
Hallo pembaca setia Marriage Author cuma mau ngingetin jangan lupa like dari setiap episodenya yaaaa agar Author lebih semangat dalam menulis novelš
Dan jangan lupa juga untuk memberi rating 5,4,3 yaa agar Author lebih semangat dalam menulis ceritanyaš
Happy readingā¤
***
"Maaf, aku mencintaimu sayang." Ucap Dave.
Tiara mengadahkan wajahnya dan tersenyum.
"Aku juga mencintaimu Hubby." Ucap Tiara dan kembali memeluk Dave.
"Hubby? Sepertinya aku menyukai panggilan itu." Satu senyuman mengembang dibibirnya.
"Apa kamu lapar?." Tanya Dave
Tiara hanya menganggukkan kepalanya pelan.
"Baiklah, aku juga sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk istriku." Dave tersenyum lembut menatap Tiara, sorot mata yang dingin dan pandangan datar itu sekarang sudah mulai memudar.
Tiara hanya tersenyum manis kala melihat suami tampannya itu berubah begitu lembut padanya.
Dave menarik tangan Tiara pelan dan membawanya ke suatu tempat. Ya, tempat favorit Tiara dibelakang mansion dengan hamparan bunga-bunga indah.
Sesampainya disana Tiara menatap takjub, melihat pemandangan di depannya begitu indah, satu buah meja dan dua kursi terlihat dengan hiasan lilin dan tak lupa juga hidangannya yang terlihat manis. Tiara tersenyum menatap Dave dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Terimakasih." Ucap Tiara dan memeluk Dave erat.
"Ini untuk istriku yang paling manis." Senyumnya mengembang dan tangannya mengusap pipi Tiara yang sudah mulai basah.
Tiara bersandar lama di dada bidang milik Dave, menurutnya itu terasa lebih hangat dan menenangkan.
"Aku rindu Mama." Ucap Tiara Lirih.
"Baiklah, esok kita akan pergi menjenguk mertuaku dan tak lupa kau perlu mengenalkan menantunya." Jawab Dave dengan mencubit manja hidung Tiara.
Malam itu mereka habiskan dengan sangat indah dan romantis. Menghabiskan banyak canda dan tawa.
***
Selesai dengan kencan romantis itu Dave dan Tiara memutuskan untuk kembali ke mansion. Dave dengan posessivenya merangkul pinggang Tiara seakan menunjukkan pada semua orang yang ada di mansion bahwa Tiara hanya miliknya sedangkan Tiara hanya tersenyum manis melihat tingkah suaminya itu. Sesampainya di dalam kamar Dave menatap Tiara.
"Sayang." Panggil Dave lembut.
"Apa sudah boleh?." Dave menepuk-nepuk kasur yang ada di sebelahnya.
Tiara mengangguk pelan dan kemudian tersenyum menandakan dirinya telah setuju jika Dave tidur dekat dengannya. Sedangkan Dave nampak terlihat bahagia mendengar persetujuan dari istrinya itu.
"Aku mandi dulu, sepertinya badanku lengket semua." Ucap Tiara yang kemudian di setujui olehnya dan kemudian berlalu ke kamar mandi.
15 menit Tiara menghabiskan kegiatannya di kamar mandi, Dave menunggunya dengan sesekali memainkan ponsel di tangannya.
Cklek
Tiara membuka pintu kamar mandi dan kemudian melangkahkan kakinya perlahan, Dave yang mendengar suara pintu itu segera menoleh.
Glek
Dave melihat Tiara yang hanya memakai handuk berbentuk kimono itu kaki jenjang dan tengkuk yang indah itu membuat Dave menelan salivanya kasar.
"Sayang." Dave memanggil Tiara lembut.
"Hmm." Tiara menoleh pelan dan tangannya menggosok rambutnya yang basah.
Dave turun dari tempat tidurnya kemudian melangkan kakinya menuju Tiara, di dekapnya tubuh Tiara manja dagu nya ia tempelkan di bahu Tiara.
"Apa kau sedang menggodaku, hmm?." Tanya Dave dengan sesekali mencium bau aroma tubuh Tiara.
Tiara yang mendengar itu kemudian membalikkan tubuhnya, matanya membulat tak mengerti maksud dari suaminya itu.
Dave semakin tidak tahan melihat tubuh istrinya yang menurutnya indah Dave menatap lekat Tiara seakan meminta persetujuan dari istrinya.Dave perlahan ******* bibir Tiara lembut beda dari sebelumnya sedangkan Tiara yang mendapatkan perlakuan lembut ini perlahan mulai menerimanya, mungkin menurut Tiara sudah saatnya ia menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dan mengingat ucapannya bahwa ia akan menyerahkan semuanya ketika sudah mencintai Dave.
"Sayang, apa sudah boleh?." Pandangan Dave memohon untuk meminta persetujuan Tiara.
Tiara hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
"Ini kali pertamaku." Ucap Tiara dengan wajah yang merona.
"Aku akan pelan, ini tidak akan sakit." Jawab Dave dengan mengecup puncak kepala Tiara dengan sangat lembut.
Malam itu sepasang suami istri ini memulai pergulatannya dengan sangat panas. Hingga pagi Tiara tidak di izinkan untuk terlelap bahkan untuk istirahat sejenakpun Dave tidak melepaskannya.
***
Hallo para readers maafkan Author yang baru kembali dari liburan ini sehingga baru sempat up hari iniš
Terimakasih teruntuk yang sudah memberi like dan komen di setiap episodeš¤ā¤