
Hallo balik lagi bersama authorš¤
Jangan lupa untuk like setiap eps yang tayang yaa readers.
Supaya author lebih semangat lagi untuk upš
Happy Readingā¤
***
Pok..pok..pok
Suara tepuk tangan dari sudut kamar terdengar, derap langkah kaki perlahan mulai terdengar.
"Akhirnya kau kembali." Senyum kepalsuan tersungging di bibir Tuan Sam, "Wanita s*al*n." Umpatnya kasar, Tuan Sam benar-benar marah melihat Tiara berdiri di hadapannya.
"Tuan Sam, ku mohon lepaskan Mamaku." Jika bukan karena Mamanya Tiara sungguh tidak sudi memohon kepada laki-laki yang tengah berdiri dihadapannya.
"Mudah saja, asal kau mampu mebayar hutang-hutang Ayahmu, maka ku anggap selesai." Tuan Sam tidak peduli lagi jika dirinya tidak bisa menikah dengan Tiara maka dengan uangpun ia anggap selesai.
Ditatapnya mata Tuan Sam dengan sangat emosi, sungguh jika tenaganya lebih kuat dari dirinya ingin rasanya Tiara memukul habis laki-laki yang kejam ini.
"Berapa yang kau minta." Ucap Tiara tegas.
"200 Juta".
"Itupun kalau kau sanggup membawa 200 juta dalam waktu 2 hari, Jika tidak?." Tuan Sam mulai memberi peringatan.
"Baiklah, tapi berjanjilah untuk tidak menyakiti Mamak." Ucap Tiara tegas dan memandangnya dengan penuh peringatan.
Tuan Sam hanya mengangkat kedua bahunya, tanda bahwa ia tidak yakin dengan apa yang akan dirinya perbuat jika Tiara tidak menepati janjinya.
Ditatap kedua bola mata ibunya, ingin rasanya Tiara segera membawa pergi orang tua paruh baya tersebut.
"Ma, tunggu sebentar lagi saja". Tiara lirih dan menangis sejadi-jadinya.
Hanya ada anggukan kecil yang didapatnya, Tiara tau saat ini untuk berbicara saja Mamanya sudah sangat tidak mampu.
***
Jhon masih mencari keberadaan Tiara, sedangkan Bi Sum dirinya sudah harap-harap cemas, ia sudah siap mendapatkan amarah dari Dave.
Tiara melangkahkan kakinya menuju pintu masuk mansion Dave.
Deg
Hatinya merasa takut, apakah kembali ke mansion Dave adalah pilihan terbaik atau haruskah ia mengingkari janjinya pada Dave.
"Ah sudahlah, tidak ada piliha lain" Batin Tiara.
Dibukanya pintu mansion itu perlahan.
"Dari mana saja kau Nona? Apa kau fikir kau bisa lari dari sini?". Bentak Jhon yang merasa kesal atas perbuatan Tiara.
Di depan sebuah pintu masuk terlihat sosok laki-laki tampan sedang berdiri, di tatapnya Tiara dengan penuh emosi, rahangnya mengeras, tangannya sudah mengepal kuat.
Derap kakinya perlahan memecah percakapan antara Tiara dan Jhon.
Ditariknya tangan Tiara dengan kasar.
" Awww--". Tiara meringis kesakitan akibat tarikan yang begitu kuat tepat di lengannya.
"Sudah ku bilang patuhi segala aturan yang ada dalam rumah ini." Bentak Dave membuat Tiara terkejut.
" Ma..Maaf Tuan saya tid..." Belum sempat Tiara melanjutkan perkataannya Tiara diseret paksa masuk ke dalam mansion oleh Dave.
"Aku tidak ingin mendengar sedikitpun alasanmu." Ditariknya tubuh Tiara dan kemudian Dave melemparkan tubuhnya yang mungil itu.
Tiara mulai terisak, sungguh dirinya tidak snggup lagi menanggung beban yang di deritanya. Ingin rasanya ia menuskkan pisau tajam ke dalam dadanya, sehingga dengan begitu hilang semua beban yang memikul pundaknya.
"Bunuh aku." Ucap Tiara dengan lirih.
Deg
Dave mematung mendengar ucapan Tiara.
"Bunuh aku, rasanya aku tidak ingin hidup lagi." Tanpa terasa buliran air mata jatuh di kedua pipi Tiara.
Dave mengerutkan dahinya, ditatapnya Tiara dengan perasaan tanda tanya.
"Apa begitu tidak inginnya kau tinggal di mansion ini, sehingga kau memintaku untuk membunuhmu." Ucap Dave dengan datar.
Dave melenggang pergi meninggalkan Tiara yang masih menangis, rasanya Dave ingin sekali memaki gadis yang membuatnya naik pitam itu.
"Brengsek..."Dipukulnya kaca yang terdapat dalam kamarnya itu.
Tes.. Tes...Tes..
Perlahan darah segar keluar dari dalam tangannya. Namun lagi-lagi ia hanya mengumpat emosi mengingat ucapan yang di lontarkan Tiara.
"Mengapa aku jadi sangat emosi mengingat ucapannya". Ditatapnya cermin yang sudah retak itu.
"Sekarang atau seterusnya kau tidak boleh mati ataupun meninggalkan mansion ini Tiara".
****
Please jangan lupa like dan komennya yaa, kasih pendapat tentang novel " Marriage Mr.Mafia" Agar author bisa lebih percaya diri untuk up setiap hari
Author
-Diah ayu