Marriage Mr.Mafia

Marriage Mr.Mafia
Memohon



***


Ciitttttt


Di remnya mendadak mobil itu kala melihat seorang perempuan menghadang mobil yang dikemudikan nya.


"Maaf Tuan, ada seorang perempuan yang menghalangi jalan kita." Criss menginjak rem dengan sangat mendadak membuat Dave tersentaj dari tempatnya.


"Keluar dan beri dia pelajaran." Pernitah Dave dengan kesal.


"Baik tuan." dibukanya pintu mobil dan kembali ditutup.


"Apa kau ingin mati Nona?." Diucapkannya kalimat tersebut dengan penuh penekanan.


"Minggir." Bentak Criss pada wanita yang diketahuinya adalah seorang pelayan restorab yang ditemuinya saat makan siang.


" To..tolong." Tiara memohon kala laki-laki itu berdiri dihadapannya.


Deg


Batinnya bergemuruh saat ia tau siapa laki-laki ini. Tapi sungguh saat ini Tiara tidak peduli yang ia fikirkan hanya bagaimana lepas dari kejaran anak buah Tuan Sam


"Tolong saya tuan, saya dikejar orang jahat" Mohon Tiara dengan menjatuhkan dirinya di hadapan Criss.


Dave membuka kaca jendela di tatapnya wajah lebam itu, darah yang sudah mulai mengering terlihat disudut bibirnya.


"Jika aku menolongmu, apa yang akan aku dapatkan?." Ucap Dave tanpa disadari Tiara ia sudah ada di balik punggungnya.


"Akan aku lakukan apapun Tuan." Lagi-lagi Tiara memohon dan bersimpuh di bawah kaki Dave.


"Kau yakin? apapun termasuk?." Dave mencoba meyakinkan Tiara dengan ucapannya.


Ucapannya terhenti ketika Tiara memotong pembicaraannya.


"Apapun Tuan, ku mohon selamatkan aku." Tiara menangis sejadi-jadinya di hadapan Dave.


"Baiklah, masuk ke dalam mobil." perintahnya.


Criss mengangguk pelan kala Tuan nya itu menatap dirinya.


***


Disudut lain Tuan Sam memaki anak buahnya karna tidak berhasil membawa Tiara kehadapannya.


"Bodoh, bagaimana aku bisa memperkerjakan anak buah yang bodoh seperti kalian." Umpatnya kasar.


"Dalam dua hari jika kalian tidak menemuakan gadis s*alan itu akan ku bunuh kalian semua". Sesekali Tuan Sam memukul wajah anak buahnya satu persatu untuk melampiaskan amarahnya.


***


Disebuah mansion yang begitu mewah mobil itu berhenti.


sesekali Dave melirik Tiara dengan ekor matanya, sungguh iapun bingung mengapa dengan mudahnya menolong seorang perempuan yang bahkan ia tak kenal.


Mengenal Dave adalah sosok yang tidak peduli dengan siapapun apalagi orang yang tidak ia kenal.


"Turun dan bersihkan dirimu." Perintah Dave pada Tiara yang melihat tubuhnya yang kotor dan bekas lebah yang teliihat di pipinya.


"Criss bawa dia ke kamar utama."


Criss membuka pintu mobil mengarahkan kedua tangannya, mempersilahkan Tiara turun dari mobil mewah Dave.


"Ikuti saya Nona" Ucap Criss.


Tanpa jawaban Tiara hanya mengikuti langkah kaki Criss. Bola matanya melihat kagum ketika ia sampai di dalam rumah yang mewah dan besar itu.


Cklek


"Silahkan bersihkan tubuh anda Nona, tuan Dave akan segera menyusul." Ucap Criss datar.


***


Di ruang tamu Dave menyilangkan kakinya.


"Bagaimana Criss?."


"Semua berjalan sesuai dengan perintah Tuan."


"Cari tau mengenai gadis itu, aku ingin datanya besok." Dengan sesekali tangannya mengetuk-ngetuk meja yang berada di hadapannya.


Tangannya melambai di udara menandakan jika hari ini tugas Criss sudah selesai.


Criss sudah sangat paham maksud dari Tuan nya tersebut, dengan cepat Criss menghilang dari hadapannya.


"Baiklah kita mulai malam ini." sebuah senyum tipis tersungging dibibir Dave.


***


Cklek


Dibukanya pintu kamar itu perlahan, derap langkah kaki membuat Tiara tersontak dari tempatnya berada. Tiara mematung ketika melihat Dave mendapati dirinya sedang menggunakan handuk yang hanya melilit sebagian tubuhnya.


Glek


Dave menelan saliva dengan susah payah, Dipandangnya sosok Tiara dengan intens matanya membulat kagum melihat perempuan dihadapannya dengan sebalut kain handuk.


"Shitt!! Mengapa perempuan ini sangat menggodaku" Batinnya protes.


Dengan repleks Tiara memalingkan tubuhnya dan menutupnya dengan kedua tangannya.


"Tuan, sedangkan apa kau disini?." Nada bicaranya menggambarkan rasa takutnya terhadap laki-laki yang telah menolangnya itu.


Dengan tatapan tajam Dave memandangi Tiara, alisnya memincang sebelah.


"Kau bertanya sedang apa aku di rumahku sendiri?." Jawab Dave dengan begitu datar.


Seketika Tiara tersadar akan ucapannya.


"Maaf jika saya lancang Tuan." Tiara dibuat salah tingkah.


"Aku disini untuk menagih janjimu, bukankah kau bilang jika aku menolongmu maka kau akan melakukan apa saja?." Seringai dibibir Dave membuat Tiara bergidik takut.


"Katakanlah Tuan, tapi sebelum itu bolehkah Tuan keluar sebentar? Aku ingin---"


Perkataannya terpotong ketika tangan Dave dengan paksa menarik tubuh Tiara ke dalam dekapannya.


"Lepaaas, lepaskan aku." Berontak Tiara.


"Diamlah, bukankah kau sudah bilang ingin melakukan apa saja untukku, maka layanilah aku." Lagi-lagi Dave menarik paksa tangan Tiara agar lebih dekat dengannya.


Plak


Satu tamparan mendarat di wajah tampan Dave dan tanpa sadar terlihat darah dari sudut bibirnya


"Menarik." Batin Dave kemudian mengelus darah tersebut dan menjilatnya.


"Aku memang berkata demikian, tapi bukan berarti aku akan menjual tubuhku pada laki-laki brengsek sepertimu." Teriak Tiara diiringi dengan tangisannya.


"Jangan pernah lari atau kau akan mengerti setalah aku berbuat lebih padamu." Senyumnya menakutkan kemudian pergi dengan membanting pintu dengan sangat kasar.


"Dan panggil aku Tuan Dave." Senyum Dave tersungging di Bibirnya.


***