
"Aku mencintaimu dengan sejuta kesombonganmu" Tiara Aprilia Kusuma
"Bahkan aku lebih mencintaimu meski harus meninggalkan segala yang aku punya demi mendapatkan hatimu" Dave Crishtian Alexander
Kisah cinta Dave dan Tiara akan segera dimulai.
Berawal dari pertemuan yang tidak terduga dan terkesan tidak baik, dari sinilah Dave Crishtian Alexander mulai merasakan bahwa Tiara Aprilia Kusuma harus menjadi miliknya. Hanya miliknya.
***
Drrttt, satu panggilan masuk memecah keheningan malam itu, tak kala hujan membasahi daun-daun yang sudah tak lagi menampakkan gairahnya.
"Halo, Ma?." Diangakatnya panggilan itu dengan nada yang lembut.
"Sayang, kamu masih dimana? sudah larut tapi belum juga kembali." Rasa cemas yang dilontarkan orang tua paruh baya itu nampak terlihat. Hatinya gusar, melihat jam yang sudah menunjukan pukul 10 malam namun putri tercintanya tak kunjung nampak.
"Tiara masih di kampus Ma, sebentar lagi pulang." Tiara tau Ibu tersayangnya itu pasti sedang menghawatirkannya.
"Baikalah, Mama tunggu di rumah ada hal yang ingin Mama sampaikan nak." dengan nada sedikit melemah Tiara bahkan tau apa yang akan dihadapinya saat ini.
Dengan perlahan Tiara membuang nafasnya, detak jantungnya nampak tak beraturan.
"Haruskah aku melakukannya?." ditatapnya sebuah foto. Lagi-lagi hatinya merasa perih, sakit dan terasa sesak. Air matanya perlahan jatuh dirinya membatin.
***
Flashback On
"Sayang." Suara ketukan pintu membangunkan gadis yang nampak menikmati tidurnya. Perlahan ia terbangun merasakan suara ketukan pintu yang diketuk dengan tiada hentinya.
"Iya ma, sebentar." dibukanya perlahan pintu kamarnya. Saat Mama nya hendak berbicara Tiara segera memotong pembicaraan orang tua paruh baya tersebut.
"Tolong Ma, hargai keputusanku aku tak bisa memenuhi keinginan Mama untuk menikah dengan laki-laki yang jahat itu, Mama tau aku sudah menjalin hubungan dengan Arkha sejak 2 Tahun yang lalu, mana mungkin aku meninggalkannya tanpa alasan" ditutupnya pintu kamar tersebut dengan perlahan. Tiara membuang nafasnya kasar dan mulai memijat kedua pelipis matanya.
Flasback Off
***
Perlahan langkah kaki Tiara berjalan tanpa arah tujuan, tatapannya kosong bahkan ia sendiripun tak tahu harus memilih keputusan mana. Akankah keputusan yang ia pilih tak melukai hati salah satu orang yang amat ia sayangi.
Duaaaarrrr
suaru tembakkan menghentakkan hatinya. Bibirnya pias memutih sungguh Tiara tak membayangkan sebelumnya kejadian yang ia lihat saat ini membuat badannya bergetar hebat.
"Apa kau melihatnya Nona." Suara dingin dan tatapan datar itu segera membuyarkan lamunannya.
"Ma..maaf saya tidak akan memberitahu kejadian ini pada siapapun." Tiara hanya tak ingin terlibat dengan kasus seperti ini, sudah cukup keluarganya terlibat kasus hutang-piutang dengan rentenir kejam seperti Tuan Sam.
"Kau fikir kami ini bodoh? Bahkan polisi saja tak akan mampu menangkap kami." lagi-lagi Tiara harus menelan salivanya dengan sangat susah payah. Suara langkah kaki yang datang dari dalam kegelapan nampak mulai terlihat. seorang laki-laki tampan dengan menggunakan jas hitamnya membuat ketampananya menjadi sangat terlihat.
"Abaikan dia Criss, masih banyak hal penting yang harus kita selesaikan malam ini." dengan nada bicaranya yang dingin serta tatapan matanya yang sangat amat datar ia mulai membalikkan bandannya.
"Baik tuan Dave." Segera Criss memenuhi permintaan tuannya.
"Siapa dia? mengapa meraka sangat patuh kepada laki-laki ini?" gerutu Tiara dalam hati.
"Aaaaah, sudahlah aku harus pulang anggap saja kejadian ini tak pernah aku lihat.
***