
Jangan lupa untuk memberikan like sebelum membaca eps. selanjutnya ya riders🤗
Happy Reading ya guys❤
***
Sebelum pergi dari mansion Dave berpesan pada para pengawal serta para pelayan untuk mengawasi segala tingkah laku Tiara. Bahkan Dave berpesan untuk tidak mengizinkan Tiara keluar dari mansion miliknya.
"Jhon." Panggil Dave pada laki-laki yang bertubuh tegap itu.
Jhon adalah kepala pengawal di rumah milik Dave.
"Awasi Tiara, jangan sampai ia keluar dari mansion ini."
"Baik Tuan." Jhon begitu paham, jika Dave sudah memerintahkan sesuatu kepadanya maka tugas itu harus dilaksanakan dengan begitu baik.
***
Saat ini Tiara sedang bimbang bagaimana melarikan diri dari mansion ini, mengingat begitu ketat penjagaan baik di luar mapaun di dalam mansion.
"Seberapa kaya nya dia sehingga dimana-mana begitu banyak pengawal." Gerutu Tiara kesal.
Langkahnya sungguh tak beraturan, digigitnya kuku jari telunjuknya.
"Emmm, baiklah mungkin ini cara satu-satunya." Tiara segera pergi meninggalkan kamar.
Langkahnya terdengar saat ia mulai menuruni anak tangga satu persatu. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri, sosok yang dicarinya belum juga terlihat.
"Mungkin kah di dapur?."
Saat Tiara hendak melangkah ke arah dapur, tiba-tiba ia dikagetkan dengan kehadiran Jhon.
"Nona, sedang apa kau disini?." Tanya Jhon menatapnya dengan curigam
" Emmmm, aku hanya lapar dan mencari Bi Sum, apa kau melihatnya?." Tidak mencoba membuat Jhon percaya dengan ucapannya.
Jhon hanya menggeleng kemudian melenggang pergi.
"*M*engapa orang-orang di rumah ini sangat aneh-aneh sekali" Batin Tiara.
"Nona" Panggil bi Sum mengagetkannya.
"Apa Nona Tiara mencari saya?." Tanya Bi Sum yang sedari tadi menatap Tiara dengan heran.
"Aku hanya lapar Bi, bolehkah aku mencari makanan keluar? aku sedang ini makan-makanan di pinggir jalan." Tiara berusaha meyakinkan Bi Sum agar mendapatkan izin keluar dari mansion Dave.
"Maaf Nona, tapi saya tidak berani." Bi Sum menggelengkan perlahan kepalanya pertanda tidak menyetujui keinginan Tiara.
"Tak apa, saya sudah minta izin pada Tuan Dave dan dia mengizinkannya." Saat ini tidak ada pilihan lain selain membohongi Bi Sum, agar Tiara dengan mudah menemui Mama nya yang sekarang berada dalam dekapan Tuan Sam.
"Baiklah jika memang begitu, mari saya antar Nona Tiara untuk berjalan-jalan di luar mansion" Ajak bi Sum pada Tiara dan kemudian menggandeng tangan Tiara dengan lembut.
Saat Tiara dan Bi Sum melangkahkan kakinya keluar. Jhon sudah berdiri di depan pintu keluar mansion.
Ditatapnya raut wajah Bi Sum tegas, namun hanya anggukan kecil yang terdapat pada tubuhnya menandakan bahwa ia sudah mendapat persetujuan dari Tuan Dave.
***
Disebuah ruangan yang gelap Dave mulai menggores habis tubuh yang sudah tidak berdaya menggunakan pisau kecil miliknya.
"Kau tau balas dendam apa yang paling menyakitkan untuk seseorang yang sudah menjadi penghianat?."
Ditatapnya datar wajah laki-laki yang sudah tidak memiliki kesempatan untuk hidup itu.
"Sakit?" Ucap Dave dingin.
"Ini tidak seberapa, bahkan aku ingin melihat kau lebih menderita lagi dibandingakan dengan ini." Terlihat tatapan membunuhnya memenuhi ruangan kecil itu.
"Kau urus dia Criss, jangan biarkan dia mati sebelum aku yang membunuhnya dengan tanganku sendiri". Perintahnya tajam.
" Baik Tuan" Criss hanya menganggukkan kepalanya pelan.
"Setelah urusan kau selesai, datanglah ke ruanganku Criss". Kakinya melangkah dan perlahan hilang ditelan kegelapan.
***
Jalan yang begitu padat membuat otak Tiara bekerja begitu cepat, Tiara tak ingin kesempatan yang ia peroleh terbuang sia-sia.
"sudah saatnya, maafkan aku bi Sum. Tiara tidak bermaksud membuat bi Sum dalam masalah, setelah ini Tiara pasti akan kembali dengan segera" Batin Tiara.
"Bibi tunggu disini sebentar, aku ingin membeli sebuah gelang yang ada di sebrang sana." Tiara menunjuk seorang penjual yang menjual perhiasana sederhana, sambil berlari Tiara melenggang pergi.
***
Hosh..Hosh..Hosh
Napas Tiara memburu ketika ia berusaha melarikan diri dari pandangab Bi Sum. Ditatapnya rumah sederhana itu dengan perasaan yang sangat cemas.
Perlahan Tiara mendekat.
Ceklek
Dibukanya knop pintu tersebut. Dan alangkah terkejutnya Tiara saat melihat tubuh paruh baya itu sedang terkulai lemas di atas kursi.
"Mama." Katanya lirih, sungguh Tiara tak sanggup lagi melihat pemandangan yang sangat menyakitkan terpampang jelas di hadapannya.
Perlahan air matanya jatuh dadanya begitu sangat sesak.
***
Drrtt...Drrtt
Ponsel Dave bergetar, ia melihat satu panggilan masuk dari Jhon kepala pengawal di mansionnya.
"Hmm." Jawab Dave dengan datar.
"Tuan ada berita buruk". Suaranya bergetar pertanda ia dalam bahaya.
" Katakan".
"Nona Tiara melarikan diri Tuan." Nafas Jhon mulai tak beraturan. Ia tau bahwa kali ini dia berada dalam masalah besar.
"Brengsek!! Bukankah sudah aku katakan untuk mengawasi dia". Bentak Dave disebrang sana.
"Cari dalam waktu satu jam, jika tidak kau tau apa akibatnya Jhon." Dave saat ini sangat bener-benar marah, tangannya mengepal kuat.
"Shiiiittt!!." Lagi-lagi ia mengumpat kasar, di pegangnya benda pipih dan perlahan menekan satu buah nama pada layah handpone nya.
"Cari tau kemana Tiara pergi." Di tutupnya telepon itu dengan segara.
"Larilah, larimu untuk aku temukan" seringai tipis tersungging di bibirnya.
****
Yang udah baca silahkan komen dan bisa bangeeeet kasih masukan buat aku supaya makin rajin up dan menulis kisah cinta Dave dan Tiara🤗🤗