
setelah aku memberikan mereka berdua hadiah untuk murid baru, kami bertiga kembali ke kelompok 3 keluarga yg menuggu kami di dekat mulut Goa.
[ Tuan ]
Lo Zu adalah yg pertama menyadari keberadaan kami.
[ Tuan ]
[ Tuan ]
[ Tuan ]
di ikuti dengan semua orang disana.
[ maaf sudah membuat kalian menunggu lama ]
ucap Yuan.
[ tidak ,itu tidak apa-apa... ,anda tidak perlu memikirkan nya ]
Lo Zu menjawab
[ benar ,anda tidak perlu memikirkan hal-hal seperti itu ]
[ benar-benar.. ]
dan di ikuti semua orang di sana.
Yuan sedikit tersenyum.
[ kalo begitu kita keluar dari Goa ini ]
[ Ya ]
semua org menjawab nya.
{ sementara di luar }
[ ! ]
Ron yi menyadari hawa keberadaan orang yg keluar, dan di ikuti dengan beberapa orang dibelakang nya.
Ron Yi terbang kebawah kearah mulut Goa ,menyambut kedatangan kembali Tuan mudanya.
[ Tuan muda ! ]
Ron Yi memanggil Data.
[ ? ]
[ aku kembali paman ]
jawab Data.
[ anda tidak apa-apa bukan ? apa ada luka di tubuh anda ? ]
dgn khawatir Ron Yi memeriksa setiap inci tubuh Data.
sementara Data yg tidak bisa melakukan apa-apa karena itu memang sudah menjadi kebiasaan dari Ron yi, selalu memiliki perasaan khawatir yg berlebihan terhadap Data.
[ tidak apa-apa paman... ]
[ malah sekarang aku merasa lebih segar dari sebelum pergi Raid ,loh... ]
sambil menunjuk otot lengannya.
[ bagaimana bisa badan anda jadi lebih segar setelah ngebolang ? ]
[ hahahaha... ]
melihat tingkah Data yg bercanda seperti itu membuat Ron Yi agak senang.
( biasa dia terlihat lemas dan hanya bermalas-malasan saja ,tapi sekarang dia terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya )
pikir Ron Yi.
[ paman sudah berada lama sejak kami pergi ? ]
[ sudah 3 hari sejak terakhir kali saya melihat anda ,Tuan muda ]
[ 3 hari ? ]
[ iya... apa ada yang salah ? ]
[ kami berada di dalam sana sudah sangat lama ,mungkin sekitar 1-2 bulan ,tapi paman bilang baru 3 hari. ini sangat aneh ]
( percepatan waktu, kah ? )
pikir Yuan.
setelah selesai memeriksa Data ,Ron yi melihat kearah kumpulan orang-orang di belakangnya.
[ ? ]
[ Tuan... ,apa semua Squad anda telah... ]
[ paman ! ]
Data menyela.
[ di dalam sana terdapat sesuatu yg tidak kami duga sama sekali ]
Data melakukan gerakan seperti seseorang yang akan menangis namun tidak ada air mata yg keluar.
[ apa.. ? ]
[ semua penjaga telah terbantai di dalam sana ,mereka semua mati dgn penuh rasa hormat sebagai seorang Hunter ,paman ! paman harus menghormati mereka dgn pengorbanannya ]
[ heh–? ]
[ tentu ,tentu saja... ]
[ ehmm ! ,pengorbanan mereka telah menyelamatkan anda dan orang-orang ini. itu sebuah pencapaian bagi seorang prajurid ]
[ layak mendapatkan penghormatan dari ku ]
melihat Data bersikap seperti itu, Ron Yi hanya bisa menenangkan nya dgn memberikan apa yg Data inginkan.
[ terimakasih, paman.. ]
Data menundukkan kepalanya.
[ tidak perlu berterimakasih kepada paman hanya untuk ini... ]
[ para pejuang yg telah mengorbankan nyawa mereka demi rekan mereka. adalah seseorang yg seharusnya menerima rasa terimakasih dari anda ]
melihat sikap kedua orang itu, Yuan hanya bisa tercengang dan mencoba menahan tawanya.
( apakah ini orang yg sebelumnya menghancurkan kediaman Bo ? )
( kenapa dia sekarang bersikap seperti seorang om-om yg sedang memanjakan keponakannya.. ? )
( terserahlah ,yg terpenting semua berjalan lancar )
setelah Data menjelaskan semua kebohongan itu kepada
Ron Yi ,mereka memutuskan untuk beristirahat untuk satu malam di Camp itu sebelum ikut Yuan kembali ke Kota Goron.
.
.
{ di dalam tenda tempat tidur Data Jeaster }
setelah memberikan Alu hi perawatan, Data baru sampai dan masuk kedalam tenda, disana tidak ada banyak hal,kamar dgn luar tidak lebih dari 2,5meter dan hanya berisi kasur tidur dan sebuah meja dgn kursi dan beberapa alat tulis seperti bulu di dalam gelas dgn tinta hitam dan beberapa tumpukan kertas di samping nya.
[ ... ]
Data memandangi sebentar kamar tidur sebelum akhirnya pergi menuju meja yg berada tepat di samping tempat tidur.
Data mengambil Kantung Ruang nya dan mengeluarkan sebuah bola seperti mutiara sebesar bola kecil dan menaruh nya di atas meja.
[ Tap ]
( permata Roh ini ,adalah permata dari Monster Ulat raksasa itu )
Data kembali mengambil sesuatu dari dalam kantung Ruang nya, dan mengambil sebuah kacamata dgn hanya satu lensa dan memegang nya dgn tangan kanannya.
[ ... ]
Data mencoba memeriksa permata Roh itu dgn menggunakan lensa kacamata yg dia keluar.
( seperti tidak ada hal-hal yg aneh... )
Data kembali lagi mengambil sesuatu dari dalam kantung Ruang milik nya.
kali ini dia mengambil sebuah botol kaca berisikan cairan berwarna biru, dia membuka tutupnya dan menuangkan nya kepada permata Roh itu.
[ ? ]
Data terkejut, melihat permata Roh itu mengeluarkan warna hijau.
( tapi... )
Data kembali lagi mengambil sesuatu dari dalam kantung Ruang nya.
kali ini sebuah batu permata berwarna abu-abu bersih ,dan meletakkannya di dekat permata Roh itu.
beberapa saat kemudian, warna batu permata yg ditaruh Data di dekat permata Roh itu mulai menghitam.
[ ... gulp! ]
Data menelan ludahnya setelah melihat reaksi yg tidak terduga itu, lalu mengambil kembali batu permata yg sudah menjadi hitam pekat itu.
[ jadi memang seperti itu, dia memasukkan semua Demonic Qi dari celah dimensi itu kedalam sebuah permata Roh ]
[ huh~ ]
Data menyandarkan tubuhnya kekursi.
[ aku tidak sangka, sebuah permata Roh bisa menampung Demonic Qi seperti ini... padahal aku sudah menyiapkan beberapa rencana untuk menyerap Qi itu, tapi... ]
[ gagal... ? ,tidak bisa aku menyebutnya kegagalan ,kah ]
[ ... ]
[ ...siapa sebenarnya orang itu ? ]
[ Tok, Tok ,Tok ! ]
tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
[ siapa ? ]
tanya Data.
[ ini aku... ]
mendengar suara yg dia kenal, Data mengijinkan nya masuk.
.
.
.
{ keesokan harinya }
semua orang bersiap kembali ke Kota Goron, Data ,Ron Yi dan Alu hi yg sudah sadar ikut bersama mereka.
{ seberapa menit sebelum keberangkatan.]
beberapa menit setelah Alu hi sadar dari pingsan nya.
[ ... jadi ,anda sekarang adalah tahanan penyusup itu ? ]
[ iya... ]
[ ini.. ! ]
Alu hi merasa bersalah karena tidak bisa menang melawan orang itu dan membuat nya merasa perasaan bersalah atas apa yg terjadi pada Data Jeaster.
[ tidak apa ,Alu hi... ,ini bukan kesalahan mu ]
[ Orang itu ,dia memiliki kemampuan yg aneh dan sepertinya dia juga yg mengendalikan Monster itu ]
[ ? ]
[ apa maksud, anda ? ]
Alu hi kebingungan dgn apa yg Data sampaikan.
( mengendalikan ? ,jangan bilang sejak awal ini adalah perangkap untuk menjebak Tuan ! )
( dasar orang-orang kolot dari keluarga Jeaster ! )
[ bukan seperti itu ,Alu hi... ,yg aku maksud adalah, orang itu mempunyai kemampuan unik yg memungkinkan nya mengendalikan Monster itu. dia juga bukan orang suruhan dari keluarga, lagi pula mereka tidak akan membuang-buang waktu mereka hanya untuk mengurus sampah seperti ku ]
[ keh.. ]
kata-kata Data membuat Alu hi tidak senang.
[ Tuan ,anda tidak boleh menganggap diri anda sendiri sebagai seorang sampah ! tidak boleh !. karena saya tidak mengikuti seorang sampah, tapi seorang Tuan yg saya ,Alu hi ini percaya ! ]
dgn lantang Alu hi menolak pernyataan Data.
Data yg melihat kesetiaan Alu hi merasa puas, dan dia membuat sebuah senyuman tipis di wajahnya.
[ seperti itukah... ,kalo begitu aku harus menjadi seperti Tuan yg kau percayai itu ]
[ baiklah kalo begitu, aku sudah memberitahu mu semua. sekarang aku akan pergi mengawasi persiapan untuk berkemas pergi ]
[ ... kita akan pergi kemana ? ]
[ ke Kota Goron, Master menginginkan ku melakukan sesuatu sebelum aku kembali ]
[ ... ]
[ Tuan ! ]
sebelum Data mengangkat tirai dan keluar, Alu hi menghentikan nya.
[ kita bisa mencari sebuah cara untuk melepaskan mantra itu, dgn begitu anda bisa terbebas dari rantai itu ]
sekali lagi, Data tidak sangka Alu hi sampai seperti ini memperdulikan nya.
[ haha... ,jika memang ada ]
[ kalo begitu aku pergi dulu... ]
{ kembali ke masa sekarang }
( Tuan... anda pasti akan saya bebaskan dari rantai pengekang itu ,pasti ! )
.
.
setelah mereka sampai ke kota Goron, ternyata disana sedang terjadi sebuah kekacauan.
banyak prajurit yg berjaga di lapisan pertama kota, mereka berasal dari keluarga Zu.
*pengingat : Kota Goron terbagi menjadi seperti sebuah target tembak yg sama seperti di AOT ,lapisan pertama adalah wilayah keluarga Zu ,Lapisan kedua milik keluarga Yu ,lapisan setiga milik keluarga Loa fan terakhir wilayah keluarga Bo yg berada di tengah kota*
[ kau ,apa yg terjadi disini ? ]
Hu Zu menanggil seorang penjaga yg berpatroli.
[ ehm.. ,siapa kau ? ]
tanya prajurit itu.
[ aku Hu Zu ,kepala bagian luar dari cabang keluarga Zu ]
[ ?! ]
mendengar itu prajurit itu terkejut.
[ maafkan saya ,Tuan Hu Zu ! ]
[ tidak perlu sesopan itu ,aku hanya bertanya kepada mu ]
[ uh ,siap ! ]
[ sebenarnya sekarang 3 keluarga sedang berperang memperebutkan tanah di wilayah Bo, karena sekarang keluarga Bo telah di musnahkan jadi 3 Keluarga tidak bisa menemukan satu pendapat dan memutuskan untuk memperebutkan nya ]
[ jadi, seperti itu.. ]
[ Tuan ini.. ]
( Tuan ? )
prajurit itu kebingungan dgn Hu Zu yg memanggil orang itu dgn sebutan " Tuan ".
( wajar saja jika seperti ini ,wilayah keluarga Bo adalah yg terbesar dgn potensi pertanian dgn sumber daya alam nya dan memiliki beberapa penduduk yg bisa di jadi kan sumber daya manusia ,para pemimpin keluarga pasti berpikir untuk mengambil manfaat itu tanpa memberikan yg lain kesempatan untuk menandingi mereka nanti )
pikir Yuan.
( juga... beberapa peninggalan yg tidak disentuh di tinggalkan di sana dan masih menunggu seseorang untuk mengambil nya. ya.. aku tidak berpikir untuk mengambil nya karena itu akan jadi milik ku juga pada akhirnya )
setelah itu ,Yuan memberikan tanda isyarat untuk Data.
menyadari itu ,Data memimpin kelompok itu dan bergegas pergi ke pusat keributan, wilayah keluarga Bo.
.
.
[ to be continued ]