
...dari lantai atas...
...Zukio melihat kepergian Wel Loa dari jendela diruang tempat mereka berbicara sebelumnya...
"..."
...[ Whuush! ]...
...entah dari mana, tiba-tiba muncul seorang pria berbadan kekar terlihat berlutut kepada Zukio...
...dia adalah salah satu bawahan Zukio dari kelompok gelandang, nama 'Gun' seorang pemimpin kelompok rahasia gelandang milik Zukio...
" Tuan.. "
" kau sudah mendengarnya bukan? "
" pergi ! "
" Ya !! "
...[ Whuush! ]...
...setelah Gun pergi Zukio kembali ke duduk di sofa...
" haa.. menyesakkan! "
" ...kehormatan, harga diri atau kepuasan?. apa sebenarnya tujuan ku saat memulai semua ini...? "
" ... saat itu ... "
entah kenapa, tiba-tiba Zukio mulai mengantuk
" hoam~ "
...[ kilas balik / didalam mimpi dimasa lalu ]...
...saat itu Zukio adalah seorang yg dianggap sebagai seorang Jenius dari keluarga cabang keluarga Zu, memiliki bakat dan kecepatan pelatihan yg membuat orang lain Iri membuat nya berpikir...
" ( aku adalah yg terbaik ! ) "
...'Bagaimana seekor katak yg baru saja keluar dari dalam sumur'...
...semua itu berubah saat dia mulai memasuki kediaman utama keluarga Zu,...
...bakat dan kecepatan pelatihan nya tak membuat nya langsung dianggap sebagai seorang jenius yg dihormati disana....
...dengki dan rasa iri dari para anak-anak keturunan utama membuatnya menjadi sasaran bully untuk bocah-bocah lainnya....
...hal-hal seperti kekerasan dan ejekan dari mereka membuat Zukio tidak pernah merasakan ketenangan saat tinggal di kediaman utama keluarga Zu....
...ditambah lagi, dia tidak mendapatkan hak untuk melawan semua itu....
...kasta dan loyalitas membuat orang-orang dari keluarga cabang tidak mendapatkan hak untuk diri mereka sendiri, jika mereka menentang atau melawan maka akan hukuman yg menanti mereka....
" ( dasar bocah-bocah sialan! mati saja kalian! ) "
...satu-satunya hal yang bisa dilakukannya untuk membuat dirinya merasa lebih baik hanyalah dgn mengutuk anak-anak itu ditempat tidurnya....
" ( Sial.. !! ) hiks... hiks... "
...hari-hari seperti itu terus terulang...
...hingga suatu hari...
...saat dia tanpa sengaja melihat para anak perempuan keturunan utama merundung seorang bocah perempuan di halaman belakang....
" apa yg mereka lakukan ? "
...sambil bersembunyi Zukio mengintip mereka dari balik pohon...
" ..Kyaa! "
...[ pukul ]...
...[ tampar ]...
...[ tendang ]...
...dan akhirnya anak perempuan itu dijambak hingga membuatnya mengeluarkan ekspresi kesakitan di wajahnya....
" anak haram hanya layak menjadi pelayan ! "
...tawa dan hinaan dari para bocah itu terus di lontarkan kepada anak perempuan yg tidak berdaya itu....
...saat Zukio melihat hal itu, bukan simpati atau rasa pengertian terhadap pembullyan kepada anak perempuan itu yg Zukio rasakan....
...'Murka'...
...apa yg Zukio rasakan saat itu adalah dirinya sendiri...
" ( apakah aku juga seperti dia ? ) "
...kegelapan di hatinya saat itu mulai meluap....
...membayangkan betapa tidak berdayanya dia saat mengalami penganiayaan selama ini....
...dgn mengepal erat tangannya, Zukio bersumpah...
" ( jika aku tidak dapat menggenggam sendiri hak dan harga diri ku, lebih baik mati daripada hidup menjadi samsak tinju orang-orang egois itu !! ) aku... akan membalaskan dendam ini! "
...tak lama kemudian bocah-bocah itu meninggalkan anak perempuan yg tidak berdaya itu, tergeletak di tengah-tengah kebun bambu halaman belakang dgn badan kotor dgn bekas pukulan....
...setelah memastikan semua orang pergi, Zukio menghampiri anak perempuan itu....
" ... "
...dgn wajah tanpa ekspresi...
...Zukio memandang rendah anak perempuan yg tergeletak itu...
" tak berguna! "
...setelah mencibir Zukio membawa anak perempuan itu...
...membawanya ke kamarnya dan merawat nya...
...hingga dia akhirnya sadar....
" ... "
" ( dimana ini... ? ) "
" kau akhirnya sadar "
" !? "
" si–siapa !? "
...dgn cepat anak perempuan itu melompat dari tempat tidur dan menjaga jaraknya dari Zukio....
" bagus kalo kau sudah sadar "
" perkenalkan, namaku Zukio dari keluarga cabang "
...melihat anak laki-laki asing yg bersikap arogan dan ruangan yg pastinya bukan kamarnya, anak perempuan itu mulai ketakutan....
" ... "
" * menggertakan gigi dgn kesal * "
...melihat tingkah anak perempuan itu Zukio menjadi tidak sabaran dan menerjang lalu melayangkan sebuah tamparan...
...[ Plak! ]...
...suasana pun menjadi tenang untuk sesaat,...
...Zukio yg menampar anak perempuan itu bisa merasakan sensasi panas dari telapak tangannya....
" ... "
...sensasi asing yg belum pernah dia rasakan membuat tangannya bergetar, namun dia tidak boleh berhenti....
...[ Plak! ]...
...[ Plak! ]...
...[ Plak! ]...
...[ Plak! ]...
...tamparan demi tamparan Zukio layangkan dgn wajah suram penuh amarah, betapa bencinya dia melihat orang yg mengingatkannya pada dirinya....
...[ beberapa saat kemudian ]...
...anak perempuan itu pingsan lagi....
" hu.. hu... "
...sepertinya anak perempuan itu mengalami Syok yg membuatnya pingsan...
" ... "
...Zukio menatap telapak tangannya yg memerah...
...panas di telapak tangannya membuat kepalanya pusing tapi dia tidak boleh goyah....
...karena inilah saatnya dia berubah, menghancurkan siapa pun yg tidak dia sukai selama dia masih mampu melakukannya....
" aku harus mulai terbiasa dengan hal seperti ini "
...tanpa penyesalan,...
...Zukio menaruh anak perempuan itu kembali keatas tempat tidur nya. Zukio tidak memiliki keinginan untuk mengurung anak perempuan malang itu, dia membebaskan kemana dia pergi tapi dia harus tahu dimana tuannya dan kembali setiap hari meski Zukio tidak menyuruhnya....
...hari-hari mulai berlalu...
...siksaan Zukio kepada anak perempuan itu terus berlanjut...
...setiap kali Zukio kesal atau gelap mata dia selalu melampiaskan semuanya kepada anak perempuan itu....
...Zukio juga tidak diam saja sambil menyiksa anak perempuan malang itu....
...dia terus berpikir, bagaimana cara untuk menjatuhkan bocah-bocah itu tanpa menggunakan tangannya sendiri....
...jadi Zukio mulai mengfitnah, menipu dan mengadu dombakan mereka....
...waktu berlalu...
...dan semakin lama Zukio semakin menikmati hidupnya setelah mencapai apa yg dia inginkan, dia sekarang bebas dari bully-an para bocah keturunan utama itu dan menjadi Jenius pertama Keluarga Zu di generasi nya....
...pada akhirnya ini hanyalah permainan anak kecil....
...semua sudah di rencana oleh para orang dewasa dimana mereka menciptakan simulasi kecil untuk para keturunan mereka untuk belajar soal dunia....
...walau begitu tidak ada kabar baik untuk anak perempuan yg Zukio aniaya dia tetap melakukan kekerasan terhadap anak perempuan malang itu....
...hingga suatu hari...
...Zukio melihat anak perempuan itu datang dgn badan penuh perban. Zukio terkejut dan bertanya-tanya kenapa ? dan bagaimana ?...
...tapi anak perempuan itu tidak menjawab dan hanya memilih diam....
" Tsk! "
...Zukio pun kesal dan menarik serta melemparnya keatas tempat tidurnya, disana Zukio meluapkan amarahnya dgn mencekik anak perempuan itu....
" beraninya kau membiarkan mereka memperlakukan mu seperti ini, hanya aku yg boleh! "
" * meronta-ronta * "
...anak perempuan itu memberontak untuk hidupnya tapi kemudian dia mulai pasrah....
...mata yg memperlihatkan kesedihan dan kesepian itu menatap Zukio, dalam dia, dia tidak bisa mengatakan apapun soal bagaimana mata itu menatapnya, saat itu dia takut.....
" Argh... "
...melepaskan cengkeramannya dan melompat mundur, sementara anak perempuan itu terlentang lemas tak berdaya, tapi dia belum mati, dia hanya tidak sadarkan diri....
" dia... tidak mati kan... ? "
...saat itu Zukio melihat telapak tangannya yg penuh darah dari luka anak perempuan itu yg kembali terbuka....
" urgh! "
...perut tiba-tiba terasa ingin menguap setelah melihat darah di telapak tangannya....
" apa... yg aku lakukan.. ? "
...pada akhirnya dia sadar, dia sudah jatuh terlalu dalam kedalam amarah nya...
...untuk tindakannya, kata maaf saja tidak akan pernah cukup. dia mulai memperlakukan anak perempuan itu dgn lebih manusiawi dan tidak menganiayanya lagi....
...tapi semua itu sudah terlambat, anak perempuan itu sudah mengalami "Trauma" dgn semua penganiayaan yang Zukio lakukan....
...tapi dgn begitu Zukio memutuskan untuk menjauhkan dirinya dari anak perempuan itu dan tidak pernah bertemu lagi untuk sisa hidup mereka, tapi saat anak itu membutuhkan bantuannya dia tidak akan segan-segan untuk membantunya....
...[ waktu berlalu, 5 tahun sudah berlalu ]...
...kelulusan tinggal sebentar lagi, dia Zukio mulai mempersiapkan diri hingga dia mulai mendengar bahwa salah satu anak keturunan utama akan melakukan upacara pernikahan....
...tentu itu juga membuat Zukio ikut penasaran....
...dia pergi ke jalanan untuk melihat pawainya disana, terlihat seorang anak perempuan yg terlihat seusia dgn Zukio memakai pakaian pengantin wanita....
...saat melihat anak perempuan itu Zukio langsung mengenalinya, dia adalah anak yg sebelumnya dia aniaya....
...nama pengantin wanita adalah :...
...Lira Zu...
...anak keturunan utama yg akan dinikahkan hari ini sebagai bentuk mempererat hubungan antara kedua keluarga, keluarga Zu dan keluarga Bo....
.
.
...[ To be continued ]...
.
.