
Hallo pembaca setia Marriage Mr.Mafia balik lagi bersama Author, Dave dan juga Tiara😬
Jangan lupa like dan beri rating 5,4,3 yaa agar Author lebih semangat dalam menulis ceritanya💕
Oh iyaa, maaf ya jika dalam penulisan terdapat typo Author nanti mencoba merevisi ulang.
Happy reading❤
***
Semua barang-barang Tiara telah di pindahkan dengan segera oleh para pelayan yang di perintahkan oleh Dave.
Sedangkan Tiara masih terlihat bingung dengan fikirannya. Langkahnya terhenti di depan kamar yang kini akan menjadi miliknya.
Cklek
Di putarnya knop pintu itu dengan perlahan. Pandangannya menelisik setiap sudut ruangan yang besar itu.
"Kemana dia pergi?." Gumam Tiara pelan agar perkataannya tidak terdengar orang di luar sana.
Cklek
Pintu kamar mandi terbuka lebar kala Dave keluar dari dengan sebalut handuk yang melilit sebagian tubuhnya.
Tiara yang melihat tubuh Dave yang sexy itu sontak membalikkan badannya dengan begitu cepat.
"AAAAAAAA." Jerit Tiara disebrang sana, tangannya menutup bagian wajahnya yang terlihat merona merah.
"Berhenti berteriak." Bentak Dave yang kesal melihat tingkah Tiara.
"Mulai sekarang kau harus terbiasa dengan pemandangan ini. Kau lupa sekarang kita sudah menjadi suami-istri, kau ISTRI ku." Ucap Dave dengan penuh penekanan agar istri kecilnya itu tersadar bagaimana cara ia bersikap.
"Maksudmu istri pura-puramu Tuan Dave Alexander Crishtian?." Tiara menjawab perkataan Dave dan kemudian membalikkan tubuhnya ke arah laki-laki yang telah menjadi suaminya.
"Jika kau sudah paham maka patuhilah." Dave melenggang pergi menuju kamar ganti kemudian membanting pintu tersebut dengan sangat kasar.
Setelah perdebatan kecil yang di lakukan pasangan suami-istri itu, Dave merasa naik pitam.
Dave memutuskan untuk pergi dan menginap di markas besarnya. Sebenarnya bukan hanya untuk menginap saja tapi lebih tepatnya melampiaskan emosinya pada salah satu musuh yang telah disanderanya.
Malam pertama yang di lewatkan oleh pasangan suami-istri ini berubah menjadi pertengkaran yang membuat Tiara akhirnya bisa sedikit bernapas laga dan tidur dengan nyenyak tanpa Dave di sisinya.
***
Pagi menjelang menunjukkan pukul 06.00 pagi.
Sebenarnya hari ini Tiara akan memulai kegiatannya di kampus, tapi sebelum itu Tiara memutuskan untuk membuat sarapan khusus permintaan maafnya pada Dave.
"Bi Sum, apa kau melihat Dave?." Tanya Tiara dengan memotong sayuran yang telah disiapkan Bi Sum.
"Dari semalam Tuan tidak kembali ke mansion ini Nyonya." Jawab Bi Sum dengan hati-hati.
Seketika Tiara menghentikan kegiatannya.
"Apa dia masih marah padaku". Batin Tiara
***
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 makanan telah selesai di hidangkan oleh Tiara, namun Dave tak kunjung terlihat.
"Bi, aku akan terlambat menuju kampus jika menunggu Dave. Biar aku membawa bekal saja untuk aku makan nanti." Tiara menjinjing satu buah kotak makanan ditangannya.
"Baik Nyonya biar Pak Anton saja yang mengantarkan Nyonya." Bi Sum melenggan pergi untuk memanggil Pak Anton salah satu supir pribadi Dave.
"Tidak usah Bi, biar aku naik kendaraan umum saja." Dengan langkah kaki sedikit berlari Tiara sudah hilang dihadapan Bi Sum.
***
10 menit kepergian Tiara, akhirnya mobil sport mewah milik Dave terparkir segera di garasi miliknya.
Ditatapnya makanan yang telah tersedia di meja makanan.
"Permisi Tuan." Bi Sum sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat.
"Dimana Tiara Bi."? Mata Dave menelisik ruangan yang digunakan Tiara saat memasak makanan untuknya.
"Nyonya berpesan pada saya untuk memberitahu Tuan jika hari ini Nyonya sudah memulai kegiatannya di kampus dan Nyonya bilang tidak akan sempat menemani anda sarapan Tuan." Dengan sangat hati-hati Bi Sum memberi penjelasan pada Tuannya agar tak membuat amarah Dave muncul.
Dave masih berdiri mematung di tempatnya, melihat makanan yang tersaji di meja makan dengan begitu rapih.
"Dan ini masakan Nyonya yang telah disiapkan olehnya Tuan."
Tanpa disadari satu senyuman tersungging di bibir Dave tanpa ia sadari.
"Shitt!! mengapa tiba-tiba aku tersenyum seperti ini."
***