
serangan dari Alu hi menghancurkan bagian atas Monster Ulat raksasa, menghancurkan setengah dari bagian atas nya dgn tubuh yg masih berdiri.
[ huh.. ,huh... ,huh... ]
Alu hi berlutut dgn susah payah mencoba tetap menjaga kesadarannya, karena dia telah menggunakan seluruh Qinya dari Pil Qi sebelumnya dalam satu serangan itu.
( seluruh Qi ku telah habis... )
( sekarang aku tidak akan bisa menggunakan Qi atau mengumpulkan nya dalam kurun waktu 1 bulan kedepan )
[ huh.. ,huh... ,urgh.. ]
Alu hi tidak sanggup berlutut lagi dan terduduk terjatuh kebelakang.
( ini melelahkan... ,rasa saat kau kehabisan Qi hingga kering seperti ini. serasa seperti kehausan yg tidak tertahankan )
[ Alu hi ! ]
Data datang setelah melihat kepala Monster itu hancur.
[ Tuan... ]
mencoba untuk berlutut.
[ tidak perlu... ]
Data menangkap nya dgn memegang pundaknya ,menjadi sebuah sandaran untuk Alu hi.
Alu hi merasa senang karena bersandar kepada Data.
[ ... terimakasih, Tuan... ]
kebaikan Tuannya membuat Alu hi lega.
dia mengambil istirahat nya di dalam pelukan Data Jeaster.
( kau telah berjuang dgn baik Alu hi. memang layak untuk seseorang yang aku berikan kepercayaan )
di saat kedua orang itu menikmati waktu istirahat mereka.
[ Wuuush.. ]
[ ! ]
Data yg menyadari sesuatu di atas nya mendongakkan kepalanya.
[ ! ]
namun sudah terlambat.
[ Krass !! ]
[ ark.. ]
Yuan Menggunakan kertas yg sebelumnya dia berikan kepada keluarga Zu.
[ ... ]
Data melindungi Alu hi yg sedang tertidur ,dgn mengganti Alu hi menerima serangan dari Yuan.
( ? )
Yuan terkejut melihat pengorbanan dari Data.
serangan Yuan menembus pundak Data dan mencipta cipratan darah di pasir.
[ Argh.. ,argh~ ! ]
Data mengerang kesakitan ,menahan rasa sakit dan keinginannya untuk berteriak kesakitan karena serangan dari Yuan, karena tidak mau membangunkan Alu hi yg sedang tertidur di pelukannya.
( Alu hi... )
wajah Data menjadi pucat karena syok.
( syukurlah )
namun dia masih bisa tersenyum lega melihat Alu hi terhindar dari serangan Yuan.
[ ! ]
saat melihat wajah lega Data ,Yuan seperti mengingat sesuatu.
( tidak punya nama ? )
( kalo begitu, bagaimana dengan Romielle ? )
[ kenapa... ]
[ kenapa kau mau mengorbankan dirimu sendiri untuk nya ? ]
gumam Yuan.
Data dgn wajah pucat dan keringat dingin nya, melihat Yuan bergumam.
[ huh.. ,huh... ]
Data bukanlah seorang praktisi yg handal ,dia belum pernah terluka atau mengahadapi seorang lawan secara langsung sebelumnya. dan sekarang ini adalah pengalaman pertama nya, dan luka pertama nya dalam pertarungan hidup dan mati.
[ ... ]
[ apa yg kau bicarakan... ]
gumam Data.
[ ! ]
Yuan tersadar dari lamunannya.
lalu.
[ kenapa ? ]
[ alasan apa yg membuat mu melakukan ini ? ]
tanya Yuan.
[ entahlah.. ]
[ lalu apa alasan mu menyusup kedalam kelompok ku ? ]
menanggapi pertanyaan balik dari Data ,Yuan sedikit terkejut.
( ho... ,kau cukup tenang di situasi seperti ini )
pikir Yuan.
[ balas dendam ]
[ huh ? ]
[ membalas perbuatan yg telah kau lakukan kepada Ayah ku ]
[ apa maksudmu dgn itu– ]
sebelum Data menyelesaikan kalimatnya, Yuan mengangkat jarinya menyela kalimat dari Data.
[ jawab aku... ! ]
dgn nada tegas.
[ apa alasan mu melakukan ini ? ]
[ kau mengganti kan anak buah mu menerima serangan ku ,bukan ? apa alasan untuk tindakan mu itu ?. itulah yg aku tanyakan ]
sambil menunjuk kearah Alu hi.
[ kalo kau memberikan ku alasan yg bagus, mungkin aku akan mengampuni nyawamu, Loh... ]
[ ? ]
mendengar kata mengampuni itu, Data merasa seperti di hina.
tapi hinaan adalah hal yg selalu dia terima di kediaman Jeaster dari dulu, jadi itu tidak membuat nya terlalu terganggu.
[ huh~ ]
Data mengambil nafas untuk menenangkan diri nya.
[ untuk seseorang yg berharga, bukankah layak untuk memperjuangkan nya ? ]
[ karena itu... ,aku melakukan ini ]
[ ? ]
Yuan terkejut.
( apakah seperti itu ? apakah kau juga berpikir seperti itu mengenai diriku Feral ? )
.
.
.
sampai suatu hari.
di sebuah penjara bawah tanah.
[ namaku Feral ]
[ namamu siapa ? ]
seorang anak perempuan dgn senyuman cerah ,bertanya kepada ku. dari banyak nya anak-anak di sana, dia menghampiri ku yg duduk di pojok ruangan.
[ aku... ]
[ tidak punya nama ]
dia terlihat polos dgn tatapan matanya dan senyum itu, tapi...
[ ... ? ]
[ kalo begitu... bagaimana kalo aku memberikan mu sebuah nama ? ]
[ memberikan ku, nama ? ]
[ iya ! ]
[ coba aku pikirkan... ,hmm... ]
[ Romielle... ya, Romielle bagaimana ? ]
[ Romi.. e– ]
[ Romielle ! ]
[ itu adalah nama tokoh dari sebuah cerita, tentang seorang pangeran yang menyelamatkan seorang Putri ]
tidak seperti ku, sepertinya dia tidak dilahirkan sebagai seorang budak. mungkin kah, dia anak yg diculik dari suatu tempat.
dia memiliki kenangan masa kecil seperti ,mendengar cerita dan bermain bersama teman seusianya.
dia mengajarkan ku beberapa hal seperti permainan anak-anak dan membaca.
[ R.O.M.I.E.L.L.E , Romielle ! ]
[ Romielle.. ]
[ benar! , Romielle... ,hahaha kamu akhirnya berhasil mengejanya ]
dia memuji dan memeluk ku dgn penuh rasa hangat yg sudah aku lupakan.
selama ini aku tidur beralaskan tanah dgn pakaian tipis dan usang yg selalu aku pakai sejak dulu. saat aku pertama kali merasakan kehangatan... perasaan aneh mulai kurasakan didalam hatiku.
berkat diri nya, Feral ,berkat dia aku bisa mengerti sesuatu yg menghangatkan ini ,yg terus membuat jantung ku berdebar-debar.
namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama.
di sebuah Laboratorium bawah tanah.
[ Romielle... ]
menanggapi itu Romielle membuka matanya ,dan melihat seorang pria yg sudah menginjak usia 70 thn berjongkok di depan nya.
[ Romi... ,coba lihatlah itu. apa kau menyukainya ? ]
di sana terlihat beberapa tabung kaca berisi air dgn cahaya kuning.
[ !!! ]
dan di dalamnya ada tubuh seorang wanita.
[ Ergh... ! ]
Romielle mulai mengeluarkan air mata dari matanya.
( Fera... ? )
pikir Romielle.
tubuh Romielle mulai gemetar dan mengeluarkan keringat dingin.
[ bagaimana ,kau pasti sudah mengenalnya bukan ? ]
( kenapa ? )
[ apa kau tidak ingat ? ]
Romielle melihat orang itu.
[ ya.. saat kau melawan untuk mengikuti prosedur penelitian ku dan mencoba kabur dari sini. kau ingat bukan, orang yg memberikan mu pemikiran itu ? ]
( Kau !!! )
dgn wajah murka melihat yg ditunjukkan pada orang itu.
[ oyah.. seramnya~ ,padahal aku menunjukan sesuatu yg bagus kepada mu ,sayang sekali kau tidak menyukainya ]
( kau membunuh nya ! ,kau ! ,kau ! ,kau...!!! )
orang itu berdiri.
[ yah... ini cuma sekedar peringatan saja. untuk mengingatkan mu ,kau tidak bisa melawan ku ! ]
[ hmm ? ]
[ apa kamu mau dengar cerita sebelum dia masuk kedalam tabung itu ? ]
[ saat aku menangkap mu dan pergi melihatnya, dia sangat ketakutan kalo aku akan membunuhmu loh... ,dia memohon kepada ku untuk mengampuni mu dan membiarkan dirinya menggantikan posisimu sebagai ganti melepaskan mu ]
[ ! ]
( Feral.. kenapa ,kamu... )
[ yang berarti... kau yg membunuh nya, Romi~ ]
Romielle terkejut.
[ benar menarik bukan ? aku tidak menyangka bakal ada sesuatu seperti itu terjadi di antara kelinci-kelinciku yg manis ]
[ ya... ]
[ kalian juga merupakan mahluk hidup, yg tentu memiliki insting untuk memproduksi keturunan ]
[ Jadi ! saat dia bilang sesuatu yg menyentuh seperti itu, aku jadi mempunyai ide yg menarik ]
[ bagaimana bila aku memberitahu mu semua pengorbanan yg menyentuh itu dan memperlihatkan hasil akhir dari hukumannya sebagai peringatan untuk mu. tak ku sangka ini sangat efektif ,heheheheee! ]
( Feral.. , kenapa... kenapa kamu melakukan itu ?. tanpamu, aku harus bagaimana... ? )
saat kau memilih sesuatu yg memberikan mu kehangatan dan kesenangan kau tidak akan tahu sampai kau sadar, semua itu sangat rapuh dan mudah hancur.
...Feral mati....
dan kematiannya membawa duka mendalam bagiku membuatku depresi untuk waktu yang lama, pikiran ku menjadi kosong untuk kurun waktu yang lama.
hingga aku tidak merasakan apapun saat mereka melakukan eksperimen kepada tubuhku.
aku menjadi mati rasa dari semua pengaruh dari luar tubuh, dan pikiran ku hanya berfokus kepada sebuah pertanyaan.
..."kenapa dia melakukan itu?"...
dan seiring berjalannya waktu, semua perasaan sedih dan depresi ku berubah menjadi sebuah amarah.
lalu suatu hari.
Ekperimen itu akhirnya berakhir.
[ berhasil ! ,aku berhasil... ! ,hahhahhh..!! ]
[ akhirnya aku berhasil ,dgn ini... manusia bisa menembus kemampuan pembatas dari Rasnya. dan menjadi God ! ]
[ semua itu berkat mu ,Romi ku tersayang... ]
[ berkat tubuh mu yg memiliki keunikan dalam menyerap Mana ,membuat mu mudah menerima semua Ekperimen yg dilakukan kepada mu... ]
[ sekarang kita sambut ,kelahiran seorang Dewa !! ]
[ Krass~!! ]
[ BOOM !! ]
sekejap orang itu meledak.
membuat takut para pekerja yg membantu orang itu melakukan Eksperimen ini.
dan mereka semua mengalami hal yg sama, tubuh mereka seperti di tekan dan ditemukan sampai hancur dan meledak.
[ jadi seperti ini... hasil Eksperimen nya ]
[ sekarang tubuh ku bisa mengakses Mana sesuka hatiku ,bahkan sampai mengendalikan Mana dari orang lain ]
[ dan kemampuan ku menyimpan Mana ,menjadi tidak terbatas dgn mengganti Inti Mana dgn Mana yg akan membuat nya berkembang sebesar Mana yg aku serap... ]
[ ... ]
di sebelah meja operasi ,tempat aku berbaring. ada sebuah Memo berisi kan semua rencana yg akan mereka lakukan selanjutnya.
[ Infinite Mana Black Hole ]
( jadi itu nama Ekperimen ini )
setelah itu aku menghancurkan seluruh tempat penelitian itu, dan memburu siapapun yg terlibat di dalamnya.
tapi itu masih belum bisa memberikan perasaan lega di hatiku.
( kenapa kamu melakukan tindakan bodoh itu... )
( jika kamu mati.. aku akan sangat sedih ,apa kamu tidak memikirkan hal itu saat melakukan itu ,Feral... ? )
karena itu, sekarang adalah kesempatanku untuk bertanya.
( mungkin sekarang, aku bisa mendapatkan jawaban yg aku cari-cari dari mereka )
.
.
.
( itulah yg aku pikirkan, tapi... )
( untuk seseorang yang berharga bukankah layak untuk memperjuangkan nya ? )
( dia bilang seperti itu... )
[ apakah kau tidak memikirkan perasaan nya, saat tahu kau mengorbankan dirimu untuk nya ? ]
[ karena aku yakin dia juga akan melakukan hal yg sama dgn apa yg akan kulakukan sekarang ]
jawab Data.
[ ? ]
( apa memang sesederhana itu... ? )
( tidak... itu adalah rasa saling percaya. dia percaya bahwa temannya itu akan melakukan hal yg sama dgn nya, karena itu dia melakukan ini )
( apakah itu saja cukup untuk membuat mu mengorbankan dirimu untuk orang lain ? )
( huh? )
Yuan mengingat kembali sebelumnya.
( benar juga... saat aku pulang dan bertemu Lira untuk pertama kalinya aku bisa merasakan kembali perasaan hangat sudah lama aku lupakan, aku merasa sangat senang saat itu )
( aku senang karena bisa merasakan nya lagi dan tidak ingin untuk kehilangannya. perasaan egois yg membuat mu ingin mempertahankan nya... )
( apakah itu yg coba kamu lakukan saat itu ,Fera ? )
merasakan sesuatu yang menusuk nya hilang ,Data mengeluarkan sedikit nafas leganya.
walau begitu dia masih waspada terhadap Yuan.
[ kau bisa hentikan kewaspadaan mu itu, sesuai perkataan ku sebelumnya, aku mengampuni nyawamu ]
Yuan mengangkat tangan nya.
lalu sesuatu dari tubuh Monster itu melompat keluar.
[ ... ]
[ ? ]
( itu ,Permata Roh milik Monster itu )
[ dgn ini kita bisa keluar dari sini ]
Yuan menyalahkan nya dan membuat area sekitar menjadi seperti lukisan abstrak dan sesaat kemudian mereka semua berhasil keluar dari Celah Dimensi itu.
( sesuai dugaan ku... ,cara kerja nya mirip dengan Item yg ada di dunia ku dulu )
[ makan ini ! ]
Yuan melemparkan sebuah kantung kepada Data.
[ di dalamnya ada beberapa Pil pemulihan ,kau bisa memakannya ]
Yuan kemudian duduk.
[ jangan berpikir untuk kabur setelah memakan Pil itu ,atau kau tahu akibatnya ! ]
[ ... ]
Data tidak bisa melakukan apapun karena nyawa Alu hi dipertaruhkan, juga dia tidak ingin melakukan tindakan bodo yg sia-sia setelah baru saja selamat dari kematian.
Data mengambil Pil dari kantung Ruang yg dilempar Yuan dan memakan sebuah Pil dari sana.
setelah beberapa menit kemudian efek dari Pil itu mulai bekerja dan tubuh Data mulai pulih ,begitu juga dgn luka di pundaknya.
[ apa kau sudah baikan ? ]
[ ... iya ]
jawab Data dgn ragu.
[ sudah kubilang kau tidak perlu waspada lagi kepada ku ,aku sudah tidak ingin lagi membunuh mu ]
[ sebaliknya aku akan mengangkat mu menjadi muridku ! ]
( huh ? )
pikir Data.
( Murid dia bilang ? )
.
.
[ To be continued ]