Marriage Mr.Mafia

Marriage Mr.Mafia
Perhatian Tiara



Hallo readers maaf yaa Author sedikit telat up nya dikarenakan kondisi Author yang kurang sehat😢


Tapi jangan hawatir, Author akan usahakan up setiap hari yaa


Happy readingā¤


***


Tiara masih tertegun di ruangan mansion Dave kaki dan tangannya masih gemetar hebat akibat perlakuan Dave terhadapnya, seketika terdengar suara pecahan kaca dari lantai atas.


Praaaaangggg....


Terdengar suara hantaman yang sangat kuat, membuat Tiara terhentak dari posisinya berada.


"Suara itu? sepertinya terdengar dari arah kamar Tuan Dave."


Diusapnya air mata yang mulai mengering, Tiara terbangun dari tempatnya menangis. Ia berlari menaiki anak tangga kemudian dibukanya pintu kamar Dave.


Cklek


Ditatapnya tangan yang mulai mengeluarkan darah dari kepalan tangan Dave. Dengan repleks Tiara berlari ke arah Dave dan memegang tangan yang terus mengeluarkan darah.


"Astaga mengapa ini bisa terjadi Tuan?." Dengan sigap Tiara berlari mencari kotak P3K yang berada dalam kamar Dave.


Dave masih mematung terheran-heran melihat sikap Tiara terhadap dirinya mengingat beberapa menit yang lalu ia meminta Dave untuk membunuhnya.


Dibersihkannya perlahan darah itu, kemudian setelah selesai Tiara membalut rapih tangan Dave dengan perban.


"Apa yang terjadi Tuan." Tiara sangat hawatir melihat keadaan Dave.


"Bukan urusanmu." Lagi-lagi Dave hanya bicara dengan seadanya.


"Baiklah terserah padamu, lukamu sudah selesai ku balut dengan perban ini." Dibalasnya tatapan datar Dave oleh Tiara.


Setelah selesai membalut luka Dave perlahan Tiara melangkahkan kakinya meninggalkan Dave.


Belum sempat Tiara membuka knop pintu yang berada dalam kamar Dave seketika Dave membuka suara.


"Berhenti." Perintah Dave pada Tiara.


"Bukankah aku masih ada satu permintaan yang belum ka penuhi."


"Katakan Tuan, tapi jika kau minta aku untuk melayanimu maka kau sudah tau bukan jawabannya?." Ucap Tiara tegas dan memalingkan wajahnya yang tak ingin menatap bola mata hitam pekat itu.


Dave semakin tertarik dengan perkataan yang Tiara lontarkan terhadapnya.


"Kau hanya perlu menjadi istriku dan tetaplah berada disampingku." Ucap Dave dengan serius.


Mata Tiara membulat sempurna mendengar ucapan yang dilontarkan Dave terhadapnya.


"Permintaan macam apa ini? Bahkan aku saja baru mengenalnya selama 2 hari ini?". Protes Tiara di dalam batinnya**.


"Tapi aku tidak tertarik untuk menjadi istrimu Tuan." (Tiara sudahlah jangan membuat Tuan tampan ini marah)-Author protesšŸ™„


"Sungguh? Atau memang kau ingin melihat Ibumu tidak terselamatkan Nona?." Seringai tipis terlihat di bibir Dave.


Tiara terkejut mendengar ucapan Dave.


Tiara masih mematung ditempatnya berdiri, saat ini Tiara merasa heran bagaimana orang yang sedang berbicara dihadapannya ini mengetahui segala hal yang terjadi pada dirinya.


"Siapa kau sebenarnya Tuan." Tiara bertanya datar, menelisik segala ucapa yang dilontarkan oleh Dave.


"Dave Alexander Crishtian."


"*D*ave Alexander Crishtian, bukankah?."


Deg


Tiara sudah tau kini laki-laki yang berada dihadapannya bukan laki-laki biasa melainkan ia adalah seorang Ceo grup Alexander dan ketua mafia "Dark Word".."


Tiara mencoba menelan salivanya perlahan, ia bingung mengapa bisa terjebak dengan laki-laki yang ditakuti semua orang di Negara ini.


Dave hanya tersenyum tipis melihat ekspresi Tiara yang sudah mulai berbeda dari sebelumnya.


"Bagaimana tawaranku Tiara? ataukah kau lebih senang melihat Ibumu---?." Belum sempat Dave melanjutkan pembicaraannya Tiara sudah memotongnya.


"Akan ku fikirkan." Tiara melenggang pergi dari hadapan Dave.


Di tempatnya Dave hanya berdiri melihat pundak Tiara yang semakin tak terlihat, ditatapnya perban yang terbalu rapih itu.


"Tiara Aprilia Kusuma wanita yang mampu membuatku tidak ingin melepaskannya". Sebuah senyuman itu terlihat dibibir Dave


***


Flash Back On


Ketika Dave meinggalkan Tiara dilantai bawah mansionnya itu Dave menghubungi Criss asisten pribadinya.


"Cari tahu pergi kemana Tiara hari ini, aku ingin informasi itu dalam waktu 5 menit." Perintah Dave


"Baik Tuan." Jawab Criss disebrang sana.


Dave mematikan telpon itu dengan segara.


Emosinya masih menggebu-gebu saat ia mendengar ucapan Tiara.


Setelah insiden Dave memukul kaca tak lama satu buah email masuk dari Criss.


Ting


Dibukanya segera email itu, betapa kagetnya Dave dengan isi email yang ia terima.


"Mengapa ia tidak memberitahuku". Batin Dave kesal dengan sikap Tiara.


Dimasukkannya benda pipih itu ketika ia mendengar suaru knop pintu di buka.


Falsh Back Off


***


Akhirnya bisa up juga walaupun ada sedikit kendala semoga para readers suka dengan karya yang Author tulis inišŸ¤—