
{ di wilayah keluarga Bo }
ketiga keluarga sedang berkumpul dalam sebuah tenda di tengah tempat yg akan menjadi medan perang.
mereka bertiga bersiap dgn pasukan mereka masih-masing.
[ Yo... Wel tua ,kau masih hidup rupanya ]
yg berbicara adalah kepala keluarga dari keluarga Yu , Juan Yu.
[ mulut generasi yg lebih muda sekarang sangat kotor seperti tempat sampah ]
Kepala keluarga Loa, Wel Loa.
[ kedua anjing sedang bergonggong membuat telinga ku sakit ]
kepala keluarga Zu, Puan Zu.
[ apa kau bilang ! ]
[ apa kau bilang ! ]
kedua nya menjawab secara bersamaan.
[ apa aku salah.. ? ]
[ Puan Zu, kau dan mulut busukmu ]
[ Benar-benar penurunan... ]
menanggapi mereka berdua ,Puan Zu tersenyum jahat.
[ jadi apa ? ]
[ kalian ingin menyerang ku dgn tagihan atau kotak obat ? ]
[ Puan, jgn sombong hanya karena kau dan keluarga mu fokus pada pengembangan diri. kau mungkin akan mati dgn tidak terduga ]
[ walau aku tidak suka dgn mu ,Juan Yu. tapi aku setuju dengan apa yg di katakan nya ]
*keluarga Yu adalah keluarga yg memilih fokus ke bisnis
keluarga Loa adalah keluarga yg fokus ke tehnik medis dan pembuatan Pil
keluarga Zu adalah keluarga yg fokus ke beladiri
sekedar mengingatkan saja*
ketiganya saling memanas-manasi satu sama lain untuk waktu yg lama, mungkin karena dendam atau karena perasaan tidak suka dgn satu sama lain membuat mereka berpecah dan berakhir dengan peperangan untuk perebutan wilayah keluarga Bo ini.
setelah mereka lelah sendiri karena perkelahian yg tidak ada habisnya, mereka kembali ke tenda masing-masing di tempat mereka masing-masing.
mediasi sebelum perang tidak menghasilkan apa-apa selain semakin memecah mereka bertiga.
Camp keluarga Yu.
[ Kakek tua bau tanah dari keluarga Loa dan si congkak dari keluarga Zu, aku akan pastikan meratakan kalian hingga ketanah ]
Camp keluarga Loa.
[ dasar anak generasi muda, setiap kata yg keluar dari mulut mereka membuat ku sakit kepala saja, aku muak mendengar ocehan dari mulut kotor mereka. karena itu aku pastikan untuk merobek mulut kedua orang itu di medan perang nanti ]
Camp keluarga Zu.
[ dasar para orang awam, mereka hanya berlatih secara asal-asalan kemampuan pertarungan mereka, mereka pikir bisa mengalahkan ku hanya dgn latihan seperti itu?. memikirkan saja membuat ku kesal ! ,aku akan akhiri di medan perang nanti ]
mereka saling menghina satu sama lain di dalan tenda mereka masing-masing, hingga waktu untuk perang di mulai.
.
.
{ hari peperangan }
semua pasukan dari masing-masing keluarga bersiap dalam barisan kotak yg terbagi menjadi 4 dgn masing-masing kelompok memiliki 200 orang.
keluarga Zu
[ tuan ,semua pasukan sudah siap ]
[ heh.. bagus ,bersiap sesuai dari aba-aba ku ]
keluarga Yu
[ tuan.. ]
[ hmm.. semua bersiap ! ]
keluarga Loa
[ hormat kepala keluarga, pasukan sudah siap ]
[ ikuti aku pasukan ku ]
[ Majuuu.. !!! ]
[ Majuuu.. !!! ]
[ Majuuu.. !!! ]
ketiga keluarga itu maju di saat yg hampir bersamaan, dan pertempuran pecah di tengah medan perang.
ketiga prajurit saling bertarung dari ketiga kubu. satu persatu prajurit itu tumbang dalam pertempuran.
sementara itu
dari jauh sekitar 1 km dari lokasi peperangan di atas sebuah tebing ,Yuan dan Data melihat pertempuran itu dari sana dgn duduk diatas batang pohon yg tumbang.
[ apa semua ini sesuai rencana anda, Master ? ]
tanya Data Jeaster. sambil terus melihat peperangan itu dari sana.
[ apa maksudmu ? ]
dgn senyum percaya diri.
[ aku hanya membiarkan semua terjadi tanpa ikut campur di dalamnya ]
[ ... ]
mendengar itu Data hanya bisa menghela nafas nya.
[ huh~ ]
dan tak lama kemudian Hu Zu datang kesana.
[ Tuan– ,bukan ,Master... ]
[ saya membuatkan anda teh ]
sambil menunjukan nampan kayu yg dia buat dgn satu gelas dan teko di atasnya.
[ terimakasih... ]
mengambil gelas teh yg Hu Zu bawakan untuk nya.
Hu Zu menaruh nampan kayu itu di sebuah balok kayu yg berada di depan tempat Yuan dan Data duduk.
[ ... Hu Zu ]
Yuan memanggil Hu Zu.
[ iya ! ]
mendengar itu Hu Zu langsung menjawabnya.
[ apa kau merasa marah padaku, yg membiarkan keluarga mu berperang untuk sesuatu yang sia-sia ? ]
Hu Zu terdiam untuk sesaat, lalu.
[ bagaimana saya bisa marah hanya untuk keluarga yg telah membuang saya menuju kematian ?, justru saya merasa lega ,karena rasa kesal yg saya rasakan bisa hilang dgn itu ]
[ ... ]
Data mendengar.
[ begitu kah ]
( aku tidak menyangka, ternyata Hu Zu tipe yg seperti ini )
pikir Yuan.
.
.
{ setelah beberapa jam kemudian }
ketiga keluarga mendapatkan kerugian yg hampir sama, masing-masing kehilangan seperempat dari seluruh pasukannya.
namun peperangan masih terus berlanjut sampai sore datang.
[ he.. ]
Juan menggunakan kemampuan nya dalam menggunakan Racun dan obat-obatan.
dia mengeluarkan semacam bom asap dgn Racun di dalamnya.
lawannya Wel Loa ,menyingkirkan nya dgn kemampuan khusus nya.
[ Dinding tanah ! ]
sebuah tehnik yg unik, dimana dia bisa memunculkan atau merealisasikan kata yg dia tulis di udara, menggunakan sebuah Kuas khusus. sekejap sebuah dinding tanah tebal muncul menghalangi bom asap beracun milik Juan yu.
Saat kedua orang ini bertarung tiba-tiba Puan Zu datang entah dari mana, menggunakan Skill Roh bawaan nya.
[ Earthquake ! ]
dgn hanya hantaman dari satu kakinya, Puan Zu menciptakan gelombang kejut yg menggetarkan area seluas 10 meter.
[ Puan Zu ! ]
ucap Juan Yu.
[ dasar... ]
ucap Wel Loa.
lalu Wel Loa menyerang kedua dgn tehnik uniknya.
[ rasakan ini ! ]
Wel Loa melempar kan bola Racun yg meledak kearah mereka berdua ,dan mengendalikan asap racun itu sesuai keinginan nya.
[ Pak tua ,Wel.. kau benar-benar tidak sabaran ]
Juan yu menulis kembali.
[ Dinding tanah ! ]
dalam sekejap dia membuat dinding tanah lagi ,dan menghindari serangan dari Wel Loa.
[ Duk ! ]
[ Duk ! ]
sambil menghindar dia terus menggunakan tehnik nya untuk menghadang asap racun yg mengejar nya.
[ Cih ! ]
sementara Puan Zu ,melompat menghindari asap racun itu.
dan itu terus berlanjut sampai beberapa menit, sampai Wel Loa merasakan suatu getaran datang dari bawah kakinya.
[ ? ]
[ Duk ! ]
itu adalah sebuah batu tajam yg keluar dari tanah di bawah kakinya.
[ Juan yu ! ]
dan kemudian Puna Zu datang dari atas.
[ jangan mengalihkan perhatian mu ,pak tua Wel ! ]
mendengar itu ,Wel Loa secara refleks menoleh dan menghindari nya.
tapi terlambat.
[ BOOM ! ]
tidak berhenti di sana ,Puan Zu lanjut mengincar Juan Yu.
[ hehehehe !! ]
melompat kearah nya dgn sedikit melakukan salto kebelakang.
[ Dinding tanah ! ]
[ BOOM ! ]
serangan Puna Zu menghancurkan dinding tanah yg dibuat Juan yu.
Puan Zu terus menyerang Juan yu.
[ BOOM ! ]
[ BOOM ! ]
[ BOOM ! ]
satu persatu dingin tanah yg Juan yu ciptakan di hancurkan oleh serangan Puan Zu.
[ cih ! ]
[ ada apa Juan Yu ?! ]
[ BOOM ! ]
[ apa hanya itu saja ? ]
saat pertarungan ketiganya akan berakhir, tiba-tiba muncul dari langit.
[ BOOM !! ]
suara ledakan nya menghentikan pertarungan di sana.
[ ? ]
[ ? ]
[ ? ]
kedatangan nya membuat semua orang terkejut, bahkan Wel Loa yg terbaring setelah menerima serangan telak dari Puan Zu juga ikut terkejut melihatnya.
[ hentikan peperangan ini ! ]
itu adalah Ron Yi. yg datang atas perintah Data Jeaster.
setelah kedatangan Ron Yi ,perang perebutan wilayah itu berakhir dengan kerugian dari ketiga belah pihak.
Dan Ron Yi mengikuti perintah Data mengeklaim tanah itu sebagai tanah milik mereka, karena mereka yg telah menghancurkan keluarga Bo, jadi harta peninggalan itu menjadi milik mereka.
dan mengikuti perintah Data juga ,Ron yi mengumpulkan beberapa orang dari tiap-tiap keluarga disana untuk menebus kesalahan mereka yg memperebutkan tanah milik keluarga Jeaster.
mereka membangun kembali kediaman Bo dan memberikan larangan untuk 3 Keluarga untuk tidak boleh menginjakkan kaki mereka di tanah itu.
karena kekuatan dari Ron Yi.
ketiga keluarga itu hanya bisa mengikuti apa yg Ron Yi katakan tanpa bisa membantah sedikit pun.
lalu tugas penjagaan di serahkan kepada Yuan ,sebagai orang kepercayaan Data Jeaster. tentunya dia menutupi indentitas ,dan menyamar sebagai seorang praktisi bernama ,Jess Andre.
dengan itu wilayah keluarga Bo menjadi tanah milik keluarga Jeaster dan di jadikan area terlarang untuk 3 keluarga lainnya.
setelah itu Data Jeaster mengembalikan orang-orang yg dia bawa besamanya dari 3 keluarga.
[ apakah seperti ini sudah cukup ? ]
tanya Data.
[ ya... ,dgn ini tidak akan ada yg akan memasuki tanah wilayah keluarga Bo dgn sembarangan lagi ]
[ kau melakukan tugas pertama mu dgn baik Data Jeaster ]
Data Jeaster yg tidak bisa menolak perintah Masternya.
[ terimakasih atas pujiannya, Master... ]
setelah itu Data kembali ke kelompoknya, dan Ron yi beserta Alu hi menunggu nya di sana.
mereka bertiga kembali daratan utama, dan meninggalkan Kepulauan kecil tempat Yuan berada menggunakan sebuah kapal terbang yg dikemudikan oleh Alu hi.
di senja yg dingin itu, Data menatap kepulauan kecil yg dia tinggalkan nya.
[ Tuan muda... ]
Ron yi menghampiri Data dari belakang.
[ Paman ? ]
Data menoleh kebelakang.
[ udara di atas sini dingin, mohon masuklah kedalam... ]
[ ... ya, saya akan masuk sebentar lagi ]
mendengar itu Ron Yi menghela nafasnya.
[ kalo begitu, pakai lah ini... ]
Ron Yi memberikan Data jubah yg dia kenakan.
[ ... ]
melihat kebaikan Ron yi, Data tersenyum.
[ terimakasih paman... ]
[ ! ]
Ron yi terkejut mendengar itu.
[ sama-sama... ]
setelah itu Ron Yi kemudian masuk kedalam kapal menuju kamarnya.
sementara Data masih disana memandang kepulauan kecil yg semakin jauh dari pandangan nya.
.
[ tak ku sangka... perjalanan ini akan menjadi sesuatu yg mengubah ku seperti ini ]
gumam Data.
[ cepat atau lambat... kita akan bertemu lagi, Master... ]
[ ? ]
menyadari sesuatu Data tertawa.
[ hahahaha... ]
[ bahkan, dia sama sekali tidak menyebutkan namanya kepada ku.. kita pasti akan bertemu lagi, jika anda mengejar kekuatan, kita akan bertemu lagi di masa depan ]
sementara itu, Yuan yg dalam perjalanan pulang.
Yuan berjalan melalui jalan setapak yg biasa dia lalu saat pulang dari kediaman Bo.
sambil melihat kesekitarnya, suasana sepi dgn pepohonan yang rindang memberikan kesan horor. tapi dia tidak terganggu dengan suasana horor itu, dan malah memikirkan hal lain.
( aku harap Lira tidak akan memarahi ku saat pulang )
dari kejauhan, rumah yg terbuat dari kayu tempat, tempat tinggal Yuan mulai terlihat.
lalu Yuan akhirnya sampai di teras dan berdiri di depan pintu rumah nya. dgn rasa ragu untuk membuka pintunya.
[ huh~ ]
Yuan menghela nafas sebelum akhirnya dia mulai mengetuk pintu rumah nya.
[ Tok ,Tok ,Tok.. ]
setelah tida ketukan ,Yuan kembali lagi menyiapkan diri nya.
saat dia hendak mengetuk lagi.
[ drap, drap ,drap ! ]
suara langkah kaki terdengar dari dalam dan semakin jelas.
pintu itu terbuka, dan disana Lira dgn wajah terkejut nya di tambah haru.
[ aku – ]
sebelumnya Yuan sempat mengucapkan "aku pulang" Lira memeluk tubuh Yuan.
[ ! ]
[ kamu akhirnya pulang... ]
di momen itu perasaan Yuan bercampur aduk, dari senang karena akhirnya dia bisa pulang, haru karena ada seseorang yg menyambut kepulangan nya ,dan khawatir apa selama ini Lira baik-baik saja saat aku tinggal kan ?.
[ Lira.. aku– ]
sebelumnya Yuan selesai mengatakan sesuatu, Lira menutup mulutnya dgn menggunakan jarinya, dan menciumnya.
[ selamat datang, Suami ku... ]
Yuan terkejut dgn perubahan sikap Lira yg sebelumnya dia terlihat pemalu, dan sekarang dia menjadi lebih agresif.
tanpa kata yg keluar dari mulutnya Yuan, dia memeluk Lira dgn senyum bahagia.
.
.
[ Season 1 selesai ! ]
.
.
.
.
[ Bonus ]
Yuan :
Lira :
Data Jeaster :
Alu hi :
Ron yi :
Hu Zu :
.
.
.
terimakasih sudah membaca sampai akhir.
.
.
.