Magic and Martial Art

Magic and Martial Art
eps15 : janji yg harus di tepati



{ sore hari }


dalam perjalanan pulang setelah mereka berdua pergi berkencan .


[ ... ] Lira memandangi Yuan yg diam saja dari tadi.


[ Yuan ,ada masalah apa? ] Lira bertanya .


[ ... aku? ] Yuan bingung.


[ iya ,dari tadi kamu diam-diam saja ,tidak seperti biasanya, apa sedang memikirkan sesuatu? ] sambil menunjuk ke bibir Yuan.


[ ah.. tidak apa-apa ,aku hanya , seperti nya aku melamun tadi , hahaha ] Yuan menjawab Lira.


[ ... ] melihat ekspresi wajah Yuan ,Lira hanya terdiam ,namu Lira tahu ,bawa hanya saat ada masalah yg serius Yuan akan berekspresi seperti itu.


.


.


{ malam hari di rumah Yuan }


Yuan mengenakan pakaian serba hitam yg dia beli di perjalanan pulangnya .


[ Yuan.. ] Lira memanggil Yuan yg sedang bersiap-siap pergi keluar.


[ Lira...? ] Yuan terkejut . [ kamu belum tidur? ] kata Yuan sambil menghampiri Lira yg keluar kamar dgn wajah lelahnya.


[ kamu mau pergi kemana ? ] tanya Lira.


[ ... aku akan pergi selama beberapa hari ] kata Yuan dgn nada rendahnya.


[ kemana? ] Lira bertanya dgn mata marahnya yg terlihat lelah.


[ kamu tidak perlu khawatir ,aku akan kembali saat urusanku sudah selesai.. ] Yuan mencoba menyakinkan Lira.


[ bukan itu! yg aku tanyakan ] Lira maju mendekat dan menatap mata Yuan dgn mata marahnya yg terlihat lelah itu.


[ Lira ,aku... ] Yuan yg tidak berdaya hanya bisa mengatakan omong kosong saja kepada Lira.


[ Yuan.. ,kita sudah sepakat sebelumnya bukan? mulai sekarang hubungan kita adalah hubungan dgn rasa saling percaya ,lalu kenapa kamu tidak mau mengatakan apapun kepada ku? alasan kenapa kamu pergi dan kemana kamu akan pergi? ] dgn tegas Lira memarahi Yuan yg merahasiakan sesuatu darinya.


Lira sampai sekarang tidak mengetahui ,soal kehancuran kediaman Bo , karena selama ini dia hanya berada di Rumah dan tidak keluar kemampuan kecuali membersihkan halaman dan mencuci pakaian di sungai , alasannya adalah karena Yuan sebelumnya tidak ingin merepotkan Lira untuk pergi jauh ke kota hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari.


[ ...huh~ ,baiklah .. aku akan menceritakan nya ] Yuan yg ragu , akhirnya memutuskan memberitahu segala nya kepada Lira .


setelah Yuan menjelaskan semuanya kepada Lira .


[ kediaman Bo ,di hancurkan? ] Lira tercengang dan menutup mulut nya menggunakan kedua tangannya dgn apa yg di katakan oleh suaminya [ dan yg menghancurkan nya adalah seorang yg sangat kuat dari keluarga di daratan utama? ]


[ benar ,dan aku sudah berjanji akan membalas mereka atas perbuatan yg telah mereka lakukan ,jadi– ]


[ tidak! ] Lira menyela Yuan [ kamu tidak boleh melakukan itu ,aku tidak akan membiarkan nya!!! ] Lira memegang baju Yuan dan dgn marah menolak pemikiran Yuan dan melarang nya untuk pergi.


[ aku tahu kamu khawatir ,tapi percayalah kepada ku ] Yuan memegang pundak Lira, dan dgn putus asa meminta persetujuan dari Lira.


Yuan yg melihat itu ,tidak bisa berkata-kata dan hanya terdiam saja melihat istrinya ,dgn rasa bersalah dan tak berdaya .


[ hiks.. hiks.. ] Lira menangis .


[ Lira.. tapi aku harus! demi janji yg aku berikan kepada mendiang ayah ku ,Lira... kumohon mengerti lah ] Yuan memegang tangan Lira dan berlutut meminta persetujuan nya.


Lira menggeleng kan kepalanya [ ... tidak ,Yuan ,kamu adalah satu-satunya keluarga yg aku punya sekarang ,aku tidak ingin kamu menghadapi bahaya seperti itu sendirian ,hiks.. Yuan ,aku takut akan kehilangan mu ] air mata yg terus mengalir dari matanya membasahi seluruh pipinya.


tapi Yuan/Romielle tidak bisa mengingkari janjinya ,dan dia juga benci dgn org yg tidak bisa menepati janjinya ,karena Romielle yg merupakan masa lalu Yuan ,sudah berkali-kali merasakan sakit dan pahitnya sebuah pengkhianatan ,karena dia sadar betapa sakitnya sebuah pengkhianatan itu ,dia tidak ingin menyakiti org lain dgn melakukan hal yg sama .


[ kalo begitu , bagaimana aku harus menyakinkan mu ? ] Yuan bertanya dgn putus asa.


[ Yuan.. kenapa kamu sangat keras kepala? ] Lira terlihat tidak percaya dgn apa yg baru saja dia dengar.


[ kalo begitu aku tidak punya pilihan lain.. ] Yuan dgn tiba-tiba berdiri dan memegang kepala Lira.


[ ? ] Lira terkejut dgn aksi Yuan itu .


Yuan mencium Lira , mereka berdua membeku sesaat di momen itu [ Lira.. percaya lah kepada ku ,aku berjanji ,akan pulang dgn selamat ] sambil mengelap air mata di pipi Lira ,Yuan sekali lagi mencoba menyakinkan nya.


[ ... ] Lira dgn air mata yg membasahi wajahnya


( Yuan.. aku tidak mau ,menjadi sendirian lagi... ) memandang wajah Yuan dalam diam.


Yuan menggendong Lira di kedua tangannya kembali ke kamar tidur ,Lira dgn diam berada di tangan Yuan ,dgn wajah kecewa yg di penuhi kesedihan hanya bisa dgn diam mengikuti keinginan Yuan.


( jika aku tidak bisa menahan mu ,maka tepatilah janji yg kamu berikan kepada ku ... pulang lah dgn selamat )


yg sangat di sayangkan oleh keduanya adalah


"Malam pertama mereka jadi malam yg penuh kekecewaan dan kesedihan".


.


.


.


setelah Lira tertidur ,Yuan kembali mengenakan pakaian hitam yg sudah dia persiapkan sebelumnya.


setelah selesai mengenakan bajunya [ aku akan segera kembali Lira... ] Yuan mengatakan salam perpisahan dan memberikan ciuman di dahi Lira.


meninggalkan Lira sendirian di rumahnya ,Yuan akhirnya pergi untuk menepati janji nya dia katakan kepada mendiang ayahnya di makam saat itu.


[ ... ] dgn diam Yuan yg pergi menuju ke Goa gunung Du , mengingat kembali apa yg di katakan oleh Lira sebelumnya.


"aku takut akan kehilangan mu"


( Lira maafkan aku ,tapi aku harus memegang janji ku! ,tapi aku berjanji, akan pulang dgn selamat apapun yang terjadi nanti )


Yuan yg pergi ke tujuan sekarang ,seperti daun yg gugur mengikuti angin keinginan dgn rasa bersalah meninggalkan pohon tempatnya tinggal ,sambil terus berlari pergi untuk menepati janjinya.