
Hallo pembaca setia Marriage Author cuma mau ngingetin jangan lupa like dari setiap episodenya yaaaa💃
Dan jangan lupa juga untuk memberi rating 5,4,3 yaa agar Author lebih semangat dalam menulis ceritanya💕
Happy reading❤
***
Tanpa mengindahkan ucapan Tiara dengan kasar Dave ******* bibir Tiara yang tipis dan merah muda itu. Tiara yang mendapatkan serangan mendadak membulatkan matanya terkejut oleh sikap Dave yang kedua kalinya seperti ini.
Dave menarik baju yang dikenakan oleh Tiara sehingga beberapa bagian bajunya robek seperti telah di cabik-cabik hewan buas. Tiara yang mendapatkan perlakuan itu akhirnya menangis sejadi-jadinya.
"Berhenti dan keluar Criss." Criss tidak berkata apapun kemudian keluar dari mobil milik Dave.
Dave mengambil alih kemudi itu dan kemudian menancapkan gas dengan kecepatan tinggin kembali ke mansion.
Setelah sampai Dave menarik dengan kasar tangan Tiara dan kemudian menyeretnya ke dalam kamar miliknya. Dilemparkannya tubuh Tiara ke atas kasur yang berukuran king size itu. Dengan segera Dave menindih Tiara dan merobek habis baju yang dikenakannya.
Tiara tidak bisa berbuat apa-apa, tenaganya kalah kuat. Selain menangis Tiara merasa kejadian ini sangat membuat hatinya tersayat.
Kini sebagian tubuh Tiara terekspos dengan begitu indahnya. Dave yang saat ini diselimuti emosi tidak peduli dengan keadaan Tiara.
"Lepaskan aku." Rintih Tiara menahan sakit yang akibat perlakuan Dave terhadapnya, air mata yang jatuh itu seakan menjadi saksi betapa tersiksanya ia saat ini.
"Ini akibatnya jika kau berani menemui laki-laki lain." Ucap Dave dengan emosi namun tak berhenti dengan kegiatannya.
Tiara semakin terisak dibuatnya, Dave kemudian tersadar atas apa yang telah dilakukannya pada Tiara. Dilepaskannya Tiara dengan tatapan penyesalan, Tiara yang melihat itu hanya bisa menutupi tubuhnya dan memalingkan wajahnya ia enggan melihat laki-laki dihadapannya ini.
"Brengsek!!." Umpat Dave yang kemudian meninggalkan Tiara dengan keadaan terisak di kamarnya.
Sungguh Dave saat ini dibalut puncak emosi sehingga apa yang dilakukannya diluar kendalinya.
"Brengsek!! Mengapa aku begitu emosi." Ucapnya penuh dengan penyesalan.
"Maafkan aku Tiara, benar aku cemburu melihatmu bersama laki-laki lain. Hanya saja aku tak bisa mengungkapkan nya". Gumam Dave seketika memukul tembok yang berada di hadapannya.
"Aaarrggghhh." Dave meluapkan emosinya.
***
Tiara masih terisak mengingat kejadian yang membuatnya merasa terhina. Matanya sembab akibat mengingat kejadian semalam.
Tiara enggan keluar dari kamar, ia hanya ingin menenangkan dirinya dan tak mau melihat wajah Dave dihadapannya.
"Aku membencimu, aku membencimu."
***
Dave berjalan dan memandang pintu kamar Tiara yang masih tertutup rapat, ada perasaan bersalah dalam dirinya.
Dave menuruni anak tangga dengan perlahan, meja makan yang kosong itu sesekali mengingatkan Dave ketika Tiara tengah menyiapkan masakanan yang lezat untuknya.
"Bi, tolong bawakan makanan ini untuk Tiara." Perintah Dave pada Bi Sum.
"Maaf Tuan sedari tadi saya sudah mengetuk pintu kamar Nyonya namun tak ada jawaban." Jawab Bi Sum.
"Baiklah, Bibi tolong pantau keadaannya siang nanti aku akan menelponnya."
"Baik Tuan." Jawab Bi Sum dan sedikit menundukkan tubuhnya.
***
Dave yang terlihat sangat kacau akhirnya memutuskan untuk pergi ke markas besar, disana sudah terparkir mobil sport mewah berwarna merah.
Dave sudah mengetahui siapa yang datang.
"Kau sudah datang Dave." Ucap Tom pada sahabatnya itu.
"Seperti yang kau lihat Tom." Jawab Dave datar.
Tom mengkerutkan dahinya, merasa heran dengan keadaan Dave saat ini yang tak begitu bersemangat.
"Ku dengar kau telah menikah, bagaimana bisa kau tidak mengabariku." Protes Tom pada sahabatnya itu.
"Kau tau Tom, aku menikahinya karena ingin memancing para ******** itu untuk keluar dari persembunyiannya. Tapi siapa sangka--." Dave menghentikan ucapannya.
"Kau jatuh cinta padanya Dave." Ucap Tom dengan menelisik setiap jengkal raut wajah Dave. Mendengar ucapan Tom seketika Dave menatapnya tajam.
"Kau mencintainya, hanya saja kau tak mampu mengungkapkannya. Bayang-bayang masa lalumu yang masih mengikat dirimu sampai saat ini."
"Lepaskan Dave kau sudah semestinya bahagia, kejarlah sebelum semua terlambat."
Ucapan Tom membuat hati Dave bergetar, Dave mencerna satu persatu kalimat yang didengarnya.
"Kau benar Tom, aku tak mau kehilangannya." Ucap Dave dan segera bergegas meunju mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.
"Maafkan aku sayang, tunggu aku." Gumam Dave sendu.
***