Marriage Mr.Mafia

Marriage Mr.Mafia
Bunga



Hallo pembaca setia Marriage Mr.Mafia balik lagi bersama Author, Dave dan juga Tiara😬


Jangan lupa like dan beri rating 5,4,3 yaa agar Author lebih semangat dalam menulis ceritanya💕


Happy reading❤


***


Tiara yang sedikit kesal karena beberapa hari ini Dave mendiamkannya pun akhirnya tidak tahan dengan situasi ini.


Tiara akhirnya mencoba mengabaikan Dave sehingga segala kebutuhan Dave tidak ia penuhi dengan baik.


Dave terduduk di meja makan yang nampak kosong itu dengan mengetuk-ngetukkan ibu jarinya. Sedangkan Tiara hari ini tidak ada jadwal untuk pergi ke kampus, karena merasa haus akhirnya ia keluar dan menuruni anak tangga perlahan tanpa menatap Dave.


Dave yang merasakan perubahan Tiarapun akhirnya berdiri dan menghampiri Tiara saat akan menuangkan air minum di gelas yang telah diambilnya.


Dave meraih tangan Tiara dengan kasar sehingga membuat gelas yang berada ditangannya terjatuh.


"Apa kau sudah lupa statusmu Nona." Ucap Dave dengan nada yang meninggi membuat Tiara membulatkan matanya.


"Aku? Istri pura-puramu Tuan Dave Alexander Crishtian." Ditatapnya dengan tajam mata hitam pekat itu.


Mendengar perkataan Tiara membuat rahang Dave mengeras sorot matanya mengimintidasi segala ucapan yang dilontarkan Tiara.


Dengan kasar Dave akhirnya ******* bibir tipis Tiara, berbeda dengannya Tiara seakan terkejut dengan perlakuan yang dilakukan Dave terhadapnya.


Dengan kedua tangannya Tiara memukul dada bidang Dave dengan sekuat tenaga, namun Dave sama sekali tidak bergeming dari tempatnya.


"Jangan pernah menemui laki-laki manapun lagi." Ucap Dave mengambil jas nya di atas kursi kemudian meninggalkan Tiara yang mulai terisak.


***


Di perusahaan nampak Criss yang sedang berjalan mendampingi Dave.


"Bagaimana Criss apakah sudah ada perkembangan?."


"Sepertinya target belum beraksi Tuan." Ucap Dave dengan sangat hati-hati.


"Awasi dan dapatkan informasi sekecil apapun." Perintah Dave


"Baik Tuan."


***


Tiara segera berlari ke arah bunga-bunga itu dan kemudian memetiknya satu persatu, dirangakinya bunga-bunga itu hingga menjadi satu.



Kebahagiaan nampak terlihat di raut wajah Tiara, tanpa di sadari sosok tinggi dan tampan dengan mata hitam pekatnya itu tengah memandangi Tiara.


Dave merasa emosinya tidak bisa ia kontrol sehingga ia memutuskan untuk kembali ke mansionnya dan menyerahkan segala urusannya pada Criss.


"Jhon." Panggil Dave kepada kepala pelayannya itu dan segera ia menghampiri Tuan mudanya.


"Lusa kau buat halaman ini menjadi hamparan bunga yang indah."


"Baik Tuan." Ucap Jhon dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.


***


Akhirnya senja begitu cepat menggantikan sinar matahari yang telah lelah menyinari bumi.


Tiara menghempaskan tubuhnya pada kasur king size miliknya, tak terasa matanya terpejam dengan segera mengingat hari ini begitu sangat lelah. Dari mulai pertengkaran dengan Dave sampai bermain di taman mansion.


Cklek


Dave terlihat diambang pintu, ketika melihat Tiara yang tengah tertidur pulas Dave menghampiri Tiara dan menatapnya dengan lekat. Terlihat luka yang sudah membiru di sudut bibir Tiara akibat perlakuannya.


Diusap bibir tipis itu dengan perlahan, takut jika si pemiliknya terbangun dan menyadari kehadirannya.


"Maafkan aku." Gumam Dave dengan perlahan.


Sebenarnya Tiara merasakan sentuhan dan ucapan maaf yang terlontar di bibirnya namun Tiara tak ingin jika Dave mengetahuinya.


Hatinya mulai merasakan hal yang berbeda saat tangan Dave perlahan menyentuh bagian bibirnya.


"Mengapa jantungku nampak tak beraturan." Gumam Tiara dalam hati.


***