Marriage Mr.Mafia

Marriage Mr.Mafia
Kebenaran



Disela-sela kemacetan kota J membuat seorang laki-laki tampan sedang mengumpat kesal karna keterlambatan dirinya.


"Shitt!! Mengapa jalanan ini begitu macet.” sesekali ia melirik ke arah sebuah benda yang melingkar dipergelangan tangannya.


“Criis, putar arah secepatnya.” Perintahnya pada asisten pribadinya itu.


“Maaf Tuan sepertinya akan sulit mengingat tidak ada akses untuk memutar arah." Pandangannya lurus (Memang Criss dan Dave tak ada bedanya sama-sama mempunyai kepribadian yang dingin).


“Kau tau aku tidak suka dibantah." Seketika Dave memincangkan sebelah alisnya.


“Maafkan saya tuan.” Criss menoleh dengan menundukan kepalanya.


***


“ Haii Ra, ada apa? Tidak biasanya seperti ini.” Suara sahabatnya itu seketika membuyarkan lamunannya.


“Tidak bi, hanya sedikit merasa tidak enak badan.” ditatapnya sahabatnya itu dengan sedikit senyuman yang tersungging dibibir tipisnya itu.


“Bi. Apakah aku harus meninggalkan Arkha?.” Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh juga.


“Apa ada hal yang kamu sembunyikan dariku Ra? Ceritakanlah, agar sesak dihatimu bisa sedikit hilang.” ditatapnya sahabatnya itu.


Tidak ada jawaban hanya senyum tipis dan buliran air mata yang jatuh tiada hentinya.


”Baiklah, ceritakanlah jika kamu sudah siap.” diusapnya air mata dikedua pipinya dengan lembut.


“Ayo pulang.”


Segera Tiara berdiri dan mengikuti Langkah sahabatnya itu.


Dapp..Dapp


suara langkah kakinya terhenti saat ia memandangi sosok laki-laki yang selama ini menjadi pujaan hatinya, napasnya memburu seperti ada tali yang mengikat lehernya. Ditatapnya dengan intens sosok laki-laki itu, lagi-lagi Tiara berusaha menelan salivanya dengan kasar, matanya membulat sempurna. Ya, Arkha kekasih yang selama ini menjadi sosok yang paling Tiara sayangi dengan santainya menggandeng seorang wanita yang cantik dan sexy.


”Jadi, kamu sudah melihatnya Ra? Baguslah jika sudah seperti ini aku tidak perlu lagi menyembunyikannya dan tidak perlu lagi mencari alasan mengapa selama ini aku menghindarimu.” dengan santainya laki-laki itu berbicara tanpa mengetahui bagaimana perasaan Tiara saat ini.


“Baiklah, aku sudah mengerti” Sampai saat ini Tiara tidak habis fikir mengapa kekasih yang dua tahun bersamanya dengan tega berselingkuh secara terang-terangan dihadapannya.


”Arkha.” Bianca menghampri Arkha dengan kemarahan yang menggebu-gebu, ditatapnya kedua bola mata itu dengan tatapan kebencian.


“Kau memang tak pantas untuk Tiara.” Biancapun segera pergi mengejar Tiara ia tau betul saat ini pasti sahabat baiknya itu pasti tengah terluka.


***


Dipijakannya kaki itu disebuah perusahaan yang menjulang tinggi dan mewah. Derap kakinya masuk ke sebuah ruangan yang ramai akan pegawainya, begitu banyak sorot mata yang memandangnya kagum. Namun lagi-lagi para karyawan perempuan itu hanya mendapatkan kekecewaan Ceo yang selama ini dikagumi banyak wanita hanya menunjukkan tatapan datar dan dingin.


“Selamat pagi tuan muda.” Sapa sekertarisnya yang bernama Lisa itu, Namun lagi-lagi Dave hanya meliriknya dengan sekilas kemudian langkah kakinya terhenti.


“Masuklah ke dalam ruanganku.” dengan nada yang dingin Lisa menganggukan kepalanya


“Baik tuan”. Jawab Lisa segera dan di ikutinya langkah kaki Bos nya itu.


“Apa jadwalku hari ini” dibukanya beberapa dokumen yang ada dalam meja kerjanya.


“Jadwal hari ini pukul 9 ada meeting dengan Pak Suryo untuk membahas kerja sama pembangunan di Kota A tuan, Hanya itu saja setelah itu jadwal tuan muda lenggang sampai pukul 3 Sore selanjutnya ada pertemuan antar keluarga Alexander di rumah utama.” Dibacanya jadwal tersebut dengan sangat teliti.


“Hmm, kau boleh kembali.” Dave memang laki-laki yang tak banyak bicara dengan siapapun kecuali dengan keluarganya.


“Baik tuan”. Lisa segera melenggang pergi kembali ke meja kerjanya.


“Sampai kapan kau akan seperti ini tuan muda? Sudah lima tahun berlalu tidak ada lagi kehangatan yang terlihat di raut wajahmu” di dalam batin Lisa.


***