
Maaf kalau ada Typo.
_
_
_
Sebelumnya
" Ayo turun " Ucap pak Demian Lagi Karna Aku tidak turun dari mobil.
Pak Demian membuka mobil dan melepaskan sabuk pengaman ku dan langsung mengendong ku yang benar saja apa dia pikir aku tidak bisa berjalan.
" Bapak turunkan saya aku bisa berjalan sendiri" Ucapku sambil memukul pundaknya.
" Diam atau tidak saya perkosa kamu " Ucap pak Demian, setelah mendengar ucapannya aku langsung diam dan membisu yang benar saja dia mau memperkosa ku dasar dosen gila.
Setelah kami sampai di dalam apartemennya aku hanya diam tak bersuara karna takut dia benar-benar memperkosa ku.
" Apa yang ingin kamu tau " Ucap pak demian.
" ke..ke..kenapa bapak nge batalin pertunangan kita" Ucapku gugup.
" kamu betul betul tidak tau tau hanya pura pura tidak tau " Ucap pak Demian.
" Maksud bapak ?? Apa bapak sadar bahwa bapak yang sangat egois memutuskan pertunangan dan menikahi wanita lain bapak pikir itu bagus setelah mengaku suka padaku kini bapak mencampakkan ku begitu saja " ucapku yang sudah emosi di buatnya.
" karna pada hari sebelum kita menikah aku melihat mu berciuman dengan pria lain setelah itu aku ke bar dan mabuk tanpa sadar aku tidur dengan wanita yang tidak ku kenal dan besoknya dia mengaku hamil anak ku mau tidak mau aku harus membatalkan pertunangan kita meskipun aku Sangat menginginkan kamu tapi ! * Ucap pak demian.
" Tapi aku sadar kalau kamu mungkin tidak mencintai ku seperti aku mencintaimu makanya aku memutuskan untuk bertanggung jawab atas apa yang aku perbuat pada wanita itu" Ucap pak Demian.
" Aku tidak menyangka bapak begitu ke kanak-kanak kan bapak mengaku mencintai ku tapi kenapa tidak menghampiri ku dan bertanya siapa pria ini, Bukanya menanyakan malah mencari kesenangan dengan wanita lain!! Sudah lah lupakan aku mau pulang" Ucapku kemudian berjalan keluar dari apartemen nya.
" kamu tidak bisa Pergi dari sini Tanpa seizin ku " ucap pak Demian dan kemudian dia Menarik ku dan mencium ku ganas, Awalnya aku tidak membalas ciuman nya lama kelamaan aku terbawa suasana ku balas ciuman pak Demian kini ciumannya semakin ganas ku buka mulutku dan Lidah pak Demian pun masuk dan mengabsen setiap rongga mulutku, melihatku yang sudah mulai ke habisan napas pak Demian pun melepaskan ciumannya dan berpindah menciumi leher jenjang ku dan meninggalkan tanda merah di sana, karna sakit aku pun mendesah tanpa sadar.
" Aahh...." Satu sedan berhasil keluar begitu saja dari mulutku. Ku tarik kepala pak Demian dan aku pun menciumi bibirnya, aku pun bingung ada apa denganku kenapa aku jadi SE agresif ini.
Setelah lama kami berciuman pak Demian melepaskan ciumannya dan mengecup puncak kepala ku.
" Kau bertanya kenapa aku tidak menghampiri mu ? Karna Kamu Tidak menggenaliku waktu itu jadi tidak mungkin aku langsung datang dan menghampiri mu begitu saja " Ucap pak Demian dan dia langsung memeluk ku. Dan ku balas pelukan nya.
" Ayo tidur " Ucap pak demian.
" Ah tidak sebaiknya aku pulang " Ucap ku.
" Tidak ini sudah malam " Ucapnya lagi .
" Tapi -- " Belum sempat ku bicara sudah di potong oleh pak Demian.
" Aku tidak akan macam macam ke padamu palingan aku hanya akan memelukmu" ucap pak Demian lagi.
" Bapak yakin " Ucapku lagi.
Segini dulu ya aku cuman bisa update 3 episode aku usahain lagi biar bisa update yang banyak terima kasih sudah mampir.