Marriage Mr.Mafia

Marriage Mr.Mafia
Bertemu Kembali



Hallo pembaca setia Marriage Author cuma mau ngingetin jangan lupa like dari setiap episodenya yaaaa💃


Dan jangan lupa juga untuk memberi rating 5,4,3 yaa agar Author lebih semangat dalam menulis ceritanya💕


Happy reading❤


***


Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 setelah selesai sarapan Tiara akan berangkat menuju kampusnya untuk melakukan bimbingan skripsinya.


Saat Tiara melangkahkan kakinya menuju luar mansion, tiba-tiba Dave menahan tangannya.


"Hari ini aku yang akan mengantarmu." Ucap Dave seperti biasa dengan wajah tampan nan datar itu.


Tiara mengerutkan keningnya heran.


"Ada apa dengannya, tidak biasanya."


"Baiklah." Jawab Tiara singkat dan mulai duduk di kursi belakang dengan Dave, hari ini Criss yang mengemudikan mobilnya.


20 menit berlalu tanpa ada interaksi dari mereka. Sesekali Dave melirik Tiara yang tengah menatap ke luar jendela mobilnya, akhirnya tak berapa lama mobil terhenti pertanda ia telah sampai pada tujuannya.


"Terimakasih, aku masuk dulu." Ucap Tiara keluar dan kemudian menutup kembali pintu mobil itu.


"Tunggu Criss." Perintah Dave dan Criss pun mematuhinya.


Dave memperhatikan Tiara dari kejauhan, kemudian salah seorang laki-laki menghampiri Tiara dan terlihat Tiara tak suka dengan kehadiran laki-laki tersebut.


Lagi-lagi tangan laki-laki itu menggenggam tangan Tiara dan segera. Dave yang melihat pemandangan itupun mengkerutkan dahinya.


"Brengsek." Umpat Dave dikejauhan sana.


"Apa perlu saya yang memberinya pelajaran Tuan?." Ucap Criss pada Tuannya itu.


"Tidak perlu, jalankan mobilnya Crisd." Perintah Dave segera.


***


Dave masih memikirkan laki-laki yang berulang kali menemui Tiara itu, ia merasa tak suka jika ada laki-laki yang menyentuh istrinya.


Tok..tok..tok..


Segera Criss datang dan memberi beberapa dokumen yang ada di tangannya.


"Maaf Tuan ini adalah beberapa dokumenan perjanjian perusaahan kita dengan perusahaan J&G." Ucap Criss


"Hmmm." Dave hanya bicara seadanya.


"Dan untuk informasi yang Tuan minta, semalam anak buah dari Samuel Marteen yang sudah memata-matai anda Tuan."


Mendengar ucapan yang terlontar dari asistennya itu membuat Dave tersenyum sinis.


"Tunggu penyerangan selanjutnya Criss." Ucap Dave dengan sinis.


"Baik Tuan." Criss sedikit membungkukkan tubunya kemudian melenggang pergi.


***


Flash back On


"Tiara." Dipanggilnya nama itu ketika ia melihat sosok perempuan yang cantik dan manis itu tengah berjalan kecil menuju salah satu fakultas.


"Belum cukupkah kau menggangguku?." Ucap Tiara dengan raut wajah yang kesal.


"Belum sebelum kau kembali padaku seperti dulu." Ucap Arka dengan sangat percaya dirinya. Ya laki-laki itu adalah mantan kekasih Tiara yang telah mencampakkannya beberapa bulan yang lalu.


"Heh, apa kau lupa dengan kejadian beberapa bulan yang lalu?." Tiara mendengus kesal dengan ucapan Arkha.


"Semenjak kau memutuskan untuk bersama wanita lain itu artinya diantara kita sudah tidak punya ikatan apapun lagi." Ucap Tiara dengan begitu tegas.


"Maafkan aku, saat itu aku tak berfikir jernih." Raut wajah Arkha berubah sendu.


"Penghianatan tetaplah penghianatan tidak ada pengecualian, aku sudah memafkanmu tapi untuk kembali rasanya tidak." Ucap Tiara dengan penuh penekanan.


Ketika Tiara akan pergi dari hadapannya Arkha menarik tangannya dengan pelan sontak membuat Tuqra terkejut.


"Lepaskan." Tiara melepaskan jari-jari yang melingkar di pergelangan tangannya kemudian melenggang pergi meninggalkan Arkha.


Flash back off


***


Selesai dengan kegiatannya hari ini, Tiara memutuskan untuk kembali ke mansion. Setibanya ia di halte bis tiba-tiba mobil yang ia kenali berhenti tepat di hadapannya. Dari dalam seseorang membuka kaca jendela mobil tersebut. Ternyata ia adalah Dave suaminya.


"Masuklah." Perintah Dave pada Tiara.


Akhirnya Tiara menganggukkan kepalanya perlahan dan melangkahkan kakinya menuju mobil.


Setengah perjalan yang ditempuhnya tiba-tiba Dave memberinya sebuah pertanyaan yang membuat Tiara merasa tertegun.


"Siapa laki-laki itu?." Tanya Dave pada Tiara yang sedari tadi hanya menatap ke arah luar jendela.


Seketika Tiara membalikkan wajahnya ke arah Dave dan mengkerutkan dahinya.


"Maksudmu."


"Laki-laki yang sering bertemu denganmu, apa kau akan terus berpura-pura tidak mengetahuinya." Tanya Dave datar tanpa menatap wajah Tiara.


Tiara yang sudah paham akan arah pembicaraan Dave seketika tersenyum tipis.


"Kau bicara pada Tiara Aprilia Kusuma atau kau bicara dengan Istri dari Dave Alexander Crishtian." Ucap Tiara dengan penuh penekanan.


Mendengar ucapan Tiara membuat Dave seketika menatap wajah Tiara dengan tajam.


"Aku berbicara padamu Tiara Aprilia Kusuma." Nadanya tak kalah dengan penuh penekanan.


"Jika kau bertanya pada Tiara Aprilia Kusuma lalu untuk apa aku menjawabnya, kau bahkan tidak mempunyai hak apapun atas Tiara." Jawabnya sendu dan kemudian memalingkan kembalinya wajahnya.


Dave merasa kesal dengan jawaban Tiara, seketika tangan Dave mengangkat dagu Tiara dan membalikkan wajahnya.


"Jangan membuatku marah." Ucap Dave dengan nada yang tinggi.


Tiara yang melihat sikap yang ditunjukkan oleh Dave hanya bisa tersenyum sendu, matanya sudah berkaca-kaca.


"Katakan padaku jika kau telah cemburu Tuan Dave Alexander yang terhormat."


Tanpa mengindahkan ucapan Tiara dengan kasar Dave ******* bibir Tiara yang tipis dan merah mudah itu. Tiara yang mendapatkan serangan mendadak membulatkan matanya terkejut oleh sikap Dave yang kedua kalinya seperti ini.


***