Marriage Mr.Mafia

Marriage Mr.Mafia
Penyelamatan



Haii readers maafkan Author yang sempat menghilang karena ada beberapa lain hal sehingga novel Marriage Mr.Mafia sempat tertunda😞


Oke, kali ini Author akan menebusnya dengan meng’up kembali cerita Marriage Mr.Mafia dengan beberapa episode, eitsss tapi jangan lupa beri rating 5,4,3 yaa agar Author lebih semangat lagi dalam menulis cerita Dave dan Tiara🤗


Jangan lupa like dan juga komentarnya dari setiap episode ya kaka..


Happy Reading❤


***


Langkah kaki Tiara nampak tak beraturan kala dirinya memikirkan bagaimana nasib Ibu tercintanya dalam dekapan Tuan Sam. Ditelusurinya tiap gang yang kumuh itu dengan perasaan yang tak jelas, Jantungnya berdegup kencang tak berirama, matanya nampak sudah berkaca-kaca kala dirinya menatap sebuah pintu rumah yang sederhana.


Kilasan masa lalu berputar diotaknya, bagaimana bahagianya Tiara ketika Ayah dan Ibunya masih bersamanya menghabiskan banyak waktu. Satu tetes air mata Tiara akhirnya jatuh, ditempelkannya tangan mungil itu tepat di dadanya. Diremasnya baju yang dikenakannya dengan sangat kuat pertanda perihnya luka yang ada dalam hatinya.


Cklek


Diputarnya knop pintu itu dengan perlahan, matanya membulat ketika mendapati sosok wanita paruh baya yang sudah terkulai lemas di hadapannya. Dadanya semakin perih melihat wanita yang selama ini ia sayangi dalam keadaan tidak baik-baik saja.


“Mama.” Tiara berlari dan mencoba melepaskan ikatan yang membuat ibunya merasa kesakitan.


Plok..Plok..Plok..


“Akhirnya kau datang juga.” Tuan Sam tersenyum kala mendapati Tiara yang sedang berusaha membuka ikatan yang terdapat dipergelangan tangan nyonya Laras.


“Jangan keterlaluan Tuan Sam, aku sudah membawakan sejumlah uang yang kau minta. Jadi lepaskan Mamaku sekarang juga.” Rasanya saat itu Tiara ingin sekali membunuh orang yang sedang berada dihadapnnya dengan tangannya sendiri. Ditatapnya Tuan Sam dengan perasaan benci yang begitu mendalam.


“Kau fikir aku hanya perlu uangmu Tiara?.” Sorot matanya tajam “Kau berulang kali membuatku muak, kali ini kau tidak akan pernah lepas dariku.” Satu buah senyuman berhasil membuat tubuh Tiara menegang kuat. Kakinya perlahan melangkah mundur saat Tuan Sam mencoba mendekatinya.


“Jangan mendekat brengsek.” Umpat Tiara dengan perasaan tak karuan, sungguh saat ini Tiara benar-benar takut jika Tuan Sam berbuat macam-macam terhadap dirinya.


Dipegangnya dengan kuat pergelangan tangan Tiara kemudian ditariknya dengan sangat kasar. Tiara mencoba tidak memperlihatkan rasa sakitnya tapi apalah daya tarikan tersebut malah semakin kuat.


“Awww sakit, lepaskan aku.” Mohon Tiara saat itu pada Tuan Sam, tubuhnya bergetar hebat air matanya tak henti-hentinya jatuh.


Tiara mencoba melepaskan genggaman tangan Tuan Sam pada pergelangan tanganya tapi genggaman tangannya malah semakin kuat, didorongnya tubuh Tiara dengan sangat kasar sehingga membentur tembok yang berada tepat dibelakang Tiara. Ketika Tuan Sam hendak memulai aksinya seketika terdengar suara bantingan pintu.


Bruaaaakkk..


Terlihat dua orang laki-laki yang sedang berdiri diambang pintu, Namun yang satunya berdiri tepat dibelakang laki-laki tampan yang sedang memutar-mutar satu buah pistol ditangannya.


“Berani kau menyentuh wanitaku?.” Tatapan membunuh itu terlihat dari dua bola mata hitamnya yang pekat.



“Lepaskan tangannya atau ku pecahkan kepalamu.” Perintahnya dengan nada yang membuat Tuan Sam seketika menjatuhkan tubuhnya.


“Tuan Dave.” Ditatapnya laki-laki itu oleh Tiara dengan penuh harap.


Biasanya Dave tidak pernah turun langsung dengan masalah yang dianggapnya biasa, Namun jika kali ini Dave yang turun langsung menghadapi musuhnya maka tidak akan ada lagi ampun bagi dirinya.


“Ma..Maafkan saya Tuan sungguh saya ti--.” Belum sempat Tuan Sam melanjutkan pembicaraannya satu buah peluru panas menembus kepalanya.


Duaaarrrr..


Saat itu juga tubuh Tiara menegang kuat saat dirinya melihat langsung Dave membunuh Tuan Sam dengan pistolnya, darah segar mulai mengalir menyentuh bagian kaki Tiara.


“AAAAAAA.” Tiara menjerit ketakuan dan mulai tak sadarkan diri.


Criss yang melihat Tiara ambruk di depannya hendak menolongnya dengan langkah sedikit berlari, namun seketika tangan Dave menghalanginya.


“Biar aku yang urus Tiara dia istriku Criss.”


Criss sudah mulai paham dengan ucapan tuannya itu.


“Baik Tuan, biar saya urus nyonya Laras.” Ucapnya segera mengahmpiri Nyonya Laras yang sudah mulai tak sadarkan diri.


***


Flash Back On


Di luar mansion Dave sudah 10 menit menunggu asisten pribadinya itu dengan sesekali melihat sebuah benda yang melingkar dipergelangan tangannya.


Ditatapnya seorang pria yang keluar dari pintu mansionnya itu dengan tatapan dingin.


“Bagaimana?.” Ucapnya datar.


“Semuanya sudah berjalan sesuai yang telah direncanakan Tuan.”


Dari luar sana Criss dan Dave telah mengamati Tiara sejak dirinya mulai melangkahkan kaki keluar dari mansionnya itu.


“Ikuti.” Perintahnya.


“Baik tuan.” Criss perlahan mengemudikan mobil itu dengan kecepatan sedang di amatinya Tiara ketika menaiki kendaraan umum itu.


Nampaknya Tiara memang tidak sadar saat dirinya diikuti oleh Criss dan calon suaminya itu. Sungguh saat ini pun Dave hanya tidak ingin Tiara mengalami kejadian yang tidak diinginkan.


Sampai saat kejadian tak terduga itu muncul, Dave akhirnya bertindak dengan tepat waktu.


Flash back off


***