
" Apa Yang Ingin Kau Bicarakan " Ucap pak demian langsung.
" ayo menikah" ucap Novita dan berhasil membuat Demian melongo karena kaget.
"Kenapa Kamu mau menikah dengan saya", Tanya Demian.
"Karna Anak Kamu, Aku menyayanginya melebihi apa pun tolong menikah lah denganku".
" Baiklah Kita akan segera menikah aku akan menghubungi orang tua mu sekarang juga dan ingat jangan pernah menyesali keputusan mu " Ucap demian dan langsung pergi meninggalkan ku.
"Kenapa dia langsung menyetujui permintaan ku begitu saja ? Atau jangan-jangan dia memang tidak punya pacar, masa sih dia kan udah lama jadi duda masa ngga punya pacar sih !! Ah sudahlah Novita Kau terlalu banyak berfikir ". Aku berjalan masuk ke kamar Alhan.
" Aku akan menjadi mama kamu sayang " Aku mengusap rambut Alhan Alus.
" Dan juga akan menjadi istri dosen killer itu " Ucapku lagi.
~ Demian POV.
Telpon.
Demian : Hallo
Brian : Hallo
Demian : Papa Aku akan segera menikahi Novita Minggu depan
Brian : Apa Kau serius bagaimana kalau dia menolak untuk menikah Dengan mu.
Demian : Dia sendiri yang mengajakku menikah
Brian : Are you Seriously
Demian : Iam Serious
Brian : Baiklah Aku akan langsung menyuruh orang untuk menyiapkan Undangan kamu siapkan sisanya.
Ucap Brian langsung mematikan panggilan Telpon nya.
Aku Berjalan menujuh Dapur untuk mencari mama.
" Mama Aku akan menikah siapkan keperluan nya sekarang karena pernikahan itu akan di adakan Minggu depan " ucapku pada mamaku dan sukses membuat mama kaget.
" apa kau gila dengan siapa kau akan menikah tidak kau berpikir kalau anak mu sangat menyukai Novita " Kata mama sambil menatapku dengan tatapan mematikan.
" Ha Kamu akan menikah dengannya baiklah mama setuju Tunggu sebentar " mama berbalik dan memangil pembantu nya.
" Bibi bantu saya pilih dekorasi dan juga catering yang bangus untuk pernikahan Demian " Ucap mma pada bibi.
" Baik Nyonya " Jawab bibi.
Mama dan bibi pun Pergi meninggal aku sendri di dapur.
Aku kembali ke kamar dan memanggil wanita gila itu .
" Ayo sikut saya " Kata ku.
" Ke mana " tanyanya.
" Fitting gaun pernikahan " jawabku
" Tapi Alhan " Ucapnya lagi.
" biarkan Dia Ada mama dan juga bibi"
" Baiklah" dia mengangguk pasrah.
Kami pun segera ke butik untuk fitting baju pengantin selama di perjalanan kita hanya diam tak bersuara bak orang bisu.
30 Menit kami sampai di butik langganan keluarga ku aku turun dari mobil di ikuti oleh Novita dan kami pun berjalan masuk ke dalam butik .
" tolong Carikan gaun pengantin yang bagus untuknya " ucapku pada Agus pemilik butik.
" kamu mau warna apa " aku kembali bertanya pada Novita.
" aku mau warna ungu karna aku menyukai ungu dan bisakah desain pernikahan kita berwarna ungu dan juga putih " Novita bertanya padaku.
" Baiklah kalau itu mau mu ".
" Agus Carikan gaun berwarna ungu untuk nya sekarang dan juga Carikan jas yang cocok dengan ku ah iya satu lagi aku ingin memakai jas berwarna putih " Kataku lagi.
" Baiklah Tua ada duduk saja " Ucap Agus dan berjalan mencari gaun dan juga jazz perintahku.
Terimakasih sudah mampir.