
Hallo pembaca setia Marriage Mr.Mafia balik lagi bersama Author, Dave dan juga Tiara😬
Jangan lupa beri rating 5,4,3 yaa agar Author lebih semangat dalam menulis ceritanya💕
Oh iyaa, maaf ya jika dalam penulisan terdapat typo Author nanti mencoba merevisi ulang.
Happy reading❤
***
Suasan meja makan saat itu sangat hening, tidak ada percakapan yang terjalin antara Dave dan Tiara.
"Kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?." Tanya Nyonya Ivanka dengan begitu antusias.
Tiara tak mampu menjawab pertanyaan dari Nyonya Ivanka, ia tak mau jika nantinya salah dalam menjawab pertanyaan dari calon mertuanya tersebut.
"Secepatnya Mom, mungkin minggu depan." Jawab Dave dengan disambut dengan rasa keterkejutan Tiara.
"Uhuk..uhuk." Mendengar perkataan Dave membuat Tiara terkejut sehingga tidak nampu mencerna makanannya dengan baik.
"Baiklah, makin cepat makin baik sehingga Mommy akan segera mendapatkan cucu, iya kan Daddy." Ucapnya Nyonya Laras begitu antusias.
Tiara semakin bingung dibuatnya, apa yang harus dia lakukan saat ini, melihat Nyonya Laras belum mengetahui sepenuhnya siapa dirinya ini.
"Mom." Ucap Tiara perlahan.
"Yes nak, ada apa? Apa kamu ingin Mommy yang menyiapkan pernikahanmu?." Nyonya Laras memperhatikan raut wajah Tiara yang berubah sendu
"Sebenarnya mungkin Mommy harus tau bahwa calon menantu Mommy dan Daddy ini hanya wanita biasa, bahkan sangat biasa. Mengingat ayahku yang bangkrut sehingga harus membuat Aku dan Ibu tinggal di rumah sederhana. Bahkan tidak lama Ayah meninggalkan kami untuk selama-lamanya, apakah setelah ini aku masih pantas menjadi menantu Mommy dan Daddy." Tak terasa Tiara mulai terisak, ia tak berani menatap calon mertuanya itu.
"Sayang, dengarkan Mommy selama anak tersayang Mommy bahagia dengan pilihannya mengapa Momny dan Daddy tidak merestuinya. Terlebih Mommy sangat suka kepadamu, Mommy yakin kamu anak baik." Dihampirinya Tiara segera kemudian Nyonya Ivanka mengusap air mata Tiara yang jatuh di kedua pipinya itu dengan sayang.
"Benar nak, Daddy juga tidak peduli dengan statusmu asal kalian bahagia Daddy sudah cukup lega." Ditatapnya kedua bola mata Tiara pertanda tidak ada kebohongan dari ucapan Daddynya itu.
Dave hanya tersenyum melihat Mommy dan Daddynya menyetuji pernikahannya.
"Sial, kenapa aku malah bahagia melihat pemandangan seperti ini, ingat Dave kau tau betul saat ini Tiara hanya kau jadikan umpan untuk membuat musuh-musuhmu keluar dari persembunyiannya. Jangan mempunyai perasaan lebih atau kau akan semakin terjebak."
***
Tiara menyandarkan kepalanya ditepi kasur dengan ukuran king size itu, nafasnya terdengar berat.
"Kenapa harus minggu depan, secepat itukah?." Gumam Tiara dengan perlahan memejamkan matanya.
***
"Dave, lagi-lagi aku menemukan kelemahanmu." Semringai tipis tersungging dibirnya.
"Lihatlah kali ini, aku akan membuatmu hancur untuk kedua kalinya." Genggaman gelas ditangannya itu ia banting tepat ke arah tembok yang berada dihadapannya.
"Bukan hanya kau, tapi keluargamu dan orang-orang yang kau sayangi brengsek!." Lagi-lagi dia mengumpat kasar "Kau berusaha menyembunyikan pernikahanmu pada orang lain tapi kau sangat bodoh membiarkan orang-orangku berada disekelilingmu." Dendamnya semakin menguat kala mendengar kabar bahagia yang datang dari musuhnya itu.
***
Sedangkan di mansion Dave nampak pelayan-pelayan sibuk menyiapkan pernikahan Tuan mudanya itu, meski hanya dihadiri oleh kedua orang tuanya Dave tak mau pernikahannya hanya sebatas pernikahan biasa.
Disudut lain Tuan David sedang menatap Dave dengan lekat.
"Kau tidak pergi ke kantor Son?." Tanya Tuan David pada anak semata wayangnya.
"Sebentar lagi saat semua urusanku selesai." Dilihatnya benda yang melingkar di tangannya.
"Daddy tau kau tak pernah benar-benar mencintai Tiara."
Deg
Pandangannya langsung tertuju pada Tuan David.
"Daddy tau Son, apa kau fikir dengan cara seperti ini tidak akan membuat Tiara terluka? Fikirkanlah dan hapus semua dendammu." Tuan David menatap Dave dengan tatapan datar. (Anak dan ayah sama saja ternyata)-Author protes😝
"Kau tau aku Dad, sudah berapa kali aku katakan tidak ada yang mampu mengubah keputusanku."
***