
{ didalam celah dimensi Goa Du }
{ Tim Data Jeaster }
di padang gurun yg gersang ,Tim Data Jeaster yg baru saja memasuki celah dimensi.
Data dan 3 org lainnya ,berdiri terpaku setelah melihat daerah disekitar mereka yg berbeda dgn apa yg mereka bayangkan saat memasuki Goa gunung Du ,
di saat 4 org lainnya masih mencoba menerima dgn akal sehat nya terdapat apa yg baru saja menimpa mereka.
[ Tuan ! ] Alu hi datang dgn tergesa-gesa setelah tim mereka terkirim ke dalam celah dimensi.
mendengar Alu hi yg memanggil Data dgn suara kerasnya ,3 org lainnya pun mulai kembali tersadar dari lamunannya.
[ Alu... ] panggilan Alu hi menyadarkan Data yg melamun sesaat.
[ Tuan, seperti nya kita memasuki celah ruang yg di buat oleh Master yg tewas di dalam Goa itu ] Alu hi mencoba menjelaskan situasi kepada Data .
[ aku tahu itu... ] Data yg sudah sadar bahwa ini adalah celah dimensi ,tidak terkejut sama sekali dgn ekpresi tidak puas.
[ kau tidak perlu menjelaskan sesuatu yg sudah jelas seperti itu kepada ku ,Alu ! ] dgn tidak puas Data menekankan Alu untuk tidak menjelaskan semua hal kepada Data.
mungkin karena kebingungan dgn apa yg baru saja terjadi ,Data tidak bisa menjaga ketenangannya.
[ maafkan saya, Tuan ! ] Alu hi yg menyadari ketidak pekaannya , berlutut meminta maaf kepada Data.
[ cukup! , sekarang yg lebih penting adalah situasi ,apa kau sudah memeriksa keadaan sekitar? ] dgn melambaikan tangan nya ,Data menanyai Alu soal tugasnya.
[ Tuan ,soal itu... keamanan anda adalah yg utama– ]
[ Alu Hi ! ] Data berteriak kepada Alu Hi ,dgn wajah marah yg penuh kekecewaan nya.
sejak mereka melakukan kontrak ,Data sudah memberikan kepercayaan nya kepada Alu hi ,yg berarti dia adalah tangan kanan sekaligus dgn pangkatnya sekarang sebagai wakil dari Data.
itulah kenapa Data kecewa terhadap Alu hi yg hanya fokus kepada Data dari pada melakukan tugas-tugas nya.
[ yg terpenting sekarang ada keamanan area sekitar kita ,apa kau bodoh!? ] dgn sangat marah ,Data meneriaki Alu hi.
[ Maafkan bawahan yg tidak kompeten ini!! ] dgn bersujut Alu hi memohon pengampunan dari Tuannya ,Data Jeaster.
[ cepat pergi! ] dgn ayunan marah dari tangan Data mengusir Alu hi.
Data yg melihat Alu hi yg nampak kecewa ,tidak bisa membiarkan emosi yg mengambil alih Data menenangkan dirinya dan menghentikan Alu hi sebentar.
[ Alu ! ]
mendengar panggilan dari Tuannya ,Alu hi berhenti berjalan dan menoleh kebelakang ,namun Alu hi tidak berani bertanya karena melihat Tuannya yg seperti sedang menenangkan diri membuat Alu hi hanya bisa menunggu kata-kata dari Tuannya.
[ huh~ ] dgn menghela nafasnya Data memegang kepala nya.
[ Alu.. mungkin ini pertama kali bagimu mengabdikan diri kepada seseorang ,tapi kau harus sadar ,tugasmu bukan hanya untuk melindungi ku tapi memastikan keamanan ku dan melakukan segala perintah yg aku berikan kepada mu sebagai tangan kanan/wakil ku ,apa kau paham sekarang ,Alu hi ? ] Data menjelaskan kepada Alu hi.
[ terimakasih atas sarannya Tuan... ] dgn sedikit kegembiraan yg muncul dihatinya kerena perkataan dari Tuan nya.
( Tuan.. anda memang sesuatu , biasanya seorang tuan muda dari keluarga terpandang akan selalu mengutamakan dirinya sendiri. tapi anda berbeda... anda mempunyai pemikiran yg tenang dan mempunyai pandangan kedepan dgn tujuan yg jelas . saya sebagai bawahan sekaligus tangan kanan anda ,akan memenuhi tugasnya )
walau itu tidak bisa menutupi semua kesalahan yg baru saja dia lakukan ,namun Alu hi mencoba menerima kesalahan yg baru saja dia buat dari pada menjadikan nya duri di dalam hatinya ,dgn begitu Alu hi bisa mengingat nya sebagai kekurangan yg harus dia benarkan.
Alu hi memimpin 3 org lainnya yg selama ini sedang bersiap menunggu perintah ,ikut bersamanya memantau keadaan di area sekitar dalam radius 100 meter ,mereka tidak bisa pergi lebih jauh lagi untuk mencegah serangan sergapan dari musuh yg tidak terduga.
sementara Alu hi memantau daerah sekitar ,Data yg di tinggal memutuskan untuk menilai situasi mereka saat ini.
Data menemukan sebuah Batu yg cocok digunakan sebagai tempat bersantai ,Data kemudian duduk dan mulai memikirkan rencana kedepannya.
( sekarang kita ada dimana? ) sambil melihat keatas langit dari celah dimensi itu.
langit terlihat seperti langit di luar celah dimensi terlihat mirip dgn dunia luar ,dgn adanya sebuah cahaya yg terlihat seperti matahari di atas sana.
( ... ) Data dalam diamnya , mencoba mengingat-ingat semua buku yg dia baca tentang ruang dan celah dimensi ini.
( celah dimensi... celah yg terbuat dari menumpuknya Qi di area sekitar ,membuat ruang kelebihan muatan dan bocor ,Qi yg menumpuk itu tersedot masuk kedalam celah itu dan menstabilkan area sekitar yg sebelumnya kelebihan Qi .
Qi adalah sesuatu yg terpisah "Hukum Dunia" tapi juga ada bersama hukum dunia itu ,mereka selalu bersama seperti sebab dan akibat ,Hukum Dunia adalah pengaturan dunia dan Qi adalah sesuatu yg bisa menentang karena itu Hukum Dunia akan menekan atau mengalihkan Qi yg berkumpul secara berlebihan ketempat lain untuk mencegah nya merusak tatanan "Hukum Ruang" di sekitarnya ,dgn merobek sedikit Ruang di sekitar area yg memiliki Qi berlebihan itu dan mengalir kan Qi itu masuk kedalam sana.
alasannya adalah karena Hukum Dunia sendiri tidak bisa berperan langsung dalam kehidupan di dunia ,mereka hanya bisa menstabilkan dunia dgn mengatur konsep hidup di dalamnya ,agar kehidupan di dalam nya tetap hidup bersama "Hukum Dunia menata susunan kehidupan di dunia seperti , Cuaca ,Geologi ,Materi ,dan Energi". )
[ Moon Master ] dgn senyum lelahnya Data menutup wajahnya dgn tangannya yg terlihat seperti sedang menahan sakit kepala.
.
.
setelah Data mendapatkan sedikit pencerahan tentang apa yg menunggu mereka di dalam Goa gunung Du, tak lama kemudian Alu hi kembali.
[ Tuan ] dgn cepat Alu hi datang dan berlutut di hadapan Data.
[ bagaimana? ]
[ baik! ,area tempat kita berada saat ini merupakan gurun pasir yg luar ,perkiraan luar masih belum bisa dipastikan dan tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan di jarak 100 Meter di area sekitar ]
mendengar laporan dari Alu hi datang mulai menggabungkan apa yg dia temukan di dalam buku itu dgn informasi dari laporan Alu hi.
[ apakah ada yg lainnya? ]
[ benar Tuan ,dari jarak 100 Meter di area sekitar dari sini memang tidak menemukan tanda-tanda kehidupan, tapi 50 meter kedepannya saya melihat Monster ]
[ Monster? ]
[ benar , Monster itu terlihat seperti kalajengking raksasa saya tidak bisa memastikan ukuran aslinya dari jarak 50 meter dan memutuskan untuk kembali dgn informasi ini ]
[ ... ]
[ Tuan... ] melihat Tuannya yg terdiam Alu hi memanggil nya.
[ Alu... dengarkan apa yg akan aku katakan! ]
[ baik ! ]
Data menjelaskan apa yg dia dapatkan setelah mengingat-ingat kembali buku yg pernah dia baca di perpustakaan milik kediaman Jeaster.
[ Tuan ini... ] dgn wajah khawatir nya ,Alu hi mencoba menanyakan pendapat Tuannya.
[ kita sudah masuk kesini ,jadi tidak aku tidak akan kembali dgn tangan kosong ] dgn senyuman yg penuh ambisi ,Data menunjukkan keinginan nya kepada Alu hi.
[ Tuan ,perintah anda! ]
Data bangkit dari Batu tempat dia duduk.
[ diam tidak akan membawa kita pada apapun ,kita akan menjelajahi Gurun Pasir ini dan mencari cara untuk keluar dari sini ! ] dgn semangat yg penuh ambisi Data menentukan tujuan mereka berikut nya.
[ seperti perintah anda ! ]
[ tapi pertama-tama aku ingin melihat Monster yg kau sebutkan tadi ]
dgn begini Data dan Alu hi akhirnya memutuskan untuk bergerak dan mulai menjelajahi Gurun Pasir dgn tujuan untuk menemukan jalan keluar dari celah dimensi ini.
.
.
.
{ di sisi lain Tim Yuan }
[JLOP!!] suara pedang yg menusuk punggung Kalajengking raksasa.
( jadi ini permata Qi milik beast ) pikir Yuan yg membelah tubuh Monster Kalajengking raksasa itu.
[ apa sudah selesai ? ] tanya penjaga (1)
Yuan yg menyamar menoleh setelah mendengar pertanyaan itu.
[ ya.. ]
[ kita akan melanjutkan perjalanan kita ]
[ baik, semuanya bersiap untuk pergi ! ] kata penjaga (1) sambil berbalik memanggil semua org untuk bersiap.
( selanjutnya kita berangkat ke arah matahari palsu itu... )