
Pagi Pukul 06:00
Novita Pov
Pada Saat aku bangun ada orang uang berbaring di sebelah ku aku pun berbalik dan menghadap orang itu dan ternyata dia adalah Demian Ternyata semalam kita tidur bersama.
Akupun memberanikan diri untuk menyentuh pipinya aku menyentuh pipinya lembut dan dia pun membuka matanya.
" Selamat pagi " Kata ku pada Demian sambil tersenyum manis.
" Selamat pagi " sapa Demian.
Ketika aku hendak bangun Demian menarik tangan ku dan aku pun terjatuh menimpa tubuh nya .
Cup cup cup
Demian mengecup bibirku berulang kali aku melongo karena kaget.
" Morning kiss ku kau harus terbiasa " ucapnya sambil membelai rambut ku.
" baiklah Aku mau mandi hari ini aku harus ke kampus kamu tidak ada jadwal ke kampus" tanya ku padanya.
" Apakah kau bodoh dan tidak melihat jadwal hari ini aku akan mengajar di kelas mu " Ucap Demian sambil Menyentil kepalaku .
" Auh Sakit tau Aku memang memang ngga pernah lihat jadwal" kata ku cuek.
" Sudah lah cepat sana mandi nanti kita telat " Kata demian lagi dan aku langsung berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
" astaga apa ini Kenapa jantung ku berdebar kencang sekali jangan jangan jantung ku sudah mulai gangguan ah kalau terus terus seperti ini bisa mati berdiri aku ".
" Mandi yang Cepat Jangan sampai kita terlambat " Teriak demian dari luar .
" Iya iya bawel ". " Kenapa dia jadi romantis gini sih kan tapi ngga ada salahnya juga sih Suami romantis ke istri".
Tiba tiba saja aku kepikiran dengan malam pertama astaga syukurlah setidaknya aku masih perawan.
20 Menit kemudian aku sudah selesai mandi dan keluar dengan mengembangkan baju mandi Demian yang melihat ku Keluar dia langsung segera measuk ke kamar mandi.
Kini aku sudah selesai Bersiap siap sedangkan demian sedang memakai jazz.
" Mau aku bantu memakai dasinya atau mau pakai sendiri" Tanyaku pada Demian.
" tolong pakaikan " Demian Menyodorkan dasi ke padaku.
" baiklah bisa tunduk sebentar " aku sengaja menyuruh untuk tunduk karena dia tinggi sekali.
" makanya kalau tumbuh itu ke atas bukan ke samping " sontak aku memukul Dadanya pelan.
" Auh sakit tau " Katanya.
" Cielah aku pukul nya pelan tau gimana bisa sakit coba selesai " Kata ku sambil tersenyum.
Tiba Tiba bel berbunyi.
" sepertinya makanan kita sudah Datang aku keluar ambil Makan kamu tunggu di situ oke " Aku berjalan menuju pintu.
~~
Kami sudah selesai sarapan dan bersiap siap untuk ke kampus.
" biarkan saja barang barang mu di situ sebentar asisten ku akan datang mengambilnya dan memindahkan ke apartemen ku" ucap demian tiba tiba.
" baiklah bagaimana dengan alhan " tanyaku.
" Alhan untuk sementara akan tinggal di rumah nama sampai adiknya ada baru Bisa tinggal dengan kita " Kata demian Sambil tersenyum.
" Aaapa Aaadik jangan bercanda " aku langsung keluar hotel meninggalkan Demian begitu saja.
" Dasar gila Dia kira buat anak itu gampang apa " Aku terus saja marah marah ngga jelas aku keluar dari hotel dan menunggu Demian di tempat parkir.
" Kanapa lama banget sih " Kataku pada Demian .
" dasar tidak sabaran kamu ayo naik " Demian membuka kan pintu Mobel untuk ku bukanya masuk aku malah menatap nya.