Marriage Mr.Mafia

Marriage Mr.Mafia
Posessive



Hallo pembaca setia Marriage Author cuma mau ngingetin jangan lupa like dari setiap episodenya yaaaa agar Author lebih semangat dalam menulis novel💃


Dan jangan lupa juga untuk memberi rating 5,4,3 yaa agar Author lebih semangat dalam menulis ceritanya💕


Happy reading❤


***


Pagi menjelang menyingsing malam yang penuh gairah sepasang dua insan yang tengah di mabuk cinta, terlihat raut wajah lelah akibat pergulatannya semalam. Pukul 4 pagi akhirnya mereka terlelap dengan guratan senyum bahagia. Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi pertanda segala aktivitas akan segera dimulai.


Tok..tok..tok


Suara ketukan pintu terdengar di sebrang sana. Tiara perlahan mulai membuka matanya, dilihatnya tubuh tanpa sehelai benangpun ia hanya tersenyum mengingat kejadian semalam, ditatapnya wajah suaminya yang terlihat tampan itu. Lagi-lagi suara pintu memaksanya untuk menyudahi kegiatannya tersebut.


"Hubby, bangun." Tiara menggoyangkan badan Dave pelan.


"Hmm." Dave hanya menggeram pelan.


"Ada yang ketuk pintu, aku tidak bisa membukanya lihat bahkan aku tidak menggunakan apapun." Gerutu Tiara pandangannya tertuju pada balutan selimut yang menutup dirinya.


Dave melingkarkan tangannya pada pinggang Tiara.


"Biarkan saja sayang."


"Yasudah kalau Hubby tidak mau bangun biar aku yang membukanya pintunya." Ucap Tiara kesal karena melihat tingkah suaminya.


Dave yang mendengar itupun akhirnya terperanjat dalam tidurnya, ditatapnya mata istrinya itu dengan posesif.


"Bahkan siapapun tidak berhak melihat tubuh istriku yang cantik ini." Protes Dave pada Tiara.


"Baiklah, biar aku yang membukakan pintu." Dave mengecup kening istrinya sebelum membukakan pintu, sedangkan Tiara hanya tersenyum bahagia melihat sikap posesif suaminya itu.


Dave melangkahkan kakinya menuju pintu, dibukanya pintu itu dengan sedikit ruang agar tidak ada yang bisa melihat tubuh istrinya yang tengah dibalut selimut. Dave menatap Pelayan yang tengah berdiri di depan pintu.


"Ada apa?." Seperti biasa Dave hanya menunjukan sikap datar dan dinginnya kepada orang lain.


"Maaf mengganggu Tuan, di bawah Tuan Criss sudah menunggu." Ucap pelayan itu dengan membungkukkan badannya pelan.


"Katakan padanya untuk menunggu di ruang kerjaku."


"Baik Tuan." Pelayan itu kemudian melangkahkan kakinya pergi.


Dave mengunci pintu kembali dan kemudian menghampiri istri tersayangnya itu. Ditatapnya wajah Tiara dengan sangat intens kemudian Dave memeluk Tiara erat.


"Cukup Hubby aku mau mandi." Gerutu Tiara


Tiara melepaskan pelukan Dave dan kemudian menurunkan kakinya perlahan. Ketika Tiara akan melangkah kakinya bagian sensitifnya itu merasakan sesuatu yang cukup sakit.


"Aww.." Tiara meringis.


"Sayang kenapa?..apa begitu sakit?." Dengan sigapnya Dave menahan tubuh Tiara. Dave nampak cemas melihat Tiara yang setengah membungkuk menahan sesuatu yang entah itu apa.


Tiara hanya menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum pada Dave.


"Baiklah, biar ku gendong." Dave menggendong tubuh Tiara ke kamar mandi ala bridal style. Diletakannya tubuh ramping itu di bathtub dan kemudian Dave mengguyur Tiara dengan air hangat.


"Sudah lebih baik." Ucap Tiara.


Dave hanya tersenyum lega, namun pandangan Dave tak henti-hentinya memandang tubuh Tiara yang ramping dan juga indah.


"*Sial!! kenapa tubuh istriku begitu sangat men*ggoda.


***


Sedangkan di sisi lain Criss tengah menunggu bos nya itu dengan waktu yang sangat lama.


"Sebenarnya apa yang tengah kau lakukan Tuan sehingga aku menunggu dengan sangat lama." Gerutu Criss ditengah kebosanannya meunggu Dave yang tengah bercinta dengan istrinya itu.


Sesekali Criss melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya dan mendengus kesal mengingat hari ini ada beberapa pertemuan yang harus dilakukan oleh Tuannya itu


***


"Stop Hubby." Tiara hampir kehabisan oksigen karena Dave tak mau melepaskan ******* nya itu.


Dave hanya tersenyum melihat istrinya protes karna perbuatannya.


"Baiklah, jika kau terus melakukan ini maka hari ini Hubby akan terlambat bekerja." Protes Tiara.


"Aku bossnya." Jawab Dave dengan begitu entengnya. Kemudian Dave ******* bibir Tiara dengan lembut.


Lagi-lagi kegiatan yang diawali dengan mandi pagi berubah menjadi kegiatan lain.


***


Setelah merasa selesai dengan aktivitasnya Tiara berganti baju dan kemudian duduk di sofa dan menatap arah jendela dan sesekali memandang suaminya yang tengah berganti pakaian.



"Hubby, ayo." Ucap Tiara.


Dave membalikkan badan menatap Tiara yang menggunakan pakaian yang sedikit melihatkan bagian tubuhnya.


"Ganti bajumu." Dave masih menatap Tiara dengan lekat.


"Tapi Hubby, kita...."


"Sayang, aku bilang ganti bajunya aku hanya tidak suka jika orang lain melihatnya." Protes Dave dan segera menghampiri Tiara.


"Aku akan menemui Criss terlebih dahulu dan gantilah pakaianmu." Dave mengecup puncak kepala istrinya kemudian melenggang pergi.


Tiara hanya mendengus kesal melihat sikap suaminya itu, kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang ganti.


****