Magic and Martial Art

Magic and Martial Art
eps41 : anak jalanan



...[beberapa puluh menit kemudian]...


.


.


...setelah kejadian tidak terduga itu, aku dan Lira memutuskan untuk pulang...


...Lira yg masih mengalami syok memegang tangan Yuan dan berjalan bersama, mereka memilih jalanan yg sepi untuk menghindari keributan seperti sebelumnya...


...setelah kejadian itu, aku mencoba menanyakan apa yg sebenarnya terjadi diantara mereka berdua di masa lalu....


...tapi Lira hanya menjawab...


"itu bukan apa-apa, cuma masa lalu yang ingin aku lupakan"


"(sepertinya Lira hanya berharap aku tidak lagi mengambil resiko seperti 1 thn lalu, saat aku mengacaukan Raid Data Jeaster)"


"(...mungkin akan lebih baik membiarkan nya mengatasi masalah itu sendiri)"


"(aku hanya ingin, dia mendapatkan kepercayaan diri nya lagi)"


...saat aku sedang termenung memikirkan cara untuk meningkatkan kepercayaan diri Lira...


"Yuan.."


...aku dikejutkan oleh Lira yg tiba-tiba mengajak ku bicara...


"itu... mengenai apa yg terjadi dikedai sebelumnya... ,maaf"


...saat mengatakan itu Lira tersenyum...


...dia mencoba menutupi perasaannya dgn mencoba tersenyum memperlihatkan bahwa dia baik-baik saja...


"... tidak apa-apa..."


"orang-orang memiliki hal yg tidak ingin mereka ungkit, jadi kamu tidak melakukan kesalahan..."


"tapi... aku tahu kamu mencoba membantu, aku hanya–"


...Yuan mengulurkan tangannya dan mengelus kepala Lira...


"... tidak apa-apa"


...elusan tangan dan pengertian dari Yuan membuat Lira merasakan kenyamanan meredakan perasaan sesak di hatinya...


...lalu...


...secara tiba-tiba, Lira mengulurkan tangannya dan meraih leher Yuan dan menariknya mendekat, dan mereka berciuman...


"terimakasih, Yuan..."


...sambil tersenyum Lira mengatakan terimakasih nya...


...saat itu aku terkejut dgn tindakan Lira yg tiba-tiba dan bertanya-tanya dari mana dia mendapatkan sifat semacam ini...


...jika melihat 1 tahun yg lalu, dia sangat pendiam dan berperiaku pasif ,bisa berubah menjadi seperti ini...


"(tapi aku menyukainya...)"


...Yuan meraih rambut hitam panjang Lira dan mendekatkan nya ke bibirnya seolah sedang menciumnya dan tersenyum...


"(sifatnya ini... aku menyukainya)"


...setelah itu suasana hati Lira menjadi lebih baik...


...dan seperti angin lalu, apa yg terjadi sebelumnya seolah-olah tidak pernah ada...


.


.


[beberapa menit kemudian, di pinggiran wilayah keluarga Zu]


.


.


...saat Yuan dan Lira sedang berjalan di gang antar rumah, mereka sampai ditempat yg jarang dilalui pejalan kaki...


...tepat, sebuah tempat dimana para gelandangan biasa tinggal...


...di sana terdapat banyak tikar dari kain kotor yg tergeletak dipinggir jalan gang itu...


"(sepertinya kita tersesat)"


...saat Yuan mencoba mencari-cari lokasi mereka dgn melihat-lihat daerah sekitar...


...sementara Lira yg melihat sekeliling karena penasaran, melihat ada anak yg sedang tertidur terduduk dgn ditutupi oleh kain yg terlihat kotor...


"(anak-anak itu)"


...sementara itu Yuan yg memeriksa sekitar...


"(kalo dari sini sepertinya akan susah untuk melihat lokasi kita, aku harus naik keatas)"


...saat Yuan berbalik...


...dia melihat Lira yg sedang memperhatikan sesuatu...


...apa yg Yuan lihat adalah sebuah tumpukan kain kotor di pinggir jalan di gang itu...


...tapi setelah diperhatikan lagi, ada seuntai rambut yg keluar dari sana...


"(apa itu anak jalanan?)"


"(sepertinya Lira mereka kasihan melihat mereka yg tidur dgn berselimutkan kain kotor itu)"


...saat dia mengetahui itu, Yuan tersenyum bangga kepada Lira...


...hingga tiba-tiba...


...Lira menarik lengan bajunya...


"Yuan..."


...melihat keperduliannya aku pun mengikuti keinginannya...


"(mengangguk)"


...setelah memberikan ijinnya, Lira kemudian berjalan menuju anak jalanan itu...


"(aku memang sudah menduga dari rambut panjang yg teruntai keluar itu, tapi didunia ini baik pria dan wanita memiliki rambut yg panjang)"


...Lira menaruh beberapa koin uang untuk anak-anak itu...


"sungguh kasihan, melihat anak-anak diusia mereka yg hidup seperti ini"


"mereka... mungkin anak-anak yg terlantar atau orang tua mereka yg meninggal lebih awal, hal seperti ini sering terjadi dimasyarakat"


"(aku sebenarnya juga seorang anak jalanan, yg lebih beruntung dari mereka. orang tuaku meninggalkan ku di gerbang kediaman Bo di pagi buta dan aku ditemukan oleh penjaga gerbang dan di adopsi oleh ayah angkat ku saat dia tidak sengaja keluar pagi itu)"


...setelah mengenang kembali masa lalu nya, Yuan mengajak Lira kembali melanjutkan perjalanan mereka...


"jika sudah selesai, kita bisa kembali melanjutkan perjalanan"


"kalo begitu tunggu sebentar, aku akan memberikan mereka kain baru untuk selimut mereka"


...Lira memasukkan tangannya kedalam kantong ruang yg Yuan dapatkan setelah Raid 1 thn lalu...


"ini.. terlihat cocok untuk digunakan sebagai selimut karena lebih tebal dari yg lainnya"


"bagaimana menurut mu, Yuan?"


...melihat antusias dari Lira, Yuan tidak bisa menahan diri nya untuk tersenyum...


"(tersenyum)"


"terlihat bagus..."


...Lira lalu mencoba mengganti kain yg menyelimuti kedua anak itu tanpa membangunkan mereka berdua...


...hingga tiba-tiba...


"MENYINGKIRKAN DARI ADIK-ADIK KU!!!"


...seorang anak laki-laki yg datang dgn amarah, muncul dari arah Lira dan Yuan sebelumnya datang...


...membuat Yuan dan Lira terkejut...


...anak laki-laki itu berusia sekitar 10 thn, mengenakan pakaian yang kotor dan sobek juga membawa sebuah kantong ditangan kanannya...


"kami... kami hanya–"


...karena terkejut, Lira menghentikan tangannya yg sedang mengganti selimut kotor itu dan menjatuhkan kain yg dia keluarkan dari kantong ruang...


"kami hanya sekedar mau mengganti selimut kedua anak ini"


...Yuan menyambung kalimat Lira...


"(seringai)"


...anak laki-laki itu terlihat kesal...


"aku tidak butuh penjelasan mu, menjauh dari mereka!"


...mendengar penolakan itu, Lira dan Yuan kemudian mundur beberapa langkah...


"ini... ka–kami tidak bermaksud jahat, kok!"


...setelah Lira dan Yuan mundur cukup jauh, anak laki-laki itu pun berlari dan menghampiri kedua anak perempuan itu dan mengambil sikap melindungi...


...pada saat itu, Yuan menyadari bahwa anak perempuan dibelakang anak itu sedikit membuka mata mereka...


"(mereka terbangun?)"


"(tapi kenapa mereka masih diam diposisi yang sama?)"


"(sejak kapan mereka terbangun?)"


...saat Yuan teralihkan...


"pergi!!"


...anak itu sekali lagi berteriak kepada mereka berdua...


...menyadari bahwa ini tidak akan berhasil untuk menjelaskan kepada anak itu, Yuan mengajak Lira untuk melanjutkan perjalanan mereka...


"Lira..."


...namun Lira tidak bisa untuk mengalihkan pandangannya...


...apa yg dia lihat saat itu, entah kenapa mengingatkannya terhadap masa lalu...


...saat dia tidak berdaya dan diperlakukan dengan hina oleh keluarga Zu...


"..."


...setelah kejadian itu, Lira dan Yuan melanjutkan perjalanan mereka dan bertanya ke beberapa orang disekitar mengenai lokasi mereka dan bertanya soal jalan pulang...


...[petang]...


...setelah perjalanan yg panjang menemukan jalan pulang, akhirnya mereka berdua sampai ke rumah...


...sekarang Lira dan Yuan tinggal di sebuah penginapan kosong yg ditinggalkan oleh pemiliknya...


...penginapan itu memiliki 3 buah kamar tidur dilantai dua dan sebuah kedai dilantai satu...


...setelah istirahat sebentar, Yuan memberikan Lira kesempatan untuk mandi duluan sementara dia membongkar barang-barang belanjaan mereka hari ini...


...dikamar mandi...


...Lira yg berendam di bak mandi...


...Lira yg sejak perpisahannya dgn anak-anak jalanan itu, Lira tidak bisa berhenti untuk memikirkan mereka...


...mungkin karena Lira memahami kesulitan mereka, dia jadi lebih bersimpati kepada anak-anak itu...


...pikiran yg kacau membuat Lira merasa gelisah dan hatinya bergejolak, lalu dia membisikkan...


"aku tidak bisa membiarkan, pikiran ini terus mengganggu ku"


.


.


[To be continued]


.


.