Married with Mr D

Married with Mr D
22. Hari H



Kini Tiba Saatnya Aku Dan Demian Menikah Seperti apa yang aku minta pernikahan ini di lakukan dengan sederhana tetapi elegan dan hanya di hadiri oleh kerabat terdekat.


Aku berjalan Dengan di iringi ayah di samping ku dengan tangan kanan ku mengandeng tangan kirinya ayah sedangkan tangan kiri ku memegang buket bunga.


Kami Berjalan Beriringan ku tatap Lelaki yang sudah berdiri di altar dan berbalik menatap ku dan juga ayahku sambil tersenyum manis ke arah kami, bertapa beruntung nya aku menikah dengannya.


Kini aku Sudah berdiri di sampingnya dan di Depan kami sudah ada pastor yang siap menikahkan kita dan juga keluarga yang menjadi saksi.


"Demian Wijaya Apakah anda bersedia menemani Novita Vebriyantisyah dalam suka dan duka sampai maut memisahkan kalian" Tanya pastor pada demian.


" Saya bersedia " Kata demian.


" Novita Vebriyantisyah apakah Anda bersedia menemani Demian Wijaya Dalam suka dan duka sampai maut memisahkan kalian* Tanya pastor Padaku.


" Saya bersedia " kata ku


" Baiklah sekarang kalian adalah pasang suami istri silahkan berciuman " What ciuman


kini Demian menatapku dan perlahan memajukan wajahnya mendekat ke wajahku aku memejamkan matanya seolah mengijinkan dia untuk mencium ku.


Demian mencium bibirku lembut dan melepaskan nya kini ku terdengar teriak Bahagia dari keluarga dan juga kerabat kami.


___


Kini acara pernikahannya sudah selesai aku dan demian langsung ke hotel pesanan mama sama papa kami Oh iya alhan ikut sama nenek dan juga opa nya itu mereka sengaja biarin kita berduaan.


" Pak Demian " Panggilku pada Demian.


" Ada apa " tanya Demian


" Bisa Minta Tolong " kata ku.


" Minta Tolong Apa " Tanya Demian.


" Tolong Resleting ku nyangkut aku mau Mandi " Kataku padanya.


Kini Demian berjalan mendekati ku dan menurunkan resleting ku.


" Dasar Batu es " Kataku sambil berjalan menuju kamar mandi.


Demian POV


" Selesai sekarang cepatlah mandi aku juga mau mandi " Kataku dan langsung berjalan pergi meninggalkan Novita.


"Apa apaan dia sengaja meminta ku menurunkan resleting bajunya Hampir saja aku tergoda.


Eh Kalau tergoda juga bukan masalah kan dia sekarang istriku lagi pula aku berhak atas tubuhnya".


"Sudahlah Demian sebaiknya kamu Bersiap siap untuk mandi" Melihat Novita Keluar dari kamar mandi dengan mengunakan handuk wajahku langsung memerah dan aku langsung berjalan medik ke dalam kamar mandi Tanpa berbicara apapun.


Novita POV.


" Kenapa wajahnya merah seperti itu sih ( Memerhatikan wajah Demian yang sedang berjalan menuju kamar mandi ). Ah sudahlah biarkan saja sebaiknya aku segera memakai baju dan tidur.


30 Menit kemudian Demian sudah selesai mandi sedangkan aku belum juga tidur aku terus kepikiran bagaimana dengan malam pertama kami apakah kami akan melakukan nya atau tidak aku sebenarnya belum siap sih tapi aku takut nolaknya gimana kalau Demian nyari wanita lain di luar sana.


" Kau Belum Tidur " Tanya Demian Padaku Dan membuat ku kaget karna Sedari tadi terus menghayal.


" Ah... Be...bebelum " Kataku terbata bata


" Kenapa " Tanya nya


" Tidak bisa tidur " Kata ku.


" Mau nonton film bersama" tawar Demian.


" film Apa " Tanya ku


" Sudah ayo " Demian menarik tangan ku dan membawaku duduk di sofa dan dia segera memutar film.


Demian POV.


Aku Kaget karna tiba tiba saja Kepala Novita Sudah berada di pundak ku aku menengok ke samping dan ternyata dia sudah tertidur aku tersenyum kemudian mengangkat nya ke atas ranjang.