Magic and Martial Art

Magic and Martial Art
eps45 : kerjasama



...[malam sebelumnya]...


...[Wilayah keluarga Zu]...


...disebuah tempat hiburan malam bersama "Bunga Malam" disebuah ruangan VIP...


"(tertawa)"


"(tertawa)"


"(tertawa)"


"tuan.. ayo bermain dgn kami~♡"


"tuan~♡"


"tuan~♡"


"tuan~♡"


...ada beberapa wanita di samping kira dan kanan, tapi tidak satupun rayuan para wanita penghibur itu membuatnya tertarik...


"..."


...sambil memegang gelas Wine-nya, pria itu tenggelam dalam pikirannya sendiri...


...( seperti yg pelayan saya katakan, saya tidak tertarik berbicara dengan orang asing! )...


"( beraninya wanita itu menolak ku! )"


"( Tsk! )"


...mengingat kembali saat itu membuatnya kesal dia bangkit dan melemparkan gelas Wine ditangannya...


...(pecah)...


"Kyaa!"


"Kyaa!"


"Kyaa!"


...merasa tidak puas dengan teriakan para wanita itu, pria itu mendecit kesal...


"Cih...!"


"keluar...!"


...mendengar itu semua wanita penghibur itu keluar dgn terburu-buru...


"sial! saat aku menangkap wanita itu, aku akan menyiksanya hingga dia tidak bisa mengatakan apapun dgn mulut kotornya itu!"


...sesaat kemudian seseorang memasuki ruangan VIP itu...


...seorang pria mengenakan jubah dan tudung yg terlihat tua dgn janggut panjangnya...


"sepertinya kau sedang kesal, sampai-sampai menendang semua wanita itu keluar... "


"Yukio"


"Cih!... aku tidak ingin mendengar itu dari mu"


...Yukio punya kembali duduk dan menenangkan dirinya sendiri...


"apa yg membuat mu datang langsung kemari? kau bukan tipe orang yg akan datang mengurus masalah sendiri"


"ada... beberapa masalah kecil. tapi aku tidak bisa membiarkan orang lain tahu"


...pria tua itu mengambil tempat duduk disebelah kanan Yukio...


"jadi... aku ingin melakukan itu sendiri"


"masalah kecil apa yg bisa membuat kepala keluarga Loa sampai turun tangan?"


...pria tua itu adalah Wel Loa, kepala keluarga Loa...


"hanya masalah pengiriman, aku tidak mau seorangpun sampai tahu soal itu, ngomong-ngomong bagaimana bisnis mu akhir-akhir ini..?"


"..."


"kau tidak mau menjawabnya, ya..."


...Wel Loa menuangkan minuman untuk gelasnya sendiri...


"(seruput) ...karena kita ada di perahu yg sama, jadi aku tidak masalah untuk membiarkan mu tau"


"( dasar pak tua! hanya karena dia menyeponsori ku, dia pikir bisa menggunakan ku kapan saja dia mau?! )"


"jadi ada masalah apa!?"


"kau tahu, kedua keluarga sudah mulai melakukan berbagai hal untuk menyabotase bisnis ku. jadi aku berharap kau bisa menjadi mata ku untuk mengawasi kedua keluarga itu, termasuk keluarga Zu tentunya... (hehee) karena beritanya sudah menyebar aku tidak perlu menjelaskan detailnya bukan?"


"( sejak bau busuk mereka mulai tercium kedua keluarga mulai melakukan berbagai cara untuk menyabotase rencana keluarga Loa. seperti menghambat pengiriman sampai mencoba mencuri barang-barang yg mereka coba selundupkan. haa.. kenapa mereka harus sampai mencoba menyelundupkan itu? )"


"( kebanyakan barang yg mereka selundupkan hanya bahan-bahan mentah untuk pakaian dan obat-obatan yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan dgn menjadi dekat para pedagang, tapi aku rasa bukan hanya itu )"


"( apa jangan-jangan! )"


...saat Yukio sedang berpikir tiba-tiba...


"apa kau penasaran..?"


"?!"


"jika sejak awal kau bisa mengatakannya, kenapa harus bersikap misterius sejak awal ?!"


"Death Fruit"


"!!!"


...Yukio bangkit dari duduknya karena terkejut...


"apa...?"


"kau... "


"ya... hanya bisnis kecil dgn Death Fruit, aku ingin kau untuk mengawasi jalan kami dgn aman"


"jadi begitu... kasus dari berkurangnya para gelandangan ternyata ada hubungannya dgn mu"


"ah... tak ku sangka, ternyata Yukio si jenius kita tertarik dgn hal-hal seperti itu"


"apanya yg tertarik... para gelandangan adalah sumber informasi yg paling besar yg aku kerjakan selama ini, tapi kau malah!!"


"(tersenyum)"


...menanggapi kekesalan Yukio, Wel Loa sama sekali tidak merespon dan hanya tersenyum...


"sudah, sudah... aku tahu kau merasa terusik dgn tindakan kami, tapi keuntungan tidak berbohong"


"ayo, duduk kembali.. masih banyak yg harus kita bicarakan"


"Tsk!"


"(duduk)... jadi, apa rencana mu?"


"(seringai) ... seperti yg aku katakan sebelumnya, kau hanya harus menjadi mata untuk kami, dan sebagai balasannya aku akan terus mensuplai obat-obatan itu"


"ha! ...sejak awal perihal obat-obatan itu sudah ditandatangani dalam sebuah kontrak, kau pikir bisa mengubah semuanya semudah itu? kau terlalu meremehkan ku pak tua... aku masih punya banyak cara untuk mendapatkan obat-obatan itu"


"aku tahu.. tapi kau akan menimbulkan masalah lain jika melakukan itu"


"hanya dgn kami kau bisa mendapatkan obat-obatan itu dgn mudah dan terjamin aman"


"karena kebutuhan pelanggan adalah prioritas utama kami... "


"Tsk..."


"(aku sebenarnya tidak perduli dengan hubungan kerja sama seperti ini, tapi aku tidak bisa membuang hasil kerja keras ku.. semakin aku pikirkan semuanya malah mengarah kearah pak tua itu!... karena itu aku tidak suka bertemu dengan nya)"


"sudahlah... terima saja pekerjaan ini, kau juga nanti akan ku berikan sebagai dari hasil keuntungan dari penjualan Death Fruit"


"(sialan) baik, baik! kau pak tua keras kepala... tapi aku punya satu syarat"


"katakan saja"


"( apa dia pikir sudah menang ? )"


"aku tidak butuh hasil atau keuntungan apapun dari penjualan Death Fruit, aku ingin kau memberikan 30% dari total Death Fruit yg kau miliki sekarang"


"apa!? 30% !?!! ...apa kau bercanda!?"


"jgn lepas kendali pak tua, itu hanya bayaran yang aku terima aku tidak mau yg lain"


"kau tidak bisa meminta 30% dari total hasil panen kami, itu terlalu banyak!"


"cukup!"


"itu satu-satunya persyaratan yg akan aku terima. jika kau menolak, cari saja orang lain yg mampu membantu mu dalam pengiriman barang itu"


"(Tsk!)"


"( bicah tengik ini... dia pikir dia siapa? kau terlalu serakah untuk orang seusia mu! )"


"jadi bagaimana? terima atau lempar?"


"( jika bukan karena perkumpulan gelandang yg dia dirikan, aku bisa saja mencari orang lain untuk menggantikannya. tapi, dia satu-satunya yg memiliki jaringan paling luas dan terbesar di kota Goron )"


"cih! baiklah...!"


"bagus... senang berbisnis dengan anda"


...Yukio mengulurkan tangannya...


"Tsk"


...begitu juga Wel Loa...


...mereka saling berjabat tangan sebagai simbol terbentuk kerjasama antara kedua pihak...


...setelah kerjasama terjalin, Wel Loa pun pergi meninggalkan ruangan itu dgn wajah kesal...


"( bocah tengik )"


...saat Wel Loa keluar dari tempat hiburan malam itu, ditengah-tengah keramaian dia tidak sengaja melihat seseorang yang terlihat familiar...


"( ? ...Hu Zu? )"


...orang itu adalah Hu Zu, dia terlihat sedang mencari sesuatu...


"( apa yg dia lakukan ditempat seperti ini... aku tidak pernah melihatnya keluar dari rumahnya sebelumnya )"


"( ...bukan urusan ku, kalo dia sampai melihat ku disini mungkin keluarga Zu akan mengetahui sesuatu. aku sebaiknya menghindari mata sebanyak mungkin untuk sekarang )"


...Wel Loa pun pergi dgn menghilang didalam kerumunan orang yg berlalu lalang...


.


.


"( inikah tempatnya? )"


"kenapa dia meminta pertemuan ditempat seperti ini... jika bukan karena permintaan Master aku nggak akan mau menginjakkan kaki ditempat seperti ini"


...tak lama kemudian dari lantai dua sebuah tempat minum, seorang pria muda melambaikan tangannya...


"ah! tuan.. !"


...Hu Zu membalas dgn melambaikan tangannya...


...didalam lantai dua sebuah kedai minum...


"jadi... dia orangnya ?"


"ya! dia adalah pria yg punya pengalaman"


"(cekikikan)... kenalkan! Playboy paling terkenal di daerah ini nama ku, Buto"


...pria muda itu mengulurkan tangannya, sebagai bentuk keramahan...


"... jadi Buto, benar?"


...tapi Hu Zu menanggapinya dengan dingin...


"ya... (kecewa)"


"aku tidak akan banyak bicara, jadi langsung ke intinya saja. 'bagaimana cara mempererat sebuah hubungan antar pasangan?' "


...dan dari situlah...


...Yuan mendapatkan ide nyeleneh untuk masalahnya...


.


.


[To be continued]


.


.