
Haiiiii para readers jangan lupa kasih like dan komennya ya di novel ini, itu sangat membantu Author agar lebih semangat lagi dalam menulis novel ini.
Daaaan jangan lupa kasih rating 5,3,2 yaaa agar kisah Dave dan Tiara akan terus berlanjut.
Happ reading readers❤
***
Tinggal satu hari lagi Tiara diberi kesempatan oleh Tuan Sam, namun saat ini ia tak kunjung mendapatkan bantuan dari siapapun.
"Bagaimana ini sudah lewat satu hari namun aku tak kunjung mendapatkan uang yang diminta Tuan Sam, apakah aku harus meminjam pada Bianca". Cemas Tiara di dalam batinnya.
"Ah tidak..tidak.. aku tidak ingin lagi membuatnya menghawatirkan diriku."
Digigitnya kuku pada jari telunjuknya itu.
"Apakah aku harus menyetujui permintaan Tuan Dave?." Saat ini menurut Tiara adalah pilihan yang sangat sulit, pilihan yang sama-sama mengorbankan perasaannya.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Tiara.
"Nona." Bi Sum memanggil dari sebrang sana.
Cklek
Tiara membuka pintu itu, ditatapnya Bi Sum yang sedari tadi berdiri di depan pintu kamarnya.
"Bi Sum, maafkan aku karna telah membohongi Bi Sum." Mata Tiara mulai berkaca-kaca karna kebodohannya telah membohongi orang tua paruh baya ini.
Di pegangnya tangan Tiara dengan lembut, kemudian dielusnya punggung tangan Tiara.
"Tak apa nona, Bibi tau pasti ada alasan yang kuat mengapa nona melakukan ini." Sebuah senyuman terlukis dibibir Bi Sum dengan tulus.
"Sudahlah lupakan, Tuan Dave memanggil nona untuk makan malam." Ajak Bi Sum.
Perlahan Tiara menuruni anak tangga dengan perasaan bimbang.
Ditatapnya laki-laki yang sedang duduk di meja makan itu, sesekali Dave melirik Tiara dengan ekor matanya.
"Apa kau sudah puas memandangiku?." Ucap Dave membuat Tiara kikuk dibuatnya.
"Makanlah, aku tak ingin mengulang perkataanku." Sebuah perkataan yang datar selalu ia lontarkan pada Tiara.(Bukan hanya pada Tiara saja melainkan pada orang lain kecuali Daddy dan Mommy nya).-Author protes😝
"Sudahlah, dia memang laki-laki dingin yang sulit ditebak."
Suasana hening terjadi sampai keduanya selesai menyantap makanan yang tersedia di meja makan. Keduanya sama-sama melenggang pergi ke arah kamarnya masing-masing tanpa ada satupun perbincangan.
***
Dibalik pintu kamar Dave hanya bisa menarik nafasnya dalam.
"Tidak ada pilihan lain selain membuat Tiara menjadi istriku." Batin Dave berbicara.
Dave saat ini sedang membuat salah satu strategi agar bisa membalaskan semua dendam yang telah terjadi pada Dave dan kekasihnya itu.
Kejadian lima tahun yang lalu itu membuat hati Dave membeku. Bahkan ia tak bisa lagi merasakan cinta di dalam hatinya, sudah banyak luka yang ia tanggung sendiri. Kini saatnya Dave memulai permainan baru dengan orang-orang yang sudah meremehkannya, kini ketua dari "Dark Word" bangkit.
"Akan ku bunuh kalian satu persatu". Lagi-lagi senyum menakutkan itu tersungging dibibir manis Dave Alexander Crishtian.
"Kali ini aku melibatkanmu Tiara." Ucapnya perlahan.
***
Sudah hampir tengah malam Tiara masih diposisi yang tak karuan, membolak-balikkan badannya dengan tak beraturan. Ada beberapa hal yang ia fikirkan dan itu cukup menguras tenaga dan hatinya.
"Tidak ada pilihan lain, aku harus cepat sebelum semuanya terlambat. Aku tidak peduli lagi dengan diriku, nyawa Mama lebih penting." Tiara mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
"Yaa, besok akan ku katakan padanya." Namun tetap saja hatinya masih sedikit ragu dengan hal itu, Tiara hanya takut akan dipermainkan oleh Dave.
Akhirnya dua insan yang dilanda kegalauan itu terlelap dalam tidurnya masing-masing.
***
Hayoo siapa yang rindu sama visual Dave dan Tiara?
Atau dengan Criss dan Bianca?
Next episode Author bakal munculin karakter-karakter baru yaa🤗
Untuk novel Marriage Mr.Mafia Author akan usahakan up setiap hari jam 7 pagi itupun jika posisi Author yang tidak sibuk yaa.
Mengingat saat ini Author sedang mengajar daring di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan, intinya Author akan terus semangat jika dapat motivasi dari para pembaca setia Marriage Mr.Mafia❤🤗