Married with Mr D

Married with Mr D
17. Pertanyaan Alhan



Novita Pov


Aku Terbangun Pukul 12:00


Lama Juga Yah Aku Tidur, aku melihat ke samping ku kulihat Alhan Yang sedang tertidur pulas di samping ku ku usap rambutnya singkat dan aku langsung bangkit dari ranjang.


" Tante Di mana " Aku mencari Tante Kamel


" Ada Apa Sayang " tanya Tante Kamel


" Apa kamu lapar mau makan Tante sudah Masakin makanan ayo makan " Ajak Tante Kamel lagi.


" Aku tunggu alhan bangun baru makan Tante " Ucap ku pada tente kamel.


" Ah Iya Tante Pak Demian Di Mana " Aku sebenarnya dari tadi mencari keberadaan dosen ku itu.


" Demian sedang ada meeting dengan klien nya memangnya kenapa " Tnay Tante Kamel lagi.


" Ah Tidak aku hanya bertanya Tante kalau begitu aku kembali ke kamar dulu mengecek apakah alhan Sudah bangun atau belum ".


Aku Meninggalkan Tante Kamel begitu saja dan kembali ke kamar alhan, sesampainya di kamar alhan ternyata anak itu sudah bangun.


" Kamu sudah bangun ternyata mau minum biar mama ambilkan " Ucapku lagi.


" Tidak alhan tidak haus mama alhan boleh Minta tolong " Ucapnya.


" Kamu Mau minta tolong apa sayang " Tanyaku padanya sambil berjalan mendekati kasur nya.


" bisakah mama Mengendong Alhan sebentar " Katanya lagi.


" Tentu saja kenapa tidak " Ucapku sambil tersenyum dan Mengendong Alhan di pelukan ku.


" kamu kenapa sayang apa ada yang salah " Kataku padanya karena alhan terlihat aneh.


" Tidak Mama Alhan boleh bertanya" Katanya lagi.


" Alhan Mau Tanya Apa Tanyakan saja akan mama jawab " Ucapku sambil mengecup puncak kepala nya.


" Apakah mama mau menikah sama papa Alhan dan tinggal bersama alhan di sini " buaaar bagai di sambar petir pertanyaan Alhan Membuat ku kaget dan tak bisa bicara.


" Ah Iya sayang " Tanyaku padanya.


" Mama mau kan menikah sama papa Alhan dan tinggal bersama dengan alhan " Tanya Alhan lagi.


" Begini sayang mama ngga mungkin nikah sama papanya alhan mungkin saja papa Alhan sudah punya calon istrinya sendri, tapi alhan jangan khawatir mama akan selalu jadi mamanya Alhan oke ".


Aku berusaha meyakinkan Alhan, Sengaja ku berbicara dengan lembut agar alhan tidak sakit hati dan juga Agar dia tidak mendesak ku lagi.


" Baiklah ma mama janjinya kan akan selalu saja namanya Alahan " Ucap alhan lagi.


" Iam promise" Ucapku dan mencium pipinya gemes.


Heran aku anak sekecil ini sudah bisa berbicara seperti ini, Tapi jujur saja aku takut kalau seadanya demian salah memilih langkah dan menikahi wanita yang salah maka hancurlah alhan.


Dan tidak akan ku biarkan mereka seenaknya menindas anak ku akan ku cabut nyawa orang itu, aku begitu menyayangi alhan seadanya saja aku benar ibunya pasti aku wanita yang beruntung mempunyai anak yang cerdas periang seperti dia .


" Mama Alhan lapar " Ucap Alhan lagi.


" Baiklah ayo kita makan bersama mau makan sendiri atau mama yang siapin " Tanyaku lagi saat aku mengendong dan menuruni tangga .


" Mama yang suapi Alhan saja " Ucapnya sambil mempererat pelukannya padaku.


" Baiklah " Ucapku sambil memeluk nya.


Setelah selesai makan aku kembali mengendong alhan menaiki tangga menuju kamarnya, Jangan tanyakan apakah lelah atau tidak.


Sesungguhnya sangat melelahkan naik turun tangga tapi begitu melihat senyuman alhan rasa lelah itu hilang.


Sesampainya di kamar aku membaringkan alhan di kasurnya dan menidurkan alhan.


Kini alhan Sudah tertidur dan tak lama pak Demian pun masuk kedalam kamar alhan dan mendekat ke arahku.


* Apakah alhan Sudah Tidur " tanya pak Demian


" sudah ! Ah pak ada yang ingin ku bicara Bisa ikut saya keluar sebentar " Kataku langsung berdiri dan berjalan keluar kamar Alhan.


Terimakasih