
...[Didalam Ruang ganti]...
pemuda yg sebelumnya menjadi lawan tanding Rei saat ini berada di ruang ganti dan sedang mengganti pakaiannya.
saat dia melepaskan baju yg ia kenakan bisa terlihat beberapa luka memar hasil pertandingan sebelumnya, sebelum melawan Rei pemuda itu sudah melawan beberapa murid lain disana, tapi tetap saja, luka yg dia dapatkan dari Rei lebih banyak dari anak-anak lain. pemuda itu bisa menahan rasa sakitnya seperti sudah terbiasa dengannya.
setelah melihat dimana saja letak memar ditubuhnya, pemuda itu mulai mengeluarkan sebuah botol keramik kecil yg didalamnya terdapat obat oles untuk mengobati luka luar seperti memar yg dia alami.
obat oles itu berbentuk cair dan terdapat sensasi hangat saat obat itu dioleskan. obat itu juga biasa dia gunakan untuk meredam tegang pada otot di tubuhnya setelah jam pelatihan dan membuat ototnya menjadi lebih rileks. "haa~"
................
...........
beberapa waktu kemudian]
seseorang datang ke ruang ganti dari belakang pemuda itu. yg datang tak lain adalah Rei, dia terlihat baik-baik saja dgn baju seragam yang terlihat bersih setelah latihan sebelumnya. tapi apa yg dilakukan lawan tandingnya dgn datang keruang ganti ?
Rei berjalan tanpa membuat suara, langkah kaki yg tenang itu sepertinya dia telah menguasai sebuah 'jurus gerakan kaki.' penasaran, pemuda itu tidak bisa melepaskan pengawasannya.
dgn suara pelan menelan ludah pemuda itu gugup terhadap niat dari Rei datang keruang ganti, mengingatkan sebelumnya dia telah menolak niat baik Rei dgn menepis uluran tangannya jadi dia pikir Rei akan datang untuk membalasnya.
pemuda itu berbalik masih dgn perasaan gugupnya "apa yg... membawamu kemari, Rei ?"
Rei hanya menatap pemuda itu dalam diam dan terus berjalan mendekati pemuda itu tanpa memperdulikan pertanyaan yg pemuda itu tanyakan.
( aku rasa dia tidak datang dgn niat baik )
pikir pemuda itu.
setelah beberapa langkah jalan mendekat, Rei pun berhenti melangkah, karena sekarang dia sudah berada tepat di depan pemuda itu.
situasi yg menegangkan bagi pemuda itu dimana sekarang ini dia berhadapan dengan top 5 besar bakat Kota Goron dihadapan nya.
tapi apa yg pemuda itu takutkan bukanlah pencapaian dan gelar milik Rei.
" kau ... anak haram seperti mu, beraninya berbicara tidak Formal dengan ku ?" memandang rendah pemuda itu.
Rei mengangkat tangannya dan meraih dagu pemuda itu dan mencubitnya dgn kuat " ketahuilah tempat mu, Yuan... " ucap Rei, merendah pemuda itu.
Rei dan Yuan, kami berdua memiliki sejarah yang cukup panjang dan kelam. Rei adalah anak dari kepala Klan saat ini Zobo Bo yg merupakan sepupu dari Ayah ku yg merupakan kepala Klan sebelumnya. anak dari orang yang telah membunuh Ayahku.
"cih" Rei melempar Yuan kearah kiri hingga membuatnya tersungkur, Yuan saat ini hanyalah seorang manusia biasa tanpa Qi atau Roh didalam tubuh nya membuatnya tak berdaya menghadapi pembullyan dari Rei yg merupakan Top 5 bakat Kota Goron.
setelah melempar Yuan kelantai, Rei langsung mendatangi Yuan dan menunjukan jarinya ke dada sebelah kirinya. seketika Yuan merasakan sensasi sakit seperti ditusuk-tusuk oleh jarum di jantungnya yg membuatnya berteriak histeris kesakitan.
apa yg dilakukan Rei adalah mengalirkan Qi kedalam tubuh Yuan dgn paksa yg mana membuat tubuh Yuan melakukan penolakan yg menyebabkan rasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum.
siksaan itu terus berlanjut sampai beberapa menit ke depan hingga Yuan tak sadarkan diri.
melihat Yuan yg tergeletak dgn kejang-kejang diseleuruh tubuh Rei menghentikan apa yg dia lakukan
" pecundang! " ujar Rei melihat betapa tak berdayanya Yuan.
setelah puas menyiksa Yuan, Rei pun pergi meninggalkan Ruang ganti seolah tidak terjadi apa-apa disana, meninggalkan Yuan yg tak sadarkan diri.
Yuan yang tergeletak tak berdaya dgn tubuh kejang-kejang menggunakan sisa-sisa tenaganya " Ba... jin.. Ngan... " menggerutu akan apa yang harus dia lalui. Yuan pun pingsan akibat tubuhnya yang menerima terlalu banyak rasa sakit.
-
...[didalam alam bawah sadar Yuan]...
-
Yuan teringat kembali dengan masa lalunya, disana dia merupakan seseorang yang dibanggakan oleh Klan-nya dan digadang-gadang akan menjadi kepala Klan selanjutnya.
tawa dan sorak, semua itu ditujukan kepadanya sebagai seorang Jenius no.1 Kota Goron sesuatu yang benar-benar berbeda dengan dirinya saat ini.
benar ... itu semua tidak bertahan selamanya. pada suatu hari Yuan tiba-tiba kehilangan kemampuannya dan lambat laun kehilangan Roh dalam tubuhnya. semua itu terjadi tiba-tiba saat dia sedang dalam pertandingan, dia tiba-tiba tidak bisa mengeluarkan Qi dari tubuhnya dan berakhir dihajar oleh lawannya, kekalahan itu menjadi sebuah aib karena lawannya saat itu bukan seorang dari Top bakat Kota Goron.
setelah itu mulai terdengar kabar bahwa aku kehilangan Roh bawaan milikku.
Roh bawaan adalah Roh kedua yg hidup didalam tubuh mereka yg terpilih, singkat itu tergantung pada keberuntungan untuk mendapatkannya.
mereka (Roh) merupakan jiwa yg masuk kedalam tubuh anak yang baru lahir dan menetapkan didalamnya, jiwa-jiwa itu tidak punya pemikiran atau emosi, sebuah jiwa kosong yg bisa manusia kembangkan menjadi lebih kuat dan mereka yang berhasil melakukannya disebuah sebagai Praktisi.
dgn kata lain, kehilangan atau jika Roh itu mati, maka itu juga berarti berakhirnya karir dari seorang Praktisi.
itulah apa yang sudah terjadi kepada ku, aku yg merupakan Jenius yg dibanggakan oleh Klan, menjadi seorang pecundang tanpa Roh bawaan.
Ayah ku yg merupakan pemimpin Klan saat itu mencoba mencari cara untuk memulihkan Roh didalam tubuh ku. berbagai cara telah dia lakukan namun tak ada perubahan yg terjadi.
para tetua mulai khawatir dgn nasib masa depan Klan Bo dan mulai membicarakan soal pengganti untuk posisi calon kepala Klan, Ayahku yg saat itu kepalanya dipenuhi kecemasan tidak mau mendengarkan apapun hal yg berhubungan dgn kondisi tubuh ku saat itu dan mengakhiri pertemuan dengan jawaban yang kosong.
merasa tidak dianggap, para tetua menjadi marah dan memprotes sikap Gu Bo yg mengabaikan ucapan mereka. sampai pada titik mereka menganggapnya sebagai penghalang bagi masa depan Klan Bo.
dgn bantuan dari Zobo Bo, Ayah dari Rei Bo. mereka mulai merencanakan sebuah pembunuhan, mereka memancing Gu Bo dgn berita kemunculan master misterius yang mungkin bisa menyembuhkan Roh didalam tubuh ku. tentu saja Ayah tertarik dgn berita kemunculan tabib master itu dan pergi ke tempat yang dikatakan sebagai tempat singgah sementara nya.
tapi setelah sampai di tempat yang dikatakan, bukannya tabib atau solusi yang selama ini dia cari yg menunggunya, tetapi sebuah penyergapan yg sudah diatur sedemikian rupa oleh para tetua dan Zobo Bo.
melihat banyaknya orang disana Gu Bo sudah pasti tidak akan selamat, jadi dia membuat permintaan sebelum kematiannya " setelah kematian ku, jaga Yuan anakku dgn baik! "
mendengar permintaan terakhirnya para tetua setuju dgn permintaan Gu Bo untuk membiarkan ku tinggal dan setelahnya berita kematian kepala Klan Bo tersebar 3 hari kemudian membuat semua orang gempar karena kematiannya yg tiba-tiba yg dikatakan karena sakit akibat stress berat.
semuanya sudah diatur dan direncanakan dgn matang, tidak ada orang yang menyadari atau mengetahui keberadaannya. bahkan aku juga tidak mengetahui apa-apa sampai Rei mengatakannya sendiri kepada ku.
...********To be continued********...