Magic and Martial Art

Magic and Martial Art
eps37 (S2) : keluarga Jeaster



[satu bulan setelah Raid]


[kerajaan Olimpeak, daratan utama, diluar ruang tahta]


Data Jeaster berjalan menuju ruang tahta, datang memenuhi panggilan dari kepala keluarga setelah 3 hari dari kepulangannya.


didepan pintu memiliki dua orang prajurit memakai Jirah emas dan membawa tombak panjang, mereka berdua saling berhadapan menjaga pintu ruang tahta.


saat Data sampai di depan pintu ruang tahta, dia dihadang oleh kedua prajurit itu menggunakan tombak mereka yg saling menyilang.


"sebutkan nama dan keperluan anda" ucap salah satu dari kedua prajurit itu.


"Data Jeaster, datang memenuhi panggilan dari kepala keluarga" jawab dari Data.


setelah mendengar jawaban dari Data, kedua prajurit itu mengangkat kembali tombak yg mereka silangkan dan menyebutkan nama Data.


"Data Jeaster memasuki ruangan!!"


setelah nama Data di sebutkan, pintu ruang tahta terbuka.


didalam ruangan tahta yg memiliki luas 30 X 10, terdapat beberapa penjaga yg berdiri di pinggir ruang dgn perlengkapan lengkap seperti penjaga di pintu masuk sebelumnya.


di lantai juga ada sebuah karpet merah dgn sulaman emas ditepinya yg panjang sampai ke arah singgasana yg berada diatas tempat kepala keluarga Jeaster menunggu kehadiran Data.


Data berjalan menuju kearah singgasana, dan memberikan hormat nya setelah sampai didepan singgasana.


"Data Jeaster, datang memenuhi panggilan kepala keluarga" ucap Data, sambil berlutut dihadapan tahta.


"kau sudah pulang, Data Jeaster..." ucap kepala keluarga Jeaster.



kepala keluarga Jeaster duduk di kursi tahta yg berada diatas, lebih tepatnya kursi tahta itu memiliki tinggi yg berbeda area sekitarnya dan memiliki tangga untuk naik keatas sana.


selain kepala keluarga Jeaster yg duduk di singgasana itu ada 4orang tetua yg memiliki penampilan dari Tua sampai kepala tiga duduk di sisi kiri dan kanan yg berada di bawah dari tangga yg menuju kearah singgasana.


"ya, yg mulia..." jawab Data.


sementara Data sedang berbicara dgn kepala keluarga Jeaster, 4 tetua yg berada di sebelah kiri dan kanan dari Data sedang saling berbicara menggunakan Skill telepati mereka.


"jadi ini Data Jeaster"


"dia memiliki etika seperti anak bangsawan pada umumnya"


"tapi dia adalah Data Jeaster, anak yg disebut-sebut sebagai Aib dari keluarga Jeaster"


"tapi, apa yg membuat kepala keluarga memanggilnya sekarang?"


"menurut sumber ku, Data Jeaster sudah menjalankan misi rahasia dari kepala keluarga"


"misi?"


"ya... menurut sumber ku, Data Jeaster menjalankan sebuah misi untuk membuktikan dirinya sebagai calon pewaris"


"apa!?"


"apa!?"


"tapi, misi seperti apa itu..?"


"aku juga tidak tahu... aku hanya mendapatkan info hanya sampai di situ saja"


"apapun itu, kita akan mendapatkan jawabannya sebentar lagi"


"angkatlah kepalamu, anakku..." ucap Zuss Jeaster.


"baik, yg mulia..." jawab dari Data.


"katakan! bagaimana hasil dari misi yg aku berikan kepadamu?" Tanya kepala keluarga Jeaster.


"Ya!" jawab Data.


"Misi?" tanya salah seorang tetua keluarga Jeaster.


setelah tanya dari salah satu tetua itu, tiga lainnya mulai membahas itu dgn saling berbisik.


dgn perilaku yg tidak seharusnya mereka tunjukkan diruang tahta, tempat dimana para petinggi keluarga melakukan meeting. sikap seperti merahasiakan pendapat seperti itu merupakan tindakan yang tidak hormat terhadap kepala keluarga.


"apa para tetua memiliki pertanyaan?" tanya Zuss Jeaster.


mendengar pertanyaan dari kepala keluarga, para tetua tersenyum licik.


"ah.. jadi mereka berempat melakukannya dgn sengaja" pikir Data, sambil melirik kearah para tetua.


"Yang mulia, apa yg sebenarnya terjadi saat ini? pertemuan yg terjadi secara tiba-tiba dan alasan kenapa anda memanggil Tuan muda keruang tahta, ini membuat kami bingung, mohon Yang Mulia menjelaskan kepada kami..." jawab salah satu dari tetua yg sebelumnya bertanya.


mengikuti perkataan dari orang itu, ketiga tetua lainnya menganggukkan kepala mereka menyetujui pertanyaan dari tetua itu.


"karena para tetua begitu penasaran, kenapa anda sekalian tidak dengarkan saja laporan dari Tuan muda Data" jawab Zuss Jeaster.


"baik, Yang Mulia..." jawab Data.


.


.


[Data menceritakan tentang misinya dan kejadian saat melakukan Raid di pulau terpencil itu]


.


.


"..."


"..."


"..."


"..."


para tetua terdiam mendengar laporan dari Data Jeaster.


"sekian untuk laporan dari hamba" ucap Data.


"cerita mu cukup menarik, terlibatnya hukum Dunia adalah hal yg langka terjadi" ucap Zuss Jeaster.


"apa para tetua memiliki pertanyaan lain?" tanya Zuss Jeaster.


setelah mendengar laporan dari Data, hampir semua pertanyaan mereka telah terjawab.


"tidak, Yang Mulia..." jawab tetua itu.


"bagus, sekarang Data" ucap Zuss Jeaster.


"Ya, Yang Mulia!" jawab Data.


"dimana permata Roh Monster beast itu?" tanya Zuss Jeaster.


"pelayanan saya sedang membawanya, Yang Mulia" jawab Data.


[didepan pintu masuk ruang tahta]


"katakan! nama dan keperluan mu" tanya salah satu penjaga pintu.


"Aluhi, pelayan Tuan muda Data yg sedang mendapatkan perintah untuk membawa benda penting untuk pertemuan ini" ucap Aluhi.


"pelayan Tuan muda Data Jeaster meminta izin untuk memasuki ruang tahta!" teriak prajurit yg penjaga pintu.


"sepertinya pelayan saya sudah sampai" ucap Data.


"izinkan dia masuk!" ucap Zuss Jeaster.


"hormat Yang Mulia..." ucap Aluhi.


kehadiran Aluhi sedikit mengejutkan Zuss Jeaster yg duduk di kursi tahta.


"..." Zuss Jeaster tersenyum puas dgn sedikit giginya terlihat.


"bagaimana aku harus memanggilmu?" tanya Zuss Jeaster.


"?"


"?"


"?"


"?"


para tetua terkejut, mereka tidak menyangka Zuss Jeaster akan tertarik dengan seorang pelayan.


"anda bisa memanggil saya, Aluhi, Yang Mulia" jawab dari Aluhi.


"jadi Aluhi, buka kain penutup itu!" perintah Zuss Jeaster.


"baik, Yang Mulia" jawab dari Aluhi.


disisi lain, Data yg masih berlutut terdiam tak bersuara.


"sepertinya dia sangat tertarik dgn pindah nya Aluhi dari pengawas menjadi pelayanku" pikir Data.


"bagaimana pun, Aluhi adalah salah seorang dari kelompok rahasia milik keluarga Jeaster yg mengikuti perintah dari kepala keluarga, pindahnya Aluhi pasti membuat nya tertarik" pikir Data.


Aluhi membuka kain sutra hitam yg menutupi permata Roh Monster beast dari Raid sebelumnya.


itu adalah sebuah permata bulat yg sebesar bola kasti yg memiliki warna transparan dan memancarkan cahaya seperti pelangi.


"!"


"!"


"!"


"!"


"ini..." ucap Zuss Jeaster.


semua orang terkejut dengan apa yg berada dibalik kain sutra hitam itu, sebuah permata Roh yg memiliki pancaran energi yg kuat.


"permata Roh Monster beast tingkat Diamond!" ucap Zuss Jeaster.


sementara para tetua dan Zuss Jeaster terkejut, Data tersenyum melihat tanggapan mereka yg sesuai dgn apa yg dia


bayangkan.


.


.


[sekitar satu bulan yg lalu, Camp di depan mulut Goa gunung Du, di dalam kamar Data Jeaster]


.


.


yg datang mengunjunginya adalah Yuan.


"Master?" ucap Data.


"ya.." jawab Yuan.


"apa aku boleh masuk?" tanya Yuan.


"ah? iya, silahkan masuk, Master.." jawab Data, mempersilahkan Yuan untuk masuk.


setelah mendapatkan izin, Yuan memasuki kamar Data dan langsung duduk di atas kasur tempat tidur milik Data.


"ada keperluan apa Master sampai datang ke kamar saya?" tanya Data.


"ini mengenai permata Roh Monster beast itu, bisa kau tunjukkan kepadaku sebentar?" jawab Yuan.


"apa yg dia inginkan sekarang..?" pikir Data.


"baik, mohon tunggu sebentar" jawab Data.


Data mengambil permata Roh yg Yuan minta, dan memberikannya kepada Yuan.


"silahkan, Master..." ucap Data.


Yuan mengambil permata Roh yg Data serahkan.


"kau pasti penasaran kenapa aku ingin melihat permata Roh ini" ucap Data.


"..." sementara Data hanya terdiam, kemudian.


"ya.." Data menjawab Yuan.


"tidak perlu khawatir, aku hanya akan membantumu untuk meningkatkan nilaimu dihadapan para petinggi keluarga Jeaster" jawab Yuan.


Yuan menggunakan satu tangan untuk memegang permata Roh dan satunya dia taruh diatas permata Roh tanpa menyentuhnya.


Yuan menggunakan Skill sihir nya, dan menggunakannya untuk mengubah kualitas dari permata Roh itu.


dari yg berwarna hijau gelap berubah menjadi putih dan transparan, kejadian itu membuat Data terkejut dan terkagum-kagum dgn Skill milik Yuan.


"selesai!" ucap Yuan.


Yuan terlihat kelelahan setelah mengubah kualitas dari permata Roh itu.


"haa.. mengubah Jiwa bawaan ternyata cukup melelahkan, tapi aku hanya bisa melakukannya sampai disini saja, Mana dan kekuatan manipulasi Mana ku masih belum cukup untuk meningkatkan lebih dari ini" ucap Yuan dalam hatinya.


"dgn ini, kau akan mendapatkan nilai yg lebih baik di mata para petinggi keluarga mu" ucap Yuan.


kejadian itu membuka mata Data, Yuan yg melakukan hal yg dianggap mustahil oleh para praktisi, membuat Data terkagum-kagum terhadapnya.


dan meningkatkan pandangan Data terhadap Yuan.


.


.


[kembali ke masa sekarang]


.


.


"Master bisa melakukan hal yg merupakan hal mustahil bagi seorang praktisi, semudah membalikkan telapak tangannya, setelah melihat itu, bagaimana aku tidak menghormati nya?" pikir Data.


"bisa dibilang, aku cukup beruntung untuk bertemu dgn seorang yg seperti Master" pikir Data.


.


.


[To be continued]


.


.