Marriage Mr.Mafia

Marriage Mr.Mafia
Cemburu



Hallo pembaca setia Marriage Mr.Mafia balik lagi bersama Author, Dave dan juga Tiara😬


Jangan lupa like dan beri rating 5,4,3 yaa agar Author lebih semangat dalam menulis ceritanya.


Happy readingā¤


***


Di dalam bis Tiara menyandarkan kepalanya du kursi belakang penumpang, mengingat beberapa kejadian ini membuatnya sedikit lelah.


"Huuftt." Dibuang nafasnya dengan perlahan.


20 Menit berlalu akhirnya Tiara turun dari bis dengan sedikit berlari, takut-takut jika dirinya telat untuk melakukan bimbingan skripsi.


Saat Tiara hendak masuk ke arah gerbang kampus, ia melihat sosok Arkha yang datang menghampirinya di pegangnya tangan Tiara dengan lembut.


"Ra, aku ingin bicara." Ucap Arkha dengan menatap Tiara lekat.


Sorot mata Tiara menelisik memandang wajah Arkha.


"Untuk apa? bukankah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi anatara kita.?" Raut wajah sinis Tiara terpancar jelas.


"Aku menyesal telah meninggalkanmu." Laki-laki yang selama 2 tahun ini mendampingi Tiara akhrinya menunjukkan raut penyesalan.


Tiara melepaskan tangan Arkha yang mencengkram pergelangan tangannya dengan perlahan, sebuah senyuman tersungging di bibir Tiara.


"Mungkin sudah saatnya kita mengakhirinya." Ketika Tiara hendak melangkah pergi, lagi-lagi tangan Arkha meraihnya dengan kuat.


***


Dave sedikit menyesal atas perbuatannya yang mungkin telah melukai Tiara. Sebelum pergi ke kantor ia berniat untuk pergi ke kampus Tiara dan menemuinya.


Setelah aktivitas sarapan paginya selesai, Dave meminta Criss untuk lebih dulu pergi ke kantor.


Di jalankan nya mobil sport itu dengan kecepatang sedang, sesekali senyumnya mengembang saat mengingat Tiara.


"Ataukah mungkin aku telah jatuh cinta?." Ditepisnya perasaan itu.


Tak berselang lama mobil Dave berhenti saat dirinya melihat sosok wanita yang berada di hadapannya tengah berbicara dengan sosok laki-laki yang bahkan Dave tidak mengenalnya.


Dave yang melihat pemandangan istrinya tengah berbicara serius dengab laki-laki lain merasakan jika hatinya sedikit kesal.


"Kau punya hutang penjelasan saat ini." Dilajukannya mobil sport itu dengan kecepatan tinggi, sesekali Dave memukul stir mobil miliknya dan mengumpat kasar.


***


Hingga pukul 20.00 terdengar suara mobil sport terparkir di bagasi mansion milik Dave. Langkah kakinya perlahan memasuki ruang tamu yang cukup luas.


Tiara yang mengetahui Dave sudah kembali seketika berdiri dari tempat duduknya.


"Apa kau sudah makan?." Tanya Tiara perlahan.


Dave melirik meja makan yang terlihat hidangan disana masih terlihat utuh.


"Jika kau lapar makanlah sendiri." Dave melenggang pergi meninggalkan Tiara sendiri.


"Masih marah? Lalu aku harus bagaimana." Batin Tiara.


***


Tiara sedikit canggung karena dirinya dan Dave yang tengah berada dalam ruangan yang sama.


"Jika kau merasa tidak nyaman aku akan tidur di kamar lain." Ucap Dave dingin


Saat Dave hendak pergi meninggalkan Tiara dengan segera Tiara menarik tangan Dave pelan.


"Apa kau masih marah." Ucap Tiara dengan nada yang lembut.


"Menurutmu? Oh, mungkin kau lebih senang bersama laki-laki yang bertemu denganmu di gerbang kampusmu tadi pagi." Jawab Dave dengan nada datarnya.


Tiara tersadar akan ucapan Dave yang menyinggung dirinya saat bertemu Arkha tadi pagi di kampusnya.


"Apa kau cemburu?."


"Sebaiknya kau sadar siapa dirimu dan statusmu saat ini." Nada penekanan terdengar disetiap ucapan Dave.


Dave memilih untuk menghindari Tiara beberapa hari ini.


***


Setiap pagi mereka menjalankan aktivitasnya masing-masing, Dave dengan pekerjaannya dan Tiara dengan kuliah akhir semesternya.


Walaupun keduanya tidak bertegur sapa akan tetapi Tiara selaku memenuhi tugasnya sebagai seorang istri, memasak serta menyiapkan pakaian yang telah disiapkannya untuk Dave


***