahului ku, setelah sadar kalau aku sendiri di kamarnya aku pun berlari ke luar dari kamarnya.
Dan sesampainya di bawah benar saja Mama sama papa sudah di bawah juga.
" Ma pa kalian sudah di sini " Tanyaku.
" Iya ini baju mu sayang " Ucap mama sambil memberikan paper bag yang berisi pakaian ku.
" Demian di mana kamar alhan kami mau melihatnya " Ucap mama sambil menatap pak Demian.
" Ayo ikut Demian ma pa dan kamu Novita mandi saja di kamar saya " setelah berbicara begitu padaku dia pun pergi mengantarkan mama sama papa ke kamarnya alhan aku pun naik ke kamarnya dan bersiap-siap untuk mandi.
_ maaf yah kalau aku baru update lagi soalnya kemarin baru pulang dari RS Telinga aku sakit jadi baru bisa up-nya sekarang.
Oh iya biar lebih akrab manggilnya Vebry aja atau Ve