Magic and Martial Art

Magic and Martial Art
Episode 00 : Prolog



...disebuah daratan yang disebut sebagai...


..."Mainland"...


sebuah perang besar terjadi,


perang itu melibatkan 10 klan besar bertarung memperebutkan dan mempertahankan wilayah mereka.


perang besar itu memakan korban tidak kurang dari ratusan ribu praktisi beladiri, yg mana lokasi pertempuran terlihat seperti telah dilanda bencana alam yang dahsyat dimana Hutan terbakar, Gunung terbelah, langit terpotong dan sungai-sungai yg berubah warna menjadi merah darah, sebuah gambar yang terlihat seperti kiamat.


selama peperangan warga biasa dan kelompok kecil mulai mengungsi menjauh dari lokasi peperangan, bahkan jika itu artinya meninggalkan Mainland.


setelah bertahun-tahun lamanya peperangan pun berhenti dgn hanya menyisakan 7 klan besar :


1.) Klan Jeaster.


2.) Klan Shun.


3.) Klan Pendragon.


4.) Klan Holland.


5.) Klan Long.


6.) Klan Astra.


7.) Klan Eternus.


ketujuh klan yg sudah lelah bersaing memutuskan untuk melakukan perjanjian perdamaian untuk tidak lagi melakukan peperangan, yg mana membawa ketenangan untuk Mainland dalam jangka waktu yang lama.


-


...****************...


-


500thn kemudian ]


...disebuah Kota bersama Kota Goron....


Disebuah halaman di area timur kediaman adalah tempat dimana anak-anak yang akan menjadi masa depan keluarga berlatih beladiri.


di pagi hari yg cerah anak-anak keluarga Bo sedang mengadakan latihan tanding antara murid seperguruan.


dalam acara ini, murid-murid akan bertanding satu lawan satu dgn ditonton oleh anak-anak satu angkatannya.


teriakan dukungan terdengar dari pinggir arena, terutama dari murid perempuan


" kak Rei.. !! " mereka mendukung anak Rei dgn sangat antusias seperti Fans Club' sebuah Boyband.


sementara murid laki-laki merasa diri mereka sangat rendah sampai beberapa dari mereka menggerutu karena itu


" dasar perempuan... ".


wajar bahwa mereka sangat mengidolakan Rei, dia tampan dan merupakan murid berbakat yang sekaligus merupakan anak kandung dari kepala keluarga Bo saat ini yg merupakan salah satu dari 3 Klan besar Kota Goron.


ketenarannya tersebar sampai diseleuruh Kota Goron ini bak selebriti papan atas.


bahkan dia sekarang menempati posisi kelima dari jajaran bakat terbaik Kota Goron.


bisa dilihat dalam pertandingan itu bahwa Rei sangat menguasai lawannya yg merupakan anak laki-laki yg memiliki usia yg sama dgn Rei, dia membaca pergerakan lawannya seperti membaca sebuah buku cerita yg sudah tertebak akhirnya.


karenanya tak butuh waktu lama bagi Rei untuk menjatuhkan lawan tandingnya, dgn sebuah gerakan kaki lawannya tersungkur dan jatuh ke tanah.


" Kak Reeiiii !!! " jerit histeris terdengar dari para murid perempuan. menandakan pertandingannya terlihat berat sebelah itu telah berakhir.


mendengar sorakan dari para murid lain, Rei mengangkat tangannya menunjukkan kemenangan sekaligus menyapa para penggemarnya.


dalam sorak meriah dari penonton hanya berisikan tentang Rei seolah mengatakan " pemenang adalah sang jawara sementara yg kalah adalah pecundang nya".


disisi lain.


lawan tanding Rei yg terjatuh tadi mencoba untuk berdiri, di sepertinya mengalami beberapa cedera otot dari pertanding tadi, yg membuatnya mengalami kesulitan untuk bangkit berdiri.


melihat itu, Rei dgn spontan mengulurkan tangannya sambil mengucapkan " itu tadi adalah pertandingan yg bagus ".


para penonton sangat menyukai sikap Rei yg sportif dan bersorak gembira untuk nya, mengharapkan tanggapan positif dari lawan tandingnya dan menerima uluran tangan Rei.


tanpa diduga ... lawan tanding Rei menepis uluran tangannya.


" aku tidak butuh " sambil menjawabnya dgn kasar.


melihat itu para murid yang menonton menjadi marah dan mengejek tindakan pemuda itu.


bisa dilihat mereka sangat kecewa dengan sikap pemuda itu, namun disisi lain. " ... " Rei terdiam sambil melihat lawannya pergi meninggalkan halaman.


...******** To be continued ********...