Magic and Martial Art

Magic and Martial Art
eps42 : kegelisahan Lira



...[keesokan harinya]...


...di pagi hari yg cerah...


...Yuan dan Lira tengah melakukan latihan pagi di atap rumah mereka sebelum sarapan....


...mereka berdua duduk bersila dgn saling menghadap satu sama lain diatas kasur tempat tidur mereka...


...Yuan membantu Lira dalam pelatihannya dgn membantunya mengalirkan Qi dari Luar dan memasukkan nya ke aliran Qi milik Lira...


...saat melakukan pelatihan...


...Yuan memperhatikan Lira yg terlihat sedang kesulitan untuk fokus...


"(setelah Roh bawaan nya aku sembuhkan 10 bulan lalu, Lira sudah berkembang sampai ke tingkat ' Spirit Strengthening '. bisa dibilang bahwa Lira adalah seorang yg berbakat, bahwa ditempat tandus seperti ini dia masih bisa menunjukkan perkembangan yang sangat mengesankan, akan tetapi– )"


"(sekarang ini, Lira terlihat kesulitan dalam memfokuskan pikiran nya)"


"(apa kejadian kemarin masih mengganggu nya?)"


...Yuan khawatir bahwa itu mungkin akan mempengaruhi pikiran Lira untuk beberapa hari ini...


...melihat tidak ada gunanya untuk melanjutkan latihan paginya...


...berharap, mungkin besok pikirannya akan kembali lebih tenang...


"cukup"


...Yuan menarik tangannya dan menghenti alirkan Qinya dan menghentikan latihan mereka...


"hari ini cukup sampai disini"


...Lira yg berkeringat karena latihan paginya dgn wajah yg terlihat muram...


"(terengah-engah)"


"sepertinya kamu memiliki beberapa hal di kepalamu"


...Lira tersentak mendengar ucapan Yuan dan mengepalkan telapak tangannya, dgn perasaan bersalah karena telah menyia-nyiakan waktu latihan pagi mereka dgn pikirannya yg kacau...


"maaf~"


...melihat sikap Lira yg seperti seekor anak kucing yg memohon, Yuan tersenyum lembut dan mengelus kepala Lira...


"(aku harap Lira bisa mengatakan isi pikirannya, tapi perlahan-lahan juga tidak apa-apa)"


"...tidak apa-apa, lagi pula bolong satu hari bukan masalah besar..."


"tapi, jika ada yg bisa aku bantu.. kamu tidak perlu merasa sungkan untuk mengatakannya kepada ku, aku akan membantu mu dgn segenap kemampuan ku"


...setelah mendengar ucapan Yuan, Lira merasa bawa dirinya masih sama seperti sebelumnya....


...bahkan setelah semua yg Yuan lakukan untuk menjaga kepercayaan dan kenyamanan untuk Lira...


...Lira merasakan kekurangannya itu, dan merasa dirinya terlalu bodoh...


"...Yuan..."


"..iya, Lira.."


"mengenai kejadian kemarin..."


"(jadi memang ada hubungannya dgn kejadian di kedai itu)"


...[ Lira masih merasa sungkan dgn semua kebaikan ku bahkan setelah 1 tahun ini, Lira belum pernah sekalipun menceritakan...


...masa lalu nya ]...


...[ tapi Lira tidak pernah ragu dgn ku,...


...dia hanya tidak ingin aku untuk mengambil resiko seperti yg aku lakukan 1 tahun lalu ]...


...[ karena itu saat aku kembali...


...Lira tidak kuasa menahan kegembiraan dan rasa syukurnya yg membuatnya melepaskan semua emosinya saat itu ]...


"(setidaknya seperti itu yg aku rasakan saat itu)"


"aku..."


"apa ini ada hubungannya dgn orang bernama Zukio itu?"


...tiba-tiba Yuan bertanya dan mengejutkan Lira...


"...a– tidak, bukan seperti itu..."


...Lira dgn cepat menepis itu...


"(?)"


...Yuan terkejut mendengar ucapan Lira...


"(apa aku salah?)"


"(tidak, padahal kemarin dia terlihat ketakutan... apa yg sebenarnya dia pikirkan?)"


...Lira kebingungan melihat Yuan yg terlihat sedang memikirkan sesuatu...


"Yuan?"


"..!"


"ah.. apa aku barusan melamun.. ?"


"(angguk)"


"(sepertinya aku terlalu berlebihan memikirkan itu)"


"sebenarnya... "


"(haa~) ...Lira"


"kemarin kamu sangat ketakutan saat berbicara dgn orang itu, jadi.. aku pikir kamu ada sejarah kurang menyenangkan dgn orang itu"


...sebisa mungkin Yuan tidak menyebutkan nama Zukio kepada Lira, hanya agar dia lebih merasa nyaman tanpa mendengar nama dari orang itu...


"kalo itu... "


...melihat Lira yg terlihat murung, Yuan mencoba untuk mengakhiri pembicaraan soal itu...


"Lira... kamu tidak perlu memaksakan dirimu jika kamu tidak ingin membicarakannya"


"tidak, bukan seperti itu... Yuan, aku hanya, tidak ingin kamu pergi lagi.."


...wajah Lira terlihat sangat khawatir saat mengatakan itu...


...sepertinya, apa yg ditakutkan oleh Lira bukan karena orang itu,...


...tapi seperti yang aku pikirkan...


"( Lira tidak ingin aku untuk mengetahui masa lalu nya Karena, dia takut aku akan pergi kekediaman Zu seperti yg aku lakukan 1 tahun lalu dan bukan karena dia masih sungkan dgn ku..)"


"kalo begitu, apa yg mengganggu pikiranmu saat ini ?"


"(anak-anak ?, apa yg dia maksud anak-anak jalanan itu ?)"


"aku merasakan perasaan perihatin saat melihat mereka seperti itu, jadi... aku berharap, kita bisa menolong mereka..."


"menolong anak-anak jalanan ?"


"(apa Lira merasa kasihan dgn mereka karena memiliki ketidak beruntungan sama sepertinya)"


"(Lira memang masih belum mengatakan soal masa lalunya, tapi dari kondisi tubuhnya saat itu yg penuh luka bakar... aku bisa tahu bahwa dia diperlakukan dgn buruk oleh orang-orang di kediaman Zu)"


"(sebelumnya aku sudah meminta Hu Zu untuk memeriksa soal itu, tapi apa yg terjadi dikediaman utama menjadi hal terlarang untuk orang-orang dari cabang keluarga. jadi sampai sekarang aku hampir tidak mendapatkan petunjuk)"


"(kecuali fakta bahwa, saudara tiri Lira memperlakukannya seperti seorang budak dan kepala keluarga Zu, Puan Zu yg tidak perduli membiarkan itu terjadi seolah tidak pernah terjadi)"


"(aku sebenarnya sudah ingin untuk melakukan balas dendam kepada mereka, tapi. aku akan memberikannya untuk sekarang karena aku ingin Lira untuk melihatnya secara langsung, momen dimana para b*adap itu mendapat balasannya)"


...sekali lagi Yuan terlihat memikirkan sesuatu, membuat Lira yg melihatnya merasa khawatir...


"(jangan-jangan, Yuan sudah tahu dan berencana untuk pergi lagi?)"


"Yuan!"


...dgn khawatir Lira mencoba menghentikan Yuan...


"ah– ya, soal anak-anak aku sudah memikirkannya..."


...Lira terkejut mendengar jawaban Yuan...


"(jadi bukan soal balas dendam ? syukurlah... sepertinya dia masih belum tahu...)"


...Lira merasa lega mendengar jawaban Yuan dan menghela nafasnya...


...sementara itu, Yuan yg melihat wajah lega Lira tertawa kecil...


"(dia terlihat sangat khawatir)"


"jadi soal anak-anak itu!"


...Lira langsung mengalihkan pandangannya ke arah Yuan yg berbicara...


"apakah kamu ingin merawat mereka..?"


"..heh..."


...Lira terkejut mendengar pertanyaan dari Yuan, dgn memperlihatkan wajah polosnya yg terpelongok...


"apa kamu tidak mau...?"


"..huh?.."


"aku kira itu bukan ide yg buruk.."


"tidak! ,bukan begitu... aku hanya terkejut kamu mengatakan itu"


"begitukah...?"


"juga, soal mengadopsi mereka agak..."


"apa kamu tidak mau ? ,aku kira itu die yg bagus. karena dgn begitu kamu tidak akan merasa kesepian lagi saat aku pergi mengumpulkan obat-obatan nanti"


"ditambah, pemukiman di wilayah ini sudah ditinggal dan hanya kita berdua yg tinggal di sini"


"mengenai itu... "


"memang aku sedikit merasa kesepian saat sendirian"


"tuhkan..."


"apa tidak apa-apa ?"


"asal mereka setuju, semua oke!"


...melihat Yuan yg terlihat bersemangat, Lira juga merasa lega. karena dgn begitu, Yuan tidak lagi memikirkan soal masa lalu Lira...


...setelah perbincangan mereka, Yuan dan Lira kembali melanjutkan aktivitas pagi mereka dan bersiap menjalani hari...


...Yuan bersiap berangkat untuk mengambil tanaman obat di hutan, sementara Lira menjaga rumah sebagai ibu rumah tangga...


...Lira memberikan ciuman selamat jalan Kepada Yuan sebelum mengucapkan selamat jalan...


"ya.. hati-hati dalam perjalanan"


"(sejak 1 tahun lalu, memberikan ciuman selamat jalan dan selamat datang sudah menjadi kebiasaan untuk kami. dari pada merasa malu atau canggung, aku justru menyukainya. rasanya seperti Lira akan menunggu ku untuk kepulangan ku)"


"(daripada kehidupan sebelumnya, hidup ini lebih menyenangkan... )"


"aku berangkat, Lira... "


.


.


...[didepan gerbang kediaman Bo/Jeaster]...


.


.


...alih-alih pergi mencari tanaman obat, Yuan pergi kekediaman Bo yg sekarang sedang direnovasi setelah dihancurkan oleh Ron yi sebelumnya....


...di depan gerbang terdapat 2 orang penjaga...


"Tuan Jess!"


"selamat pagi Tuan Jess!"


...keduanya membungkuk memberi hormat dan salam kepada Yuan yg menyamar sebagai utusan dari Data Jeaster yg bernama Jess Andre...


"lanjutkan kerja kalian.."


"baik!"


"baik!"


...menjawab bersamaan...


...suasana dibalik gerbang sangat sibuk dgn para pekerja yang sedang membangun ulang kediaman Bo...


"(aku harap ini bisa memenuhi keinginan mu, Ayah..)"


"(jgn khawatir, mereka akan membayar hutang mereka dgn cara yg aku pilih untuk mereka)"


.


.


[To be continued]


.


.