
...setelah Yuan mengatakan pengusirannya, suasana didalam kedai menjadi semakin tegang...
...tapi, tidak semua orang terpengaruh oleh suasana tegang itu...
"Pffrrr!"
...tiba-tiba terdengar suara seperti seorang yg sedang tersedak...
...Yuan melirik kearah sumber suara...
...disana adalah wanita yang sebelumnya datang bersama pria itu terlihat sedang menahan tawanya...
"(jadi begitu)"
...sementara itu Zu kio terlihat sangat tersinggung, namun dia menahannya...
"(menghela)"
"sepertinya, saya telah mengganggu waktu bersantai anda, Nona muda"
"tapi, menurut saya akan lebih baik membangun hubungan dgn penduduk lokal agar lebih mudah nantinya? karena saya lihat, Nona sepertinya bukan berasal dari sekitar sini, benarkan ?"
"apakah Nona datang bersama dengan para pedagang?"
"(pedagang?)"
"(ah, iya... aku ingat. pada setiap 3 tahun sekali kelompok pedagang dari benua utama datang untuk membeli bahan-bahan mentah dari sini)"
"(mereka juga mengajarkan beberapa pengetahuan mengenai infrastruktur dan pembangunan hingga menjadi Kota Goron seperti sekarang ini)"
"(juga seingat ku, akan ada sebuah turnamen beladiri yg akan digelar di 3 hari terakhir mereka sebelum kembali lagi ke benua utama. turnamen itu bisa diikuti oleh anak muda diusia 15-20 thn yg sudah mencapai tahap Spirit Development atau Spirit Masters)"
"(dan hadiah dari turnamen itu adalah sebuah kursi untuk ikut para pedagang keluar dari pulau ini)"
"(sebagai seorang praktisi, tiket untuk menjelajah keluar dari tanah tandus adalah sebuah berkah yg tidak terkira, karena mereka bisa mengembangkan kemampuan dan Roh bawaan mereka lebih cepat dan efektif diluar sana..)"
"bagaimana, Nona muda?"
"apa anda tertarik untuk melihat-lihat kompetisi itu?"
...disana Yuan benar-benar diabaikan, padahal dari tadi Yuan yg mengajaknya bicara tapi dia malah fokus kearah Lira saja dari tadi, juga–...
"(ngomong-ngomong)"
"(mereka benar-benar tidak mengenaliku)"
"(mungkin karena kami belum bertemu sebelumnya atau tepatnya, setelah kejadian pembantaian seluruh kediaman Bo, tidak ada yg tahu bahwa aku, siapa yg mengekpresikan sampah yg bernama Yuan masih hidup hingga sekarang)"
"(tapi ini kesempatan buatku, aku jadi bisa bermain dgnnya)"
...perasaan bersemangat memenuhi hati Yuan...
"sungguh keras kepal–"
...saat Yuan mau berdiri, Lira yg sedari tadi diam disampingnya tiba-tiba menarik lengan baju Yuan...
...Lira menatap Yuan, dgn mata yg menunjukkan tatapan memohon, agar Yuan tidak perlu lagi membuat keributan...
...tidak, itu lebih seperti dia tidak ingin aku terlibat dgn orang ini...
"[ada apa Lira?]"
...Yuan menggunakan Telepati kepada Lira...
"[?]"
"[Yuan.. kumohon, jgn membuat masalah lagi]"
...tatapan matanya seperti menunjukkan kesedihan...
"[jgn lakukan itu lagi]"
"(sepertinya aku tahu apa yg dia khawatirkan...)"
"(sepertinya Lira masih tidak bisa melupakan kenekatan ku untuk membalas dendam sebelumnya)"
...setelah menyadari itu, Yuan mengalah kepada Lira dan kembali duduk...
"[kalo begitu, kamu bisa melakukannya untuk ku, kan?]"
"?!"
...Lira terlihat terkejut dgn wajah tercengang...
"(Lira–)"
...saat aku menyadarinya, Lira sudah berbalik dan menghadap ke Zu kio...
...disisi lain Zu kio yg melihat Yuan dan Lira yg sedang saling menatap...
"(apa-apaan mereka ini? kenapa pengawal itu bisa sangat dekat dengan majikannya. ini lebih seperti hubungan kekasih daripada majikan dan bawahan nya)"
...saat Zu kio dibingungkan dengan kedekatan keduanya, Lira tiba-tiba bicara...
"tolong maafkan kekasaran pengawal saya"
...Lira mulai mengambil alih pembicaraan...
...Zu kio terkejut karena tiba-tiba Nona muda yg sedari tadi diam saja tiba-tiba angkat bicara, akan tetapi–...
...saat itu, untuk pertama kalinya...
...Yuan melihat Lira yg ketakutan seperti itu...
"seperti yg pengawal saya katakan, saya tidak suka berurusan dengan orang asing yg tiba-tiba datang dan mengajak bicara dgn bersikap sok dekat seperti itu"
...sambil bersikap ramah, Lira mengusir Zu kio...
...penolakan dari Lira yg diarahkan langsung membuat Zu kio merasa tersinggung...
...dgn wajah yg tertutup oleh cadar dan mata yg terlihat tajam tanpa keraguan...
...tapi, mau sebaik apapun dia menyembunyikan ketakutannya, tangan yg gemetar itu menunjukkan semuanya...
"(Lira..)"
...saat itu Yuan sadar, bahwa orang didepannya ini memiliki sesuatu dgn masa lalu tidak menyenangkan milik Lira...
"(Cih!)"
...saat Yuan sedang dipenuhi amarah dgn mengepalkan tangannya siap untuk mengamuk, hingga tiba-tiba saja...
"Pffrrr!! hahahaha..."
...wanita yg sebelumnya menahan tawanya tidak kuat lagi dan akhirnya tertawa lepas...
...membuat Zu kio tersinggung, dan menggertakan giginya....
...sementara tawa dari wanita itu mengehentikan amukan dari Yuan...
"(melepaskan kepalan tangan)"
"(tahan! ini belum saatnya aku muncul.. )"
...walau di situasi seperti ini, Zu kio juga masih bisa untuk menahan emosinya...
"Ahem!"
"sepertinya sikap saya sudah keterlaluan, karena itu saya minta maaf karena nya dan undur diri, Ayo Agi"
...tanpa panjang lebar setelah mengatakan itu, Zu kio langsung berjalan menuju pintu keluar tanpa kata-kata lain, sementara wanita itu berjalan puas dibelakangnya...
...wanita itu memberikan kedipan mata sebelum akhirnya keluar dari kedai, walau aku tidak tahu apa maksud nya, tapi sepertinya dia hanya senang karena Zu kio telah dipermalukan...
"(apaan dah..?)"
...sementara itu...
"(menghela nafas panjang)"
...Lira terlihat pucat dgn tangan yg gemetar...
...Yuan yg menyadarinya mengalihkan perhatiannya kepada Lira...
"(Lira nampaknya lebih tertekan dari yg aku kira, sebenarnya apa masa lalu Lira dgn orang itu?)"
...disaat-saat seperti ini aku sama sekali tidak tahu harus melakukan apa, tapi saat aku merasa kesepian atau gelisah aku selalu mengharapkan sebuah pelukan....
...dan itu adalah satu-satunya hal yg bisa terpikirkan olehku saat itu...
...dan dgn pemikiran seperti itu, aku memeluk Lira yg sedang gemetaran dan terlihat pucat itu....
......Lira nampaknya terkejut saat aku memeluknya, dan kemudian dia menenggelamkan wajahnya didalam pelukan ku......
...saat kami berpelukan aku bisa merasakan tubuhnya yg gemetar dan nafasnya yang kacau saat Lira balas memeluk ku dgn erat. sebenarnya apa yg dilakukan oleh orang itu kepada mu?...
...kami berdua tetap diposisi itu sampai beberapa saat kemudian...
...selang beberapa saat kemudian...
...pesanan makan mereka akhirnya datang, tapi Lira sudah tidak lagi memiliki nafsu makannya jadi aku menghabiskan semuanya sendiri...
.
.
[To be continued]
.
.
#Yo Guys..!!
sekarang sudah sampai eps 40an nih!
yg masih baca terimakasih banget loh ya!!
juga maaf soal cara penyampaian cerita gw yg berubah, maklum aja masih amatir dan masih banyak kekurangannya.
Sekarang ini kita sudah masuk S2 dari cerita ini, sebenarnya kalian bisa skip S1 nya dan langsung loncat ke S2 karena ada beberapa rekap chapter sebelumnya.
dan buat yg sudah baca S1 dan merasa dicurangi, jgn khawatir.
karena setelah baca S1 kalian pasti sudah lebih paham soal dunia tempat Mc kita saat ini atau secara lebih mudah mengikuti jalan cerita nya.
tambahan : ini cuma buat nambah-nambahin kata yg kurang, skip juga boleh...