Magic and Martial Art

Magic and Martial Art
Episode 02 : Lira



waktu berlalu disaat Yuan pingsan akhirnya beberapa orang masuk kedalam ruang ganti.


mereka yg melihat tubuh Yuan mengangkat Yuan keruang kesehatan di aula pelatihan dan meninggalkannya terbaring disana.


tidak seperti Rei dan para tetua, anak-anak dan orang dewasa selain yg terlibat dalam penyergapan tidak memiliki pandangan rendah terhadap ku.


...mereka hanya melihat Yuan sebagai seorang yang gagal, Mantan Jenius Pertama Kota Goron....


saat Yuan bangun, waktu sudah berlalu dan sekarang sudah sore menjelang malam, melihat hari sudah berakhir, Yuan pergi dari ruang kesehatan dan pulang menuju rumah aku tinggal.


halaman tempat latihan sudah menjadi sepi dan para penjaga yg berpatroli di tugas malam sudah membawa lentera mereka masing-masing.


Yuan mengikuti jalan setapak dari aula pelatihan hingga ke gerbang selatan kediaman Bo, setelah melakukan pemeriksaan Yuan akhirnya bisa pergi meninggalkan kediaman itu dan pulang ke rumah.


sesaat setelah aku melewati gerbang dan para penjaga " lihat anak itu, dia adalah mantan Jenius keluarga ini saat itu dan coba lihat dia sekarang? " para penjaga bergosip tentang Yuan.


" ya... saat itu dia sangat dipuja dan dibanggakan, tapi sekarang? haa... roda kehidupan memang selalu berputar " jawab rekannya.


( apa yg Ayahku inginkan adalah agar aku bisa hidup tanpa tahu kebenaran dari kematian dan hidup dgn tenang di Klan Bo. tapi pada akhirnya aku berakhir menjadi kacung Klan Bo dgn diperkerjakan sebagai manusia Samsak untuk murid muda Klan ... ayah, seharusnya ayah tidak mempercayai kata-kata para manusia munafik itu )


Yuan mengabaikan apa yang mereka bicarakan sambil terus melangkah perjalan pulangnya.


rumah Yuan terletak di dekat gerbang sebelah selatan dari kediaman Bo yg berbatasan dengan Hutan dan tak membutuhkan waktu lama untuk mencapainya " aku pulang... " gumam ku setelah sampai didepan pintu rumah.


setelah menghela nafas beberapa kali, setelah menyiapkan dirinya Yuan mulai mengetuk pintu rumah tiga kali dan mengatakan " Aku pulang! "


tak lama kemudian terdengar suara balasan dari balik pintu " Yaa ... " dan suara langkah kaki yg semakin mendekati pintu, sesaat kemudian pintu rumah terbuka. seorang gadis muda berusia 18 thn membukakan pintu untuk Yuan sambil tersenyum mengucapkan "selamat datang ke rumah, Yuan ... ".


gadis yg membukakan pintu dgn senyuman diwajahnya adalah istri Yuan yg bernama Lira. dia adalah anak angkat dari salah satu Klan besar di kota Goron bernama : Klan Zu.


( mendengar ucapan selamat datang darinya membuat semua rasa lelah ku hilang ... walau semua orang memandang remeh diri ku, setidaknya punya Lira yg akan selalu berada disisiku )


aku langsung menyandarkan kepala ku dipundak nya melepaskan penat ku seharian ini.


" ... " mengikuti arus, Lira memelukku dan mengelus belakang kepalaku sambil mengucapkan " selamat datang kembali ke rumah, Yuan... " sekali lagi dgn lembut ditelinga Yuan. cara Lira memperlakukan Yuan sangatlah canggung seperti ini adalah pertama kalinya dia menggendong bayi.


-


...****************...


-


beberapa menit kemudian]


setelah Yuan selesai mandi dan ganti baju, mereka makan bersama di ruang makan yg menyatu dgn dapur rumah mereka.


disaat waktu makan, Lira berprilaku sangat tenang dan sedikit menunjukkan pergerakan. sepertinya dia telah mendapatkan pelajaran tentang tata Krama di meja makan oleh keluarganya sebelumnya, sangat berbanding terbalik dengan Yuan, saat waktu makan dia biasanya makan bersama ayahnya dan hampir tidak pernah mendapatkan suasana tenang dimeja makan dgn sifat ayahnya yg banyak bicara.


bahkan walaupun aku berpikir seperti itu, dia tidak pernah berpikir mereka akan dgn ringannya memberikan salah satu putri keluarga nya sebagai bahan negosiasi.


dihari pernikahannya yg diadakan tertutup hanya antara kedua keluarga, aku bisa melihat ekspresi dari para hadirin yang hadir. mereka seperti menertawakan kami pasangan yang akan menikah saat itu.


wajah senang mereka menunjukkan artian lain dari sebuah ucapan selamat, mereka mengejek kami.


seorang Jenius keluarga Bo yg jatuh menjadi seorang pecundang berpasangan dengan wanita yang memiliki wajah rusak, mereka terlihat sangat cocok saat disandingkan bersama


seketika menjadi bahan pembicaraan hangat diantara para anggota keluarga Bo dan Zu pada saat itu.


aku tentunya merasa terhina dgn semua gosip terutama saat itu juga aku mengetahui apa yg terjadi pada ayah ku.


hal itu mulai sejak satu hari setelah pernikahan mereka ,membuat aku frustrasi hingga melampiaskan amarahnya pada Lira untuk beberapa hari sampai Lira menjadi pribadi yang tertutup seperti sekarang.


perlakuanku terhadap Lira mulai berubah saat aku melihat Lira menangis saat aku tak sengaja membuat nya terjatuh saat Lira memintanya untuk makan malam. setelahnya keduanya tidak saling berbicara hingga waktu yang lama, sampai saat itu.


suatu hari aku yg telah babak belur akibat menjadi objek latih tanding untuk para murid, pulang dgn kondisi tubuh yg lemah dan saat dia sampai didepan rumah sebelum sempat membuka pintu dia terjatuh dan pingsan didepan pintu rumahnya. disaat dia membuka matanya kembali dia sudah berada dipangkuan Lira dgn seluruh lukanya yg telah dibersihkan dan diberikan obat, saat itu dia tahu bahwa Lira sangat perduli dengan nya meski dia telah memperlakukannya dengan buruk.


mengetahui istrinya yg dgn sabar mengurusnya meski aku telah memperlakukannya dengan buruk, aku tidak kuasa menahan ekspresi nya, matanya berkaca-kaca melihat Lira yg telah merawat dan menjaganya ditempat dia pingsan.


ucapan saja tidak cukup untuk menunjukkan terimakasih nya terhadap Lira, meski begitu aku tetap mengucapkannya "Terimakasih... " dgn tenggorokannya kering sambil tersenyum, bersyukur dia memiliki pasangan hidup sepertinya.


cerita itu terjadi 2 bulan yang lalu dan sekarang meski perlahan, Lira mulai menunjukkan perubahan dan mulai menjadi lebih dekat dengan nya.


melihat Lira yg memiliki pengetahuan tentang etika seorang bangsawan membuat ku sadar bahwa sebelumnya Lira sudah di putus sebagai alat untuk pernikahan kontak.


Tsk! mereka yg hanya melihat sesuatu dari keuntungan saja membuat ku sangat kesal!.


karena kesal aku menghantam meja dgn tanganku *Bam!* dan mengejutkan Lira.


menyadari itu aku meminta maaf kepada Lira dan dia membalas ku dgn gerakan kepala dan tangannya mengisyaratkan dia tidak apa-apa dgn itu.


meski kami sudah jadi semakin dekat satu sama lain, Lira masih tetap merasa takut saat aku tiba-tiba membuat suara keras.


saat ini Lira adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki, aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayangi sekali lagi tidak untuk kedua kalinya seperti ayahku.


Lira ... aku berharap kamu juga menganggap ku sebagai seperti itu, tapi dimatanya, aku pasti hanya seorang b*jingan yg menganiaya istrinya. sikap yg dia tunjukkan sebelumnya juga sangat canggung menunjukkan bahwa dia masih takut dengan ku.


karena itu, pelan-pelan saja ... kita pasti bisa jadi dekat seperti keluarga yg sebenarnya! tidak perduli berapa lama itu, aku akan menunggumu.


setelah keduanya menyelesai makan malamnya, mereka membereskan semua peralatan makan yg kotor dan bersiap tidur.


kamar tidur mereka tidak cukup besar untuk dua orang hingga mereka tidur harus sangat dekat satu sama lain. dengan rumah kayu kecil mereka yang tidak dapat menahan angin malam dgn sempurna membuat posisi tidur mereka menjadi sangat nyaman dan keduanya tertidur tak lama kemudian.


...******** To be continued ********...