
Hallo pembaca setia Marriage Author cuma mau ngingetin jangan lupa like dari setiap episodenya yaaaa💃
Dan jangan lupa juga untuk memberi rating 5,4,3 yaa agar Author lebih semangat dalam menulis ceritanya💕
Happy reading❤
***
Tiara sangat menikmati suasan pantai dengan angin sepoi-sepoi yang sesekali menyibakkan rambutnya yang hitam nan panjang itu. Dengan berlari-lari kecil ia memutarkan badannya perlahan, senyumnya selalu mengembang. Sesekali ia memainkan air pantai yang kadang pasang dan surut.
Dave yang melihat pemandangan itu sesekali tersenyum, hatinya menghangat kala melihat senyuman yang indah dan manis itu tersungging di bibir Tiara.
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 Sore tak terasa hari ini begitu cepat berlalu, Dave perlahan mendekat ke arah Tiara.
"Apa kau tidak lelah?." Ucap Dave datar dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
Tiara yang mendengar sumber suara itu seketika mengarahkan pandangannya ke arah Dave, kemudian Tiara tersenyum.
"Terimakasih, aku menyukainya." Ditatapnya dengan lekat mata hitam pekat itu dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.
Dave yang melihat itu seketika membuang pandangannya ke arah lain, tak ingin jika Tiara melihat ekspresi wajahnya yang sedikit merona.
"Apa kau lapar?." Tanya Dave.
"Emhh." Tiara menganggukkan kepalanya pelan.
"Ikut denganku." Dave berjalan menuju sebuah restoran dekat dengan pantai dan diikuti oleh Tiara dibelakangnya.
Acara makan malam ini berlangsung sekitar 20 menit tanpa percakapan diantara keduanya.
***
Setelah keduanya selesai dengan aktivitas hari ini akhirnya mereka berdua memutuskan kembali ke mansion.
Ditengah perjalan ada sebuah mobil hitam yang sedari tadi mengikuti jalan mereka. Dave yang telah mengetahuinya sesekali hanya melirik ke arah spion mobil.
"Sudah tak tahan kah kalian?." Semringai tipis tersungging dibibirnya.
Dave yang merasa tertantang pun akhirnya memberi peringatan pada Tiara.
"Kencangkan sabuk pengamanmu, aku ingin menambah kecepatan mobilku." Perintah Dave pada Tiara karna Dave tak ingin memberi alasan yang sebenarnya pada Tiara bahwa sedari tadi ada yang mengikutinya.
Tiara yang mendengar itu seketika membulatkan matanya, merasa heran dengan ucapan Dave.
Dave menambah kecepatan mobilnya sehingga mobil yang sedari tadi mengikutinya akhirnya hilang tak terlihat.
"Kalian lupa bermain-main dengan siapa?." Dave tersenyum sinis.
"Turunlah, malam ini aku ada sedikit urusan." Ucap Dave datar.
Tiara membuka pintu mobil itu dan menutupnya kembali, belum sempat Tiara mengucapkan terimakasih karna telah membuatnya bahagia hari ini mobil itu dengan cepat menghilang dari pandangan Tiara.
"Kau memang sulit untuk di tebak, hatimu selalu dingin. Sesekali kau bagai malaikat sebagai penolongku, namun sesekali kau juga berubah menjadi sosok yang bahkan sulit untuk aku artikan."
Akhirnya Tiara pun melenggang pergi dan kembali ke kamarnya.
***
Di bukanya satu buah kotak yang tersimpan dalam mobilnya, kemudian Dave memainkan benda tersebut ditangannya.
Ia kembali pada tempat dimana mobil tersebut mengukutinya dab ternyata benar saja bahwa mobil terebut masih terlihat jelas dihadapan Dave.
Dengan sedikit melajukan mobilnya yang berlawanan arah Dave menembakkan satu buah peluru tepat mengenai salah satu orang yang ada di dalamnya.
Satu senyuman tersungging di bibirnya. Dave kemudian memutar arah kembali pada posisi mobil itu berada dan.
*Tak..
Dorrr*..
Kedua kalinya Dave menarik pelatuknya dan timah panas tersebut menembus kepala sipengemudi mobil tersebut.
Dibukanya pintu mobil sport yang mewah itu dan membantingnya kasar.
"Aku tidak cukup banyak waktu untuk bermain dengan kalin." Ditatapnya kedua orang yang sudah menjadi mayat tersebut dengan darah yang keluar di bagian tubuhnya.
Dave kembali ke dalam mobil miliknya dan melaju dengan kecapatan tinggi membelah jalanan kota yang mulai sepi. Di tekannya satu buah nama yang ada dalam benda pipihnya.
"Cari tau siapa dalang dibalik ini semua." Dave segera mematikan panggilannya.
Dilajukannya mobil tersebut ke arah mansion miliknya.
***
Ketika sampai di mansion Dave melihat pintu kamar Tiara yang sedikit terbuka. Dilihatnya Tiara yang tengah terlelap dari sela-sela pintu itu, Dave tersenyum tipis dan kemudian pergi menuju ruang kerjanya.
Dave terduduk di kursinya kemudian membayangkan senyuman Tiara yang tak henti-hentinya berada dalam fikirannya. Hatinya menghangat ketika membayangkan wajah manis dan cantik itu.
"Perasaan lima tahun yang lalu kembali, apakah aku sudah mulai jatuh cinta terhadapnya? Atau hanya sebatas mengaguminya." Batin Dave.
***
Jadi novel Marriage Mr.Mafia akan diusahakan up setiap hari pukul 7 pagi yaaaaa...