Marriage Mr.Mafia

Marriage Mr.Mafia
Kembalinya Lucy



Hallo pembaca setia Marriage Mr.Mafia Author cuma mau ngingetin jangan lupa beri like dari setiap episodenya yaaaa agar Author lebih semangat dalam menulis novelšŸ’ƒ


Dan jangan lupa juga untuk memberi rating 5,4,3 yaa agar Author lebih semangat dalam menulis ceritanya.


Happy readingā¤


***


15 menit berlalu dengan Lucy yang masih setia menunggu Dave kembali, di sofa yang elegant itu ia jatuhkan dirinya dan menyilangkan kakinya. Ditatapnya setiap sudut ruangan itu dengan sangat intens, sesekali senyumnya tersungging saat mengingat hal-hal yang pernah ia lalui dengan Dave.


"Tidak ada yang berubah." Gumamnya pelan.


Diluar sana nampak mobil sport milik Dave telah terparkir ke dalam bagasi miliknya, segera ia membuka pintu dan berjalan memutari mobil untuk membukakan jalan pada istri kecilnya. Tiara hanya tersenyum saat Dave mengulurkan tangannya.


Sedangkan di dalam sana Lucy yang mendengar suara mobil yang terparkir akhirnya mengembangkan senyumnya, ia sangat tau betul siapa yang tengah datang.


Dave dan Tiara melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion, betapa terkejutnya ia saat mendapati Lucy yang tengah berdiri dari duduknya dengan senyum yang terlukis di bibirnya.


"Sayaang." Lucy berlari dan memeluk Dave dengan segera sedangakan Dave dirinya hanya mematung terkejut dengan kehadiran Lucy.


Deg


Sedangkan Tiara dirinya tertegun melihat pemandangan yang menyakitkan di hadapannya.


Cup


Lucy segera mencium bibir Dave dengan segera, Dave terkejut dengan ulah yang dilakukan oleh Lucy terhadapnya. Seketika ia mendorong Lucy dengan sangat kuat kemudian melihat ke arah Tiara yang sedari tadi sudah menunduk sendu.


Tiara yang melihat adegan yang menyakitkan itu akhirnya memutuskan untuk melenggang pergi meninggalkan Dave yang masih mematung, hatinya merasa nyeri sehingga tetesan air mata lolos di kedua pipinya.


"Siapa dia, mengapa sangat begitu intim dengan Dave." Batin Tiara seraya meremas dadanya merasakan sesak yang begitu menyakitkan.


***


"Aku kembali Dave, aku kembali." Lagi Lucy memeluk Dave dengan sangat erat.


"Katakan, apa sebenarnya yang terjadi." Ucap Dave seraya melepaskan pelukan yang diberikan oleh Lucy terhadapnya.


"Aku tidak di bunuh Dave, selama ini aku di sekap oleh salah satu musuhmu. Mereka tau aku kelemahanmu sehingga mereka menculikku dan membuatku seolah-olah mati agar bisa membuatmu menjadi terpuruk dan frustasi." Raut wajah Lucy berubah menjadi sendu "Selama keadaan itu aku mencoba melarikan diri dan akhirnya akan menemukan seseorang yang membantuku untuk pulang dab bertemu dengamu lagi." Tangan Lucy kembali memeluk tubuh Dave.


"Kau tau Lucy, aku sangat mencintaimu. Bahkan saat kepergianmu aku hilang akal dan satu-satunya tujuanku adalah membunuh para keparat itu untuk membalaskan dendamku." Ucap Dave namun wajahnya masih enggan menatap bola mata coklat pekat milik Lucy. Lagi-lagi Dave melepaskan kedua tangan yang melingkar di tubuhnya.


"Kau tau Lucy aku adalah Dave Alexander Crishtian." Pandangannya mengarah pada manik mata Lucy seolah memberi penekanan.


Entah mengapa hati Dave tidak seperti dulu lagi, padahal ia tau bahwa Lucy adalah wanita yang selama ini ia cari keberadaannya atas peristiwa malam jahanam itu. Wanita yang selama ini diharapkannya tapi setelah bertemu dengab Tiara hati Dave memilih untuk menetap disana, istri kecil yang mampu menghangatkan hatinya.


Lucy mengerinyitkan dahinya atas ucapan yang di lontarkan Dave terhadapnya, ditatapnya dengan intes manik hitam pekat itu.


"Apa maksudmu Dave, apa kau tidak senang atas kembalinya aku." Cerca Lucy dengan tatapan sendunya.


"Apa karena ada perempuan la--." Belum sempat Lucy menyelesaikan ucapannya Dave memtongnya dengan segera.


"Ya, kau benar Lucy dia adalah Tiara Aprilia Kusuma lebih tepatnya istriku." Tegas Dave seraya meninggalkan Lucy yang mematung sendirian.


***


Di dalam kamar Tiara masih menatap sendu ke arah jendela yang sedikit terbuka dan menampilkan pemandangan ke arah luar mansion. Fikirannya masih berkutat hebat dengan kejadian yang baru saja dilihatnya, tak terasa ia kembali menjatuhkan air mata yang saat ini telah ia tahan.


Cklek


Dave membuka knop pintu perlahan, ia melihat Tiara dengan wajah sendunya rengan beberapa bulir air mata yang membasahi pipinya, Dave melangkahkan kakinya segera menghampiri Tiara dan memeluk tubuhnya dari belakang, kepalanya ia tempelkan pada bahu istrinya yang membuatnya terasa nyaman.


"Sayang...." Tangan Dave membalikkan tubuh Tiara yang tanpa ekpersi, Dave sungguh menyesal dengan kejadian yang dilihat Tiara. Saat ini Dave merasa kesal pada dirinya karena telah membuat istri yang dicintainya terluka karena dirinya. Dave mengusap air mata Tiara namun dengan segera Tiara menpis tangan Dave.


***