Married with Mr D

Married with Mr D
31.



" Mampus aku dia bilang jatah Dasar ini masih terlalu pagi untuk berbicara vulgar " Ucap Novita dalam hatinya.


" Pak ini masih pagi loh kita juga harus ke kampus sekarang " Ucap ku yang mendorong tubuh Demian menjauh dari ku.


Saat aku ingin turun dari kasur Demian menari tanganku sehingga aku aku terbaring di atas kasur dan Demian **** tubuhku sumpah aku tidak bisa berbuat apa apa sekarang.


" Tenang saja masalah kampus aman aku sudah meminta izin untuk mu dan aku " acap Demian sambil menatap ku dengan senyum nakalnya


" Baiklah aku kau mandi dulu habis mandi baru yah kita ngelakuin nya " Ucap ku berbohong kepada Demian .


" Baiklah ayo mandi bersama " Ucap demian sambil mengangkat tubuhku menuju ke Dalam kamar mandi "


"Mampus aku tadinya itu hanya alasanku saja dan sekarang astaga habislah aku" Ucapku dalam hati.


Sesampainya di kamar mandi demian memasukan ku ke dalam bathtub dan dia membuka semua pakaiannya dan dia sekarang telanjang bulat.


kini dia masuk ke dalam bathtub dan membuka baju daster milik ku dan menarik celana dalam ku.


kami mandi tanpa ada adegan hot selesai mandi Demian mengelap tubuhku dengan handuk dan aku hanya bisa pasrah .


kini Demian mengendong ku Menuju ranjang tempat kami tidur dia membaringkan ku di sana.


" Apakah kamu sudah siap Jang lupa apa yang kamu katakan tadi kkita sudah selesai mandi jadi ayo lakukan " ucap demian.


Aku hanya bisa pasrah kini aku menarik kepala Demian dan mencium bibir nya lembut lama ke lamaan ciuman itu semakin memanaskan kini tangan Demian tak tinggal diam tangannya menjelajahi seluruh tubuhku keramas dua buah gundukan empuk ku dan tangan yang satu lagi mengangkat kedua kaki ku dan membuka pahaku dan memasukkan jari tengah nya kedalam arwah kewanitaan ku, dan itu sukses membuat ku menghentikan ciuman kita dan mendorong tubuh Demian pelan.


" aouh sakit " Ucap ku lirih pada demian.


dan benar saja Lama kelamaan itu terasa begitu enak dan aku rasa seperti ingin kencing.


aku mencapai klimaks pertama ku hanya karena jari Demian .


" Aku akan memulainya " Ucap Demian kemudian membuka pahaku perlahan dan menatap wajah ku kemudian menciumi bibirku lembut tangan satunya keramas dua buat gundukan ku dan tangan yang satu nya lagi di gunakan untuk mengarahkan junior nya ke depan ** ku.


perlahan junior Demian bergerak masuk oh shit sungguh sakit ingin rasanya aku menikah orang yang saat ini sedang merenggut kesucian ku kalau dia bukan suami ku sudah aku tendang dia dari atas tubuh ku.


setelah kami mencapai klimaks Demian pun mencabut junior nya dari ** ku dan tidur di samping ku sambil Memeluk tubuh ku erat .


biarkan saja dia memeluk ku aku sedang tidak punya tenaga untuk mencegah nya lagi pula ini kan hak nya kita juga sudah menikah.


02:30


Aku terbangun dan kulihat Demian sudah tidak ada di samping ku .


" Kemana dia jangan bilang dia melarikan diri awas saja kalau berani melarikan diri dari ku " Belum sempat aku selesai mengerutkan Demian ada yang mengetuk pintu kamar ku.


" Permisi nyonya anda sudah bangun " Tanya ART kami.


" Ah iya sudah Bi apakah demian ada " Tanya ku pada ART kami.


" pak Demian.....