
[ruang tahta]
semua orang yang hadir diruang tahta terkejut, melihat apa yg dibawa pulang Data.
......
...Monster Beast tingkat Diamond adalah monster yg memiliki kekuatan setara dgn 3 praktisi Earth Master, kekuatan yg besar itu membuatnya ditakuti bahkan oleh 3 keluarga besar dataran utama....
"bagaimana mungkin?"
"seekor Monster beast tingkat Diamond?"
"bagaimana, bagaimana kau bisa mendapatkan permata Roh dari Monster setingkat ini?!"
para tetua menjadi heboh karena permata Roh itu, singkatnya, mereka tidak percaya bahwa, orang yg dianggap sebagai Aib keluarga Jeaster akan membawa benda seperti itu pulang.
"Yang mulia!" teriak salah seorang tetua.
"ini tidak mungkin, membutuhkan setidaknya 3 orang praktisi tingkat Earth Master untuk mengalah Monster beast tingkat Diamond seperti itu, tapi dgn hanya beberapa puluh praktisi tingkat Ruler of the sky, ini..." tetua itu menghentikan kalimat yg ingin dia katakan.
"benar Yang Mulia! pasti Data Jeaster melakukan sebuah kecurangan!" ucap tentu yg duduk disebelahnya.
"..." sementara itu, Zuss Jeaster hanya terdiam mencoba untuk memahami apa yg baru saja terjadi.
didalam pikiran nya.
"Data, kau sekali lagi memberikan ku kejutan"
"pertama, Aluhi yg merupakan anggota dari Squad rahasia memilih mengikuti mu, dan sekarang permata Roh Monster beast tingkat Diamond?"
"hehehe... kau memang anakku, hasil dari misimu ini tidak sedikitpun mengecewakan ku"
"Yang mulia..." panggil dari salah satu tetua.
mendengar panggilan itu, Zuss Jeaster melirik kearah tetua yg memanggilnya.
"sepertinya para tetua ini sudah tidak bisa lagi diam, sebelumnya, mereka bahkan tidak akan melirik ke arah Data tapi sekarang..." ucap Zuss Jeaster dalam pikirannya.
"semua akan berubah..." ucap Zuss Jeaster dalam pikirannya.
Zuss Jeaster mengulurkan tangannya, dan menggunakan kemampuan Telekinesis nya untuk mengambil permata Roh itu dari kotak kayu yg Aluhi bawa.
"..." Zuss Jeaster melihat permata Roh itu dari dekat.
"pancaran energi Qi dari permata ini sangat kuat dan masih cukup segar, tidak diragukan lagi, Monster beast pemilik permata Roh ini mati tidak lama ini" ucap Zuss Jeaster dalam pikirannya.
setelah mengamati permata Roh itu, Zuss Jeaster mengembalikannya kembali ke kotak kayu yg Aluhi bawa.
"permata Roh itu asli, dan energi yang terpancar dari permata Roh itu masih cukup segar yg berarti, Monster beast pemilik permata Roh itu mati tidak lama ini" ucap Zuss Jeaster.
mendengar itu, para tetua tercengang.
"ini"
dan mereka saling menatap satu sama lain.
"jika para tetua masih ragu, salah satu dari para tetua bisa memeriksa secara langsung" ucap Zuss Jeaster, sambil mengulurkan tangannya mempersilahkan para tetua.
"kami percaya terhadap pandangan kepala keluarga!"
"kami percaya terhadap pandangan kepala keluarga!"
"kami percaya terhadap pandangan kepala keluarga!"
"kami percaya terhadap pandangan kepala keluarga!"
keempat tetua itu menjawab bersama.
"maka dgn begitu, sekarang kita bisa bilang bahwa Data sudah menyelesaikan misinya dan mendapatkan kualifikasi untuk ikut dalam perebutan tahta" ucap Zuss Jeaster.
"..."
"..."
"..."
"..."
para tetua tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena semua skema mereka tidak bisa melawan sebuah kenyataan.
"seperti kata Yang Mulia!"
"seperti kata Yang Mulia!"
"seperti kata Yang Mulia!"
"seperti kata Yang Mulia!"
setelah mendengar jawaban para tetua, Zuss Jeaster berdiri dari kursi tahtanya.
"maka dgn begitu, Data Jeaster!" ucap Zuss Jeaster.
"Ya!" jawab Data.
"dgn ini, aku sebagai kepala keluarga Jeaster, mengakui kualifikasi mu seperti yg aku janjikan, sekarang Data Jeaster memiliki hak untuk mengikuti acara perebutan tahta keluarga Jeaster" ucap Zuss Jeaster, dgn lantang.
"terimakasih, Yang Mulia!" jawab Data Jeaster.
"ini adalah hasil dari kerja keras mu, kau tidak perlu berterimakasih kepadaku" jawab Zuss Jeaster.
"Ya!" jawab Data.
dgn begitu, Data mendapatkan pengakuan dan kualifikasi untuk ikut dalam perbuatan tahta / hak waris atas keluarga Jeaster.
sementara itu, Data yg melihat kejadian itu menundukkan kepalanya dan tersenyum puas.
.
.
[setelah mendapatkan pengakuan dari para petinggi keluarga, pertemuan itu akhirnya selesai, mulai sekarang didalam keluarga Jeaster nama Data akan menjadi lebih mulia dari sebelumnya]
.
.
[di koridor menuju kamar]
Data berjalan menuju kamar tempat tinggal barunya.
"hari yg melelahkan" keluh Data.
"jika aku tidak pergi saat itu, mungkin aku akan ditahan Ayah sampai berjam-jam hanya untuk membahas hal tidak penting" ucap Data dalam pikirannya.
di depan, Data melihat seseorang sedang berjalan menuju kearahnya.
"..." Data menyipitkan matanya.
yang berjalan didepan adalah Julian Jeaster, anak pertama dari Zuss Jeaster yg berumur 20 thn dan merupakan calon utama pewaris tahta keluarga Jeaster. dia berperan sebagai kepala bagian keuangan dan mengatur berbagai hal berhubung dgn itu.
karena dia juga, Data jadi kerepotan di Raid sebelumnya.
Julian Jeaster berhenti didepan Data dan menghentikan langkahnya.
"apa mau mu?" tanya Data.
"tidak ada, hanya ingin mengucapkan selamat! karena berhasil sampai disini" jawab Julian Jeaster dgn angkuh.
"aku tidak butuh ucapan selamat dari mu..." jawab Data.
mendengar itu, Julian agak tersinggung.
tapi, dia membiarkannya, karena apa yg Data lakukan hanya terlihat seperti provokasi dari anak kecil di mata Julian.
"teruskanlah kerja bagus mu, karena di keluarga Jeaster, tidak menerima sampah" ucap Julian Jeaster.
setelah mengatakan itu, Julian Jeaster berjalan melalui Data.
"Tsk! berhenti bertingkah seolah kau adalah orang yang terhormat!, kau yg tidak menghargai orang lain tidak layak untuk dihargai!" ucap Data dgn amarah.
Julian Jeaster tidak bergeming.
Data berbalik.
"kau bahkan tidak pergi keupacara pemakaman ibu, wanita yg melahirkan mu, kenapa kau bicara padaku seolah-olah kau perduli!, kenapa!?" tanya Data yg berteriak.
setelah mendengar itu, Julian Jeaster menghentikan langkahnya, tapi.
"..." Julian Jeaster tidak menjawab.
"Tsk! kau memang orang yang dingin" ucap Data.
Data berbalik dan berjalan pergi, sampai tiba-tiba.
"maafkan aku.."
Data terhenti dgn kata-kata Julian.
"aku seharusnya tetap datang ke upacara pemakaman ibu saat itu bagaimana pun caranya, maaf..." ucap Julian Jeaster.
setelah mengatakan itu, Julian Jeaster melanjutkan perjalanan.
disisi lain.
"katakan itu pada ibu, dasar bodoh!" ucap Data, dgn wajah yg terlihat kesal dan sedih.
.
.
.
[setelah pertemuan tidak terduga dgn kakaknya, Data akhirnya sampai ke kamar barunya]
"..." Data terhenti didepan pintu kamar.
dia masih memikirkan apa yg sebelumnya Julian Jeaster katakan.
"..." Data menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan pemikiran itu dari kepalanya, dan setelah itu membuka pintu kamarnya.
didalam kamar yg luas itu.
"selamat datang, Tuan!" Aluhi sudah menunggunya.
didalam kamar yg luas itu, terdapat tempat tidur kayu dgn tirai dan sofa dgn meja di samping nya, juga ada lemari besar tempat pakaian dan cermin besar di sebelahnya.
Aluhi yg berlutut dgn menundukkan kepalanya, menunggu perintah dari Data.
"angkat kepalamu Aluhi" ucap Data.
"terimakasih, Tuan" jawab Aluhi.
Data berjalan menuju sofa dan menghela nafas lelahnya.
sementara itu, Aluhi mengambilkan perlengkapan minum seperti teko teh dan gelas yg berada di bawah meja dan menuangkan minum untuk Data.
Data mengambil gelas yg sudah di isi dgn teh itu, dan meminumnya.
"haa.." sekali lagi Data menghela nafas.
"Tuan.." panggil Aluhi dgn khawatir.
"tidak apa-apa, Aluhi... aku hanya kecapekan saja hari ini" jawab Data.
"kalo begitu haruskah saya memanggil para pelayan untuk menyiapkan mandi air hangat?" tanya Aluhi.
"...boleh" jawab Data.
"baik" Aluhi memberikan hormat, sebelum dia pergi untuk memanggil para pelayan.
disisi lain.
Data yg akhirnya bisa beristirahat, menyandarkan kepalanya di atas sofa.
"akhirnya selesai juga..." ucap Data.
"orang yg hidupnya selalu bermalas-malasan seperti ku ini, disuruh untuk melakukan hal-hal berat seperti misi benar-benar menghabiskan seluruh tenaga dan otakku" keluh Data.
Data menatap langit-langit kamar.
"Tapi..."
"ini juga lumayan" ucap Data Jeaster.
setelah itu.
Berita soal kehebatan Data mulai tersebar, dan orang-orang mulai membicarakan soal prestasinya itu.
Ada yg kagum dan mengidolakannya setelah mendengar kisahnya, ada yg iri dan mengkritik aksinya, atau bahkan menganggap itu sebagai omong kosong semata.
Apapun itu, nama Data Jeaster bergema di seluruh kerajaan Olimpeak selama satu pekan penuh yg mana membuat menjadi topik panas yg membuat semua orang penasaran, seperti apa Data Jeaster yg sebenarnya.
.
.
[To be continued]
.
.